Struktur komunitas tumbuhan bawah dan jenis-jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat di Taman Hutan Raya (TAHURA) R. Soerjo Cangkar Kabupaten Malang

Ghozali, Ghozali (2011) Struktur komunitas tumbuhan bawah dan jenis-jenis yang berpotensi sebagai tanaman obat di Taman Hutan Raya (TAHURA) R. Soerjo Cangkar Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islan Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Introduction)
05520021 Pendahuluan.pdf

Download (478kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: Indonesia)
05520021 Indonesia.pdf

Download (77kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstract: English)
05520021 Inggris.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 1)
05520021 Bab 1.pdf

Download (493kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 2)
05520021 Bab 2.pdf

Download (572kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 3)
05520021 Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 4)
05520021 Bab 4.pdf

Download (525kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Chapter 5)
05520021 Bab 5.pdf

Download (305kB) | Preview
[img]
Preview
Text (References)
05520021 Daftar Pustaka.pdf

Download (69kB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Keanekaragaman sumber daya hayati Indonesia termasuk dalam golongan tertinggi di dunia, jauh lebih tinggi daripada keanekragaman sumber daya hayati di Amerika maupun Afrika tropis, apalagi bila dibandingkan dengan daerah beriklim sedang dan dingin. Jenis tumbuh-tumbuhan di Indonesia secara keseluruhan ditaksir sebanyak 25.000 jenis atau lebih dari 10 persen dari flora dunia. Tumbuhan bawah merupakan komponen penting dalam ekosistem hutan yang harus diperhitungkan perannya. Kehadiran tumbuhan bawah diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap hutan sejenis dan seumur yang secara ekologis sangat rentan. Komposisi dan keanekaragaman tumbuhan bawah ikut menentukan struktur hutan yang pada akhirnya akan berpengaruh pada fungsi ekologis hutan. Tumbuhan bawah juga menjadi salah satu bagian dari fungsi hutan serta menjadi penyusun struktur hutan yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sebagai bahan obat-obatan.

Penelitian ini di laksanakan pada bulan Juni – Juli 2011 di Taman Hutan Raya R. Soerjo Batu-Malang. Sampel di ambil dari 8 stasiun dan pada setiap stasiun dipasang 1 transek dengan panjang 10m, jarak antar transek 200m dan dalam satu transek terdiri dari 5 plot yang berukuran 2x2 m untuk habitus semak, di dalam plot 2x2m terdapat sub plot 1x1m untuk habitus herba. Sampel spesies yang telah ditemukan di identifikasi dengan menggunakan buku kunci flora dan atlas tanaman obat Indonesia

Hasil penelitian ditemukan 59 spesies dengan spesifikasi 40 spesies dari habitus herba dan 19 spesies dari habitus semak. Adapun spesies dari habitus herba adalah Eclipta prostrate L, Emilia sonchifolia(L), Euphatorium riparium L, Tridax Spesies yang paling mendominasi pada habitus herba adalah Oxalis corniculata hal ini di tunjukkan dengan nilai INP 12,60. Pada habitus semak INP tertinggi adalah Microsorium zippelit (BI) hing dengan nilai INP 32,48 %. Tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai obat di temukan sebanyak 31 jenis dari 15 suku yang semuanya dari habitus herba, untuk habitus semak tidak ditemukan tumbuhan yang berpotensi sebagai obat.

ENGLISH:

The diversity of biological resources in Indonesia, including the highest class in the world, far higher than diversity biological resources in tropical America and Africa, especially when compared to temperate and cold regions. Types of plants in Indonesia as a whole is estimated to 25 000 species or more than 10 percent of the world's flora. The plant is an important component of forest ecosystems that must be taken into account his role. The presence of the plant is expected to reduce disturbance to the forest type and age that are ecologically very fragile. Composition and diversity of plants under in determining forest structure that will ultimately affect the ecological functions of forests. Plants also become one of the bottom structure of the forest and jungle into constituent having the function ecologically, economically and as a medicine.

The research result is conducted on June-July 2011 in Forest Park r. Soerjo Batu Malang. The Samples is taken with 8 stations and each station on the incision length 10 m, 200 m the distance of stasion, consistof 5 of plot measuring 2 x 2 m stage shrubs, in the story there is a subtitle site 2x2m 1x1m to grassy sub of plot. Specimens have been found in species identified by using key books and Internet web.

The research result found 59 species with 40 species from the specification stage of herbaceous and 19 species of shrub stage.

The most dominant species in herbaceous habitus is Oxalis corniculata hal ini di tunjukkan dengan nilai INP 12,60. In the bush habitus dominated by Microsorium zippelit (BI) hing with the INP 32,48 % medicinal plants potential as many 31 species from 15 and all from of herba habitus.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Harianie, Liliek and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Tumbuhan Bawah; Tumbuhan Obat; Taman Hutan Raya R. Soerjo Cangar Kabupaten Malang; lower plants, medicinal plants; Forest Park Regency r. Soerjo Cangar Malang
Subjects: 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0602 Ecology > 060207 Population Ecology
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Biologi
Depositing User: Annas Al-haq
Date Deposited: 05 Aug 2015 07:13
Last Modified: 05 Aug 2015 07:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/907

Actions (login required)

View Item View Item