Efektivitas jigsaw learning terhadap pembentukan perilaku pro-sosial santri: Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda Malang

Rohmah, Dia Aulia (2007) Efektivitas jigsaw learning terhadap pembentukan perilaku pro-sosial santri: Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
03410062.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Belajar adalah proses mengubah, mereduksi, memperinci, menyimpan, dan memakai setiap masukan (input) pengetahuan yang datang dari alat indera sebagai penajam fungsi kognitif. Atas dasar ini, bagaimana cara seorang guru (ustadz) sebagai pemegang peran pembelajaran benar- benar bisa memahami situasi, sistem dan model pembelajaran tertentu yang dapat mengaktifkan siswa (santri) untuk menyeimbangkan aspek intelektual dan sosial secara bersamaan. Salah satu alternatif, yang mungkin dapat dilakukan guru (ustadz) dalam hal ini adalah menerapkan metode jigsaw learning. Pembelajaran kooperatif ini, didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa (santri) terhadap belajarnya sendiri dan orang lain. Melalui kerjasama tim yang heterogen, siswa bisa bekerja dalam suasana gotong royong dan berkesempatan untuk mengolah informasi dan keterampilan komunikasinya (Lie, 2002: 68).

Dari fenomena di atas, terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) mengetahui bagaimana perilaku pro-sosial santri sebelum dan sesudah perlakuan? (2) bagaimana efektivitas jigsaw learning terhadap pembentukan perilaku pro-sosial santri? Bertujuan: (1) mendeskripsikan perilaku pro-sosial santri sebelum dan sesudah perlakuan (eksperimen); (2) mengetahui efektivitas jigsaw learning terhadap pembentukan perilaku pro-sosial santri.

Metode eksperimen ini termasuk quasi eksperimental, memakai desain eksperimen non randomized pre & post test group design, dilakukan pre-test sebelum perlakuan dan post-test sesudahnya. Subjek adalah santri PP Nurul Huda, berusia 15-21 tahun berjumlah 40 santri (masing-masing 20, dari 2 kelas berbeda), satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Perlakuan diberikan peneliti dan dibantu seorang guru (ustadzah). Dilakukan tiga kali seminggu, terhitung bulan Pebruari-maret 2007, dikondisikan sesuai jadwal pembelajaran pesantren dan membutuhkan waktu perlakuan 30-60 menit, untuk setiap kelas.

Berdasarkan hasil eksperimen, dapat diambil kesimpulan: (1) Pada kelompok eksperimen diketahui mayoritas subjek memiliki tingkat perubahan perilaku pro-sosial, dengan kategori tinggi pada saat pre-test dan post-test. Hal ini, ditunjukkan dengan angka prosentase pre-test 25% dan post-test 50%. Kategori sedang masing–masing ditunjukkan pre-test 50% dan post-test 40%. Sedangkan, untuk kategori rendah ditunjukkan angka prosentase pre-test 25% dan post-test 10%. Dari hasil tersebut, diketahui perbandingan mean 59,10 pada saat pre-test dan 61,60 pada saat
post-tes. Artinya, mean pada saat sebelum dan sesudah perlakuan mengalami kenaikan atau perbaikan cukup tinggi. ; (2) Pada kelompok kontrol juga sama, mayoritas subjek memiliki tingkat perubahan perilaku pro-sosial pada kategori tinggi. Namun perbedaanya tidak begitu tampak, pada saat pre-test 20% dan post-test 30%. Kategori sedang masing-masing ditunjukkan pre-test 50% dan post-test 50%. Untuk kategori rendah, pre-test 30% dan post-test 20%. Dari data di atas, diketahui perbandingan mean 58,60 pada saat pre-test dan 59,95 pada saat post-tes. Artinya, mean pada saat sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok ini mengalami kenaikan, namun kenaikannya tidak begitu tinggi. ; (3) Setelah dilakukan analisis uji-t (t-test) pada progam SPSS 10.0 for windows, untuk masing-masing variabel (XY). Uji t terhadap varibel pembelajaran jigsaw learning (X) didapatkan thitung sebesar -3,276 dengan signifikansi t sebesar 0,004. Karena thitung lebih besar ttabel (-3,276>1,993) atau signifikansi t lebih kecil dari 5% (0,004>0,05), maka secara parsial variabel pembelajaran jigsaw learning (X) berpengaruh signifikan terhadap varibel perilaku pro-sosial (Y). Dengan kata lain, pembelajaran jigsaw learning sangat efektif dalam menumbuhkan perilaku pro-sosial santri PP Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kasiram, Kasiram
Keywords: Jigsaw Learning; Pro-sosial; PP Nurul Huda Mergosono
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 12 Jan 2018 08:47
Last Modified: 12 Jan 2018 08:47
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8672

Actions (login required)

View Item View Item