Responsive Banner

Pengaruh psy war terhadap tingkat kecemasan dan performa atlet bola basket pada tim bola basket “Stetsa Fantastic”, Sekolah Menengah Umum Negeri 4 Malang

Kurniawan, Afif (2007) Pengaruh psy war terhadap tingkat kecemasan dan performa atlet bola basket pada tim bola basket “Stetsa Fantastic”, Sekolah Menengah Umum Negeri 4 Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
03410007.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (841kB) | Preview

Abstract

Selama ini, banyak kalangan yang menganggap bahwa olahraga bola basket hanya membutuhkan kecepatan dan teknik dribbling dan shooting yang baik. Padahal, selain kemampuan yang berdasar pada fisik, bola basket juga merupakan olahraga yang sangat mengandung unsur emosi di dalamnya. Hal ini dapat dirasakan oleh para atlet yang telah menggeluti olahraga ini dengan telah melalui berkali-kali pertandingan. Mereka akan merasakan tekanan yang berbeda-beda pada setiap pertandingan yang mereka jalani. Pertandingan sparring game biasa, tentu akan sangat berbeda dibandingkan dengan sebuah turnamen besar. Tekanan ini dapat mereka rasakan jika tim yang akan mereka hadapi adalah sebuah tim yang kuat, atau jika salah satu dari tim tersebut melakukan upaya psy-war kepada mereka. Upaya-upaya seperti psy war dapat mempengaruhi tingkat kecemasan dan performa bertanding.

Untuk mencapai Athlete’s Performance, harus terdapat hubungan yang selaras antara atlet, pelatih, dan lingkungan. Psy-war merupakan keadaan yang tercipta dari faktor lingkungan. Jika atlet mengalami hambatan pada faktor ini dikarenakan oleh psy-war, maka hal itu akan mempengaruhi performa atlet secara keseluruhan--(Monty P. Satiadharma; 2002). Psy-war atau psychological war (dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya sebagai teror mental), adalah upaya yang dilakukan oleh individu maupun kelompok untuk mempengaruhi mental atau perasaan lawan dengan cara verbal sehingga lawan akan menjadi terganggu dan tidak mampu berkonsentrasi penuh pada sesuatu yang akan dihadapinya dan menimbulkan kecemasan. Kecemasan (anxiety) menunjuk kepada keadaan emosi yang menentang atau tidak menyenangkan, yang meliputi interpretasi subyektif dan "arousal" atau rangsangan fisiologis (misalnya bernafas lebih cepat, jantung berdebar-debar, berkeringat dingin) –(Ollendick, 1985). Namun, pengaruh psy war terhadap tingkat kecemasan atlet sangat bergantung terhadap kepribadian atlet itu sendiri. Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa untuk meningkatkan prestasi seorang atlet bukan hanya dilihat dari segi kemampuan fisiknya saja, namun juga sangat dipengaruhi oleh faktor psikis dari seorang atlet itu sendiri. Demikian pula yang terjadi dalam cabang olahraga bola basket. Bola basket, selain menuntut ketrampilan dan kemampuan fisik yang prima, dilain sisi juga membutuhkan kestabilan dan kematangan psikologis. Tekanan psikologis berupa psy war akan direspon oleh atlet tersebut dimana akan mempengaruhi tingkat kecemasan dan performanya dalam bertanding.
Penelitian ini menggunakan treatment by subject, dimana satu kelompok subjek diberi dua perlakuan, pertama dengan menggunakan psy war dan yang kedua tanpa psy war. Kelompok subjek penelitian ialah anggota tim bola basket SMUN 4 Malang yang berjumlah 12 orang. Namun dalam penelitian ini jumlah subjek penelitian menjadi 9 orang karena 3 pemain sisa berhalangan mengikuti pertandingan yang dijadwalkan. Jarak dilangsungkannya penelitian tahap pertama dan tahap kedua berselang tujuh hari. Hal ini dimaksudkan agar tim yang bertanding memiliki waktu recovery yang cukup sehingga kebugaran mereka tetap terjaga. Selama pertandingan berlangsung (baik tanpa perlakuan maupun dengan perlakuan), para pemain diupayakan untuk merasaka tmosfer pertandingan yang sebenarnya layaknya sebuah pertandingan resmi. Upaya-upaya tersebut meliputi penggunaan kostum yang sesuai peraturan, wasit yang memimpin pertandingan, aturan pertandingan,

hingga penggunaan scoresheet selama pertandingan. Hal ini dimaksudkan agar pemain mampu menunjukkan performa yang baik dan sesuai dengan harapan peneliti. Untuk mengukur tingkat kecemasan, peneliti menggunakan metode angket. Angket diberikan kepada seluruh anggota tim yang bermain segera setelah pertandingan usai. Hal ini disebabkan karena pemberian angket saat pertandingan berjalan hingga paruh babak akan mengganggu konsentrasi pemain, dan hasil angket yang diberikan pemain pada paruh babak pertama belum tentu sama dengan hasil pada paruh babak kedua. Sedangkan untuk mengukur performa atlet, peneliti menggunakan lembar statistik pertandingan resmi yang diberikan oleh Perbasi sebagai panduan dalam sebuah pertandingan. Lembar statistik tersebut mengukur sembilan aspek performa dari pemain dalam sebuah pertandingan. Namun dalam penelitian ini, aspek yang digunakan hanya empat yaitu, free throw percentage, two point shots percentage, three points shots percentage, dan overall points made by a player in a game.

Dari data yang diperoleh, ternyata peneliti memperoleh kesimpulan bahwa psy war yang diberikan oleh tim lawan kepada tim SMUN 4 Malang sebagai subjek penelitian, ternyata tidak secara langsung mempengaruhi tingkat kecemasan dan performa atlet bola basket SMUN 4 Malang. Berdasarkan observasi dan analisa scoresheet, hal ini disebabkan oleh munculnya motivasi yang tinggi serta kemampuan adaptasi terhadap tekanan yang dialami oleh pemain dalam menghadapi sebuah pertandingan, sehingga mereka mampu untuk mengimbangi permainan dan bermain tetap dengan pola yang seperti biasa mereka lakukan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Nuqul, Fathul Lubabin
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDNuqul, Fathul LubabinUNSPECIFIED
Keywords: Psy War; Tingkat Kecemasan; Performa Atlet
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 12 Jan 2018 16:27
Last Modified: 12 Jan 2018 16:27
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8877

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item