Uji toksisitas ekstrak etanol 96% daun benalu mangga (Dendrophthoe pentandra) dari berbagai daerah di indonesia terhadap sel vero

Amalia, Olden Mayazzaka (2017) Uji toksisitas ekstrak etanol 96% daun benalu mangga (Dendrophthoe pentandra) dari berbagai daerah di indonesia terhadap sel vero. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
13670025.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Berbagai jenis benalu dapat ditemukan di Indonesia, salah satu tamanan benalu yang memiliki potensi antikanker adalah benalu mangga (Dendrophthoe pentandra). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan toksisitas ekstrak etanol 96% daun benalu mangga dari daerah Kediri, Jatim; Pekalongan, Jateng; Denpasar, Bali; Gunung Batin Baru, Lampung dan Selor Hilir, Kaltara terhadap cell line normal (vero). Pemilihan kelima daerah berdasarkan elevasi tempat tumbuh tanaman uji.

Ekstraksi ultrasonik dilakukan untuk memisahkan senyawa aktif daun benalu mangga. Pelarut yang digunakan dalam ekstraksi adalah etanol 96%. Masing-masing ekstrak diuji toksisitasnya terhadap sel vero dengan menggunakan metode MTT (microculture tetrazolium salt). Sel yang hidup akan membentuk kristal formazan berwarna ungu dan dilakukan pembacaan absorbansi dengan menggunakan ELISA reader untuk mengetahui presentase sel hidup.

Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan nilai LC50 dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra dan Kalimantan secara berturut-turut 26.61; 1583.75; 4845.32 dan 798.28 µg/ml. Analysis data yang dilakukan dengan menggunakan one way ANOVA menunjukkan bahwa kadar toksisitas antar daerah memiliki perbedaan yang bermakna.

ENGLISH:

Different types of benalu can be found in Indonesia, one of benalu that has anticancer potency is Malayan Mistletoe (Dendrophthoe pentandra). This study aims to determine the difference of toxicity of ethanol extract 96% Malayan mistletoe leaf from Kediri, East Java; Pekalongan, Central Java; Denpasar, Bali; Gunung Batin Baru, Lampung and Selor Hilir, Kaltara towards normal cell line (vero). Selection of the five regions based on the elevation where the plant grows.

Ultrasonic extraction is performed to separate the active compound of Malayan mistletoe leaf. The solvent used in the extraction is 96% ethanol. Each extract tested its toxicity using vero cell done by MTT method (microculture tetrazolium salt). The living cells form crystals of purple formazan and absorbance readings are performed using ELISA reader to determine the percentage of living cells.

The results obtained from this research are LC50 values from East Java, Central Java, Sumatra and Kalimantan respectively 26.61; 1583.75; 4845.32 and 798.28 μg / ml. The data analysis conducted by using one-way ANOVA showed that toxicity levels between regions have a significant difference.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hakim, Abdul and Muti’ah, Roihatul
Keywords: Benalu Mangga (Dendrophthoe Pentandra); Uji Toksisitas; Sel Vero; Uji MTTMalayan Mistletoe (Dendrophthoe Pentandra); Toxicity Test; Vero Cell; MTT Test
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Farmasi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 11 Feb 2018 15:57
Last Modified: 11 Feb 2018 15:57
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9237

Actions (login required)

View Item View Item