Janah, Nur (2007) Konsep diri anak panti asuhan: Studi kasus di Yayasan Panti Asuhan Al-Kaaf Alas Kulak, Kemantren, Jabung, Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
03410030.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (724kB) | Preview |
Abstract
INDONESIA:
Perlindungan terhadap anak adalah kewajiban orang tua dan kita bersama. Anak merupakan generasi penerus bangsa, masing-masing anak memiliki hak untuk hidup layak dan mendapatkan perlindungan. Tetapi tidak semua anak memiliki keberuntungan dalam ekonomi, perlindungan, dan lain-lain. Panti asuhan adalah salah satu wadah tempat untuk menampung anak-anak yatim, yatim piatu, maupun anak dari kalangan ekonomi lemah, anak terlantar, dan semua anak yang membutuhkan perlindungan.
Konsep diri merupakan cara individu dalam memandang, manilai dirinya. Masing-masing individu memiliki konsep diri dan keunikan yang berbeda-beda. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri ada dua komponen afektif yaitu : pertama. Komponen kognitif merupakan pengetahuan individu tentang keadaan dirinya komponen ini merupakan penjelasan dari "siapa saya" yang akan memberikan gambaran tentang diri saya, komponen kedua, komponen afektif, merupakan penilaian individu terhadap diri, serta harga diri individu. Faktor yang mempengaruhhi konsep diri anak panti asuhan diantaranya adalah keberadaan pengasuh, lingkungan asal atau rumah, teman sebaya. Penelitian ini dilaksanakan di yayasan panti asuhan Al-Kaaf Alas Kulak, Kemantren, Jabung, Malang.
Dengan metode penelitian jenis kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologis, studi kasus ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang konsep diri anak panti asuhan. Dengan mengambil 6 orang sebagai responden yang terdiri dari anak yatim, anak yatim piatu, dan anak yang masih memiliki kedua orang tua.
Dari hasil penelitian didapatkan bahwa gambaran konsep diri anak panti asuhan Al-Kaaf adalah mereka mereka memandang dirinya ecara positif dan tetap optimis dalam memandang masa depan. Keberadaan mereka dip anti asuhan tidak menjadikan mereka merasa rendah diri dan merasa minder di masyarakat. Mereka tinggal disana dengan tujuan untuk mondok menuntut ilmu. Mereka merasa senang tinggal di panti asuhan sebagai anak asuh. Karena dengan demikian mereka mampu melanjutkan pendidikannya dan mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Anak asuh yang tinggal di panti asuhan AL-Kaaf dibagi dalam tiga kategori yaitu : anak yang berstatus masih memiliki kedua orang tua, anak yang berstatus yatim, anak yang berstatus yatim piatu. Diantara ketiga kategori tadi. Masing-masing memiliki konsep diri yang berbeda-beda, tapi perbedaanya tidak terlalu signifikan. Yang membedakannya hanya antara keberadaan orang tua kandung dengan orang tua asuh.
ENGLISH:
Protection for cildren is our obligation instead of the parents. Children are next generation of our nation. Who each individu have a right to live properly and to take protection. Thus, orphanage is on of the places to accommodate fatherless children, orpans, children from low economi class, neglected children and all children who need protection.
Self consep is an individu's way in viewing and evaluating himself. Each individu has different uniqueness and self consep. There are two factors influence self consep. First, cognitive component, is an individual's knowledge about his condition. This component is an explanation of " who am I " which leads to image of "my self" second, affective component is an individual's evaluation about self and self esteem. Indeed, the factors which influence self consep of the orphanage's accupants is the caretaher's existence, previours environment or home and friends of the same age.
Then, this research is conducted in Al-Kaaf Alas Kulak orphanage, kemantern, Jabung, Malang. By using phenomenological approach under qualitative research design, this study, however, is aimed to understand the self consep image of the orphanage' occupants. This study takes 6 people as the informans consist of fatherless children, orpans and children, who still have parents.
From the research findings, we may conclude thet the self consep image of the Al-Kaaf orphanage's occupants is they view themselves positively and they are still optimistic in viewing their future. Living in orphanage does not make them inferior in society. They, however, live orphanage to get knowledge, especially religious knowledge. They live there happily because they can continve their study and ean have a proper life. In addition, children who live in Al-Kaaf orphanage are divided into there categoies : children who still have the parents, fatherless children, and orpans, among those three categories. Each category has different self consep. But the different is not significant. The distingsking cases are between the existence of parents and care faters.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Supervisor: | Nuqul, Fathul Lubabin | ||||||
Contributors: |
|
||||||
Keywords: | Konsep diri; Anak Asuh; Panti asuhan; Orang Tua ; Self Consep; Proper life; Orphanages; Parents | ||||||
Departement: | Fakultas Psikologi | ||||||
Depositing User: | Imam Rohmanu | ||||||
Date Deposited: | 20 Dec 2017 09:24 | ||||||
Last Modified: | 20 Dec 2017 09:24 | ||||||
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8907 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |