Intensitas shalat berjama’ah sebagai sarana pembentukan karakteristik empati pada individu: Studi kasus di Langgar Waqof Cokro Rt 01 Rw 11 Kelurahan Sisir Batu

Wakhidah, Misbakhatun Nisa’il (2007) Intensitas shalat berjama’ah sebagai sarana pembentukan karakteristik empati pada individu: Studi kasus di Langgar Waqof Cokro Rt 01 Rw 11 Kelurahan Sisir Batu. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
02410058.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Surat Al-Ma’un mengancam orang yang taat melaksanakan shalat akan tetapi mengabaikan atau tidak memperdulikan anak yatim dan orang miskin. Dalam surat ini menegaskan bahwa tidak adanya keinsafan sosial yang merupakan indikasi kepalsuan dalam beragama. Shalat sendiri mempunyai pengertian bahwa suatu rangkaian ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, dah diikuti dengan adanya keharusan menciptakan hatiyang bersih dan jiwa yang bersih. Sedangkan empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami perasaan orang lain atau bentuk lain dari kepedulian seseorang terhadap orang lain dengan mewujudkannya dalam suatu bentuk perbuatan. Dalam surat Al-Ma’un menunjukkan bahwa harus adanya pengaruh shalat terhadap perbuatan sehari-hari yang berhubungan dengan orang lain atau kehidupan sosial.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan intensitas pelaksanaan shalat berjama’ah di Langgar Waqof Cokro pada individu, memetakan atau menganalisa karakteristik empati pada individu dan menemukan intensitas shalat berjama’ah di Langgar Waqof Cokro sebagai sarana dalam pembentukan karakteristik empati pada individu.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif yang berupa studi kasus. Untuk menguji validitas dan reliabilitas penelitian ini menggunakan triangulasi. Model analisis data yang digunakan adalah model “Analisis interaktif” (Miles dan Huberman) yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian yang pertama menunjukkan bahwa dari 10 subyek melaksanakan shalat berjama’ah lebih dari 50% dalam kurun waktu tiga bulan atau setengah dari 450 kali sama dengan 225 kali. Beberapa subyek melaksanakan shalat jama’ah lebih dari 300 kali atau sekitar 66,6% dari 450 kali. Subyek yang melaksanakan shalat berjama’ah lebih dari 300 kali merupakan hasil yang tertinggi terdapat dua subyek yaitu subyek RKY dan CAF. Karakteristik empati yang digunakan dalam penelitian terdapat enam karakteristik. Hasil yang kedua menunjukkan bahwa tidak ada subyek yang memilki enam karakteristik empati, akan tetapi ada dua subyek yang memiliki lima karakteristik empati yaitu subyek CAF dan MD. Hasil penelitian ketiga menunjukkan bahwa subyek yang mempunyai intensitas yang tinggi dalam melaksanakan shalat berjama’ah belum tentu memiliki karakteristik empati yang menyeluruh. Karakteristik empati yang menyeluruh dimiliki subyek yang mempunyai intensitas yang tinggi dan diikuti dengan pemahaman terhadap shalat berjama’ah yang baik, yaitu tidak hanya baik dalam segi kuantitatif akan tetapi juga segi kualitasnya.

ENGLISH:

Al-Ma’un letter threaten that the people who obedient to do the prayer got then don’t care with fatherless and needy man. It explained that there was no social realization as the religion falseness indication. The prayer means that utlerance and act arrangement from takbirotul ihram till the last (salam), followed by ability inner feeling and soul formation form something bad and it’s feel clean and brilliant. While empathy is the power of sharing and other person feeling’s and work of art or other person feelings and work of art or other object of contemplations. Al-Ma’un show that the prayer’s person can be able to influence for daily activity correlation to other people or society life.

This research used purposive where intencity description for prayer together’s realization at Waqof Cokro mosque individually, the empathy characteristic analyzing individually and get together’s prayer intencity as the instrument of establishment empathy characteristic individually.

This research used qualitative approach in the example study form the validity and reliability this tried by triangulasi. The date analyze model used “Interactive Analyze” model by (Miles and Huberman). That is date reduction stage, date presentation and draw a conclusion.

The first result for intencity description for prayer together’s realization at Waqof Cokro mosque individually that 10 persons or subject together’s prayer 50% up 3 months time span or half 450 up is the same 225 times. Some subject together’s prayer 300 times up or 66,6% of 450 times. The subject who doing prayer 300 times up is the highes who get two subject are RKY and CAF subject. Empathy characteristic use the six character. The second result from the empathy characteristic analyzing individually the subject have no six empathy characteristic but two subject have five empathy charactheristic it is CAF and MD. The third result from get together’s prayer intencity as the instrument of establishment empathy characteristic individually show that the subject have high intencity to do together’s prayer have no empathy charactheristic complete yet. The subject have it comletelly who have high intencity and followed a good comprehension to prayer. It have good in quantitave and qualitative stage.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Arifin, Zainul
Keywords: Intensitas Shalat Berjama’ah; dan Karakteristik Empatil; The Intencity Perform Such Prayer Together and Empahty Caracteristic
Departement: Fakultas Psikologi
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 12 Jan 2018 09:17
Last Modified: 12 Jan 2018 09:17
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8631

Actions (login required)

View Item View Item