Perbedaan kemandirian emosi antara siswa kelas VIII yang tinggal di Pondok Pesantren (An-Nur 2 Bululawang) dan Tinggal di Rumah Bersama Keluarga (SMP Sriwedari Malang)

Fitroh, Rahmah (2017) Perbedaan kemandirian emosi antara siswa kelas VIII yang tinggal di Pondok Pesantren (An-Nur 2 Bululawang) dan Tinggal di Rumah Bersama Keluarga (SMP Sriwedari Malang). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
13410082.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Kemandirian emosi adalah kemampuan remaja untuk merubah kedekatakan secara emosional dengan tidak bergantung kepada orang tua atau guru dan mampu untuk mengontrol emosinya. Salah satu faktor mempengaruhi kemandirian emosi seseorang yaitu faktor eksternal yang berdasarkan pada stimulasi lingkungan diantaranya adalah tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian emosi antara siswa kelas VIII yang tinggal di pondok pesantren (An-Nur 2 Bululawang) dan tinggal di rumah bersama keluarga (SMP Sriwedari Malang). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 56 siswa diantaranya terdiri dari 28 santri yang tinggal di pondok pesantren dan 28 siswa yang tinggal di rumah bersama keluarga. Teknik pengambilan sampel pada santri yang tinggal di pondok pesantren menggunakan teknik sampling quota dan teknik pengambilan sampel siswa yang tinggal di rumah bersama keluarga menggunakan teknik sampel populasi. Kriteria sampel penelitian ini adalah remaja dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, remaja yang telah 1 tahun tinggal di pondok pesantren, remaja yang tinggal di rumah sejak dari lahir dan remaja yang berasal dari luar pulau jawa untuk yang tinggal di pondok pesantren. Skala penelitian yang digunakan adalah skala kemandirian emosi berjumlah 20 item yang di adaptasi dari tokoh Steinberg Silveberg (1986). Analsis penelitian yang digunakan adalah analsis independent sample t-test. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 maka H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemandirian emosi antara santri yang tinggal di pondok pesantren dan tinggal di rumah bersama keluarga. Kemandirian emosi santri yang tinggal di pondok pesantren berdasarkan nilai mean sebesar (M = 54,21), sedangkan nilai mean (M) pada siswa yang tinggal di rumah bersama keluarga sebesar (M = 48,54). Hal ini membuktikan bahwa kemandirian emosi yang dimiliki santri yang tinggal di rumah bersama keluarga lebih rendah dibandingkan dengan santri yang tinggal di pondok pesantren yaitu dengan selisih sebesar 5,67

ENGLSIH:

Emotional autonomy is the ability of adolescents to change emotionally closer to being independent of parents or teachers and their ability to control their emotions. One of the factors which influences emotional autonomy is external factor. It is depends on residence environment. This study aims to determine emotional autonomy contrast between grade VIII students living in boarding school dormitory (Islamic Boarding School An-Nur 2 Bululawang) and students living at home with their family (Sriwedari Junior High School, Malang). Research method which is used is quantitative methods. The sample used in this study amounted to 56 students consisted of 28 students living in boarding school dormitory and 28 students living at home with their family. The sampling technique implied for students living in boarding school dormitory is quota sampling technique; mean while for students living at home with their family is sample population technique. The sample criteria of this study are male and female adolescents, who have been living in boarding school dormitory for 1 year, who have been living at home since they were born, and who come from outside of Java Island for those living in boarding school dormitory. The research scale implied is the scale of emotional autonomy amounted to 20 items adapted from Steinberg Silverberg (1986). The research analysis implied is independent sample t-test. The result of the analysis shows that the significance value of 0.001 < 0.05, therefore H0 is rejected. It can be concluded that there is a contrast of emotional autonomy between students living in boarding school dormitory and students living at home with their family. Emotional autonomy of student’s emotional who live in boarding school based on mean score (M=54,21). In contrast, it will be different with students who live in their house namely (M=48,54). Regarding to the explanation above, the result of self-emotional for students who live in the house are lower than students who live in boarding school which has a different score namely 5,67.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Soleh, A. Khudori
Keywords: Kemandirian emosi; santri yang tinggal di pondok pesantren; siswa yang tinggal di rumah bersama keluarga; emotional autonomy; students living in boarding school dormitory; students living at home with their family
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 12 Jan 2018 08:09
Last Modified: 12 Jan 2018 08:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/9069

Actions (login required)

View Item View Item