Responsive Banner

Implementasi pendidikan karakter kecerdasan budi pekerti perspektif Buya Hamka

Syahidah, Iffah (2026) Implementasi pendidikan karakter kecerdasan budi pekerti perspektif Buya Hamka. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
220101210018.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

(2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pendidikan karakter menjadi tema populer saat ini. Banyak orang yang mulai menyadari betapa pentingnya pendidikan karakter kercerdasan budi pekerti di tengah-tengah kebangkrutan moral bangsa.. Buya Hamka merupakan salah satu tokoh dengan ragam pemikiran yang dapat dijadikan alternatif dalam bidang pendidikan karakter. Buya Hamka merupakan sosok intelektual muslim Indonesia yang sangat produktif dalam menghasilkan karya-karya yang sangat konkret terhadap persoalan yang dihadapi saat itu. Pandangan Buya Hamka tentang pendidikan karakter cukup mendalam. Menurutnya, pendidikan haruslah diajarkan menurut bakat dan kemampuan peserta didik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam artian pendidikan karakter akan membentuk anak supaya menjadi anggota masyarakat yang berguna di dalam pergaulan hidup.

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui konsep pendidikan karakter, 2) Untuk mengetahui konsep kecerdasan budi pekerti, 3) Untuk menjelaskan implementasi pendidikan karakter kecerdasan budi pekerti perspektif Buya Hamka.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi pustaka. Seumber data penelitian ini adalah karya-karya Buya Hamka serta sumber data sekunder lainnya. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis isi atau contect analysis dalam menganalisis data penelitian ini. Triangulasi sumber dan diskuri dengan pakar digunakan untuk mengecek keabsahan data penelitian.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pendidikan karakter merupakan usaha yang direncanakan dan diterapkan dalam membantu peserta didik untuk memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan. 2) Kecerdasan budi pekerti sering diartikan sebagai moralitas yang mengandung makna sopan santun dan perilaku. 3) Buya Hamka membedakan makna pendidikan dan pengajaran. Pendidikan dalam pandangan Buya Hamka merupakan serangkaian upaya yang dilakukan pendidik untuk membantu membentuk watak, budi, akhlak, dan kepribadian peserta didik. Sementara pengajaran adalah upaya untuk mengisi intelektual peserta didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan. Kedua makna ini tidak akan terpisahkan karena dalam mewujudkan tujuan dan misi pendidikan maka di dalamnya akan melalui proses pengajaran. Pendidikan karakter kecerdasan budi pekerti perspektif Buya Hamka tertuang pada nilai-nilai religius, jujur, disiplin, peduli sosial, tanggung jawab, dan peduli lingkungan. Nilai-nilai inilah yang harus diimplementasikan dalam dunia pendidikan, sehingga nantinya akan menjadi alasan kuat untuk seseoang mengembangkan kepribadian dan karakter yang mulia agar nantinya menghasilkan pendidikan karakter kecerdasan budi pekerti.

ENGLISH:

Character education is a popular topic today. Many people are beginning to realize the importance of character education, particularly in the midst of the nation's moral decline. Buya Hamka is a prominent figure with diverse ideas that can serve as an alternative in the field of character education. He was a highly productive Indonesian Muslim intellectual, producing works that addressed the issues faced at the time. Buya Hamka's views on character education are quite profound. He believes that education must be taught according to the talents and abilities of students and in accordance with current developments. In other words, character education will shape children to become useful members of society.

The objectives of this study are: 1) To understand the concept of character education, 2) To understand the concept of character intelligence, and 3) To explain the implementation of character education from Buya Hamka's perspective.

This study uses a descriptive qualitative approach with a literature review. The data sources for this study are Buya Hamka's works and other secondary data sources. The data collection method used documentation techniques. The researcher employed content analysis techniques to analyze the data. Source triangulation and discussions with experts were used to verify the validity of the research data.

The results of this study indicate that: 1) Character education is a planned and implemented effort to help students understand the values of human behavior related to God, themselves, others, and the environment. 2) Moral intelligence is often interpreted as morality, encompassing politeness and behavior. 3) Buya Hamka differentiates between education and teaching. Education, in Buya Hamka's view, is a series of efforts undertaken by educators to help shape the character, morals, ethics, and personality of students. Meanwhile, teaching is an effort to fill students' intellects with a variety of knowledge. These two meanings are inseparable because realizing the goals and mission of education involves the teaching process. From Buya Hamka's perspective, moral intelligence and character education encompass the values of religiousness, honesty, discipline, social awareness, responsibility, and environmental awareness. These values must be implemented in the world of education, so that they will become a strong reason for someone to develop a noble personality and character so that it will produce character education in terms of intelligence and morals.

ARABIC:

يُعدّ بناء الشخصية موضوعًا شائعًا في عصرنا الحالي، حيث بدأ الكثيرون يُدركون أهميته، لا سيما في ظلّ التراجع الأخلاقي الذي تشهده البلاد. يُعتبر بويا هامكا شخصية بارزة بأفكاره المتنوعة التي تُشكّل بديلًا مُناسبًا في مجال بناء الشخصية. كان هامكا مُفكرًا مسلمًا إندونيسيًا غزير الإنتاج، حيثُ ألّف أعمالًا تناولت القضايا المُعاصرة. تتميّز آراء بويا هامكا حول بناء الشخصية بعمقها، إذ يؤمن بضرورة أن يُراعي التعليم مواهب الطلاب وقدراتهم، وأن يتماشى مع التطورات المُعاصرة. بعبارة أخرى، يُساهم بناء الشخصية في تنشئة الأطفال ليصبحوا أعضاءً فاعلين في المجتمع.

تتمثّل أهداف هذه الدراسة في: 1) فهم مفهوم بناء الشخصية، 2) فهم مفهوم الذكاء الشخصي، 3) شرح تطبيق بناء الشخصية من منظور بويا هامكا.

تعتمد هذه الدراسة على المنهج الوصفي النوعي مع مراجعة الأدبيات. وتتمثّل مصادر البيانات في أعمال بويا هامكا ومصادر ثانوية أخرى. وقد استُخدمت تقنيات التوثيق في جمع البيانات، بينما وظّف الباحث تقنيات تحليل المحتوى لتحليلها. استُخدم التثليث المرجعي والمناقشات مع الخبراء للتحقق من صحة بيانات البحث.

تشير نتائج هذه الدراسة إلى ما يلي: 1) التربية الأخلاقية جهدٌ مُخططٌ ومُنفذٌ لمساعدة الطلاب على فهم قيم السلوك الإنساني المتعلقة بالله، وبأنفسهم، وبالآخرين، وبالبيئة. 2) غالبًا ما يُفسَّر الذكاء الأخلاقي على أنه الأخلاق، بما يشمل الأدب والسلوك. 3) يُفرِّق بويا هامكا بين التعليم والتدريس. فالتعليم، من وجهة نظر بويا هامكا، هو سلسلة من الجهود التي يبذلها المعلمون للمساهمة في بناء شخصية الطلاب وأخلاقهم وقيمهم. أما التدريس فهو جهدٌ لإثراء عقول الطلاب بمعارف متنوعة. هذان المعنيان متلازمان، لأن تحقيق أهداف التعليم ورسالته يتضمن عملية التدريس. من منظور بويا هامكا، يشمل الذكاء الأخلاقي والتربية الأخلاقية قيم التدين، والأمانة، والانضباط، والوعي الاجتماعي، والمسؤولية، والوعي البيئي. يجب تطبيق هذه القيم في عالم التعليم، حتى تصبح سبباً قوياً لتنمية شخصية وأخلاق نبيلة، مما ينتج عنه تعليم أخلاقي من حيث الذكاء والأخلاق.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Barizi, Ahmad and Hambali, Muh.
Keywords: Pendidikan Karakter; Kecerdasan Budi Pekerti; Buya Hamka; Character Education; Intelligence of Morals; تربية الشخصية، ذكاء الأدب، بويَ حَمْكَ
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi magister Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Iffah Syahidah
Date Deposited: 16 Jul 2026 09:41
Last Modified: 16 Jul 2026 09:41
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/89364

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item