Responsive Banner

Strategi sentra seni berbasis BCCT yang mendukung kecerdasan interpersonal anak

Maharani, Aura Rafina (2026) Strategi sentra seni berbasis BCCT yang mendukung kecerdasan interpersonal anak. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
220105110064.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

(2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran sentra seni berbasis model Beyond Centers and Circle Time (BCCT) dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia dini di RA Muslimat NU 22 Arjowinangun Malang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru sentra seni, serta peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk memastikan kredibilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran sentra seni berbasis BCCT dilaksanakan melalui empat tahap pijakan, yaitu: pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum bermain, pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Kegiatan seni yang dilakukan secara kolaboratif mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, dan interaksi sosial anak. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik anak, dan kurang optimalnya partisipasi sebagian anak dalam kegiatan kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran sentra seni berbasis BCCT dilaksanakan melalui empat tahap pijakan, yaitu: pijakan lingkungan bermain, pijakan sebelum bermain, pijakan saat bermain, dan pijakan setelah bermain. Kegiatan seni yang dilakukan secara kolaboratif mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, dan interaksi sosial anak. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, lingkungan belajar yang kondusif, serta dukungan sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, perbedaan karakteristik anak, dan kurang optimalnya partisipasi sebagian anak dalam kegiatan kelompok.

ENGLISH

This study aims to analyze the art center learning strategy based on the Beyond Centers and Circle Time (BCCT) model in developing interpersonal intelligence among early childhood learners at RA Muslimat NU 22 Arjowinangun Malang and to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, art center teachers, and students. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, which consists of three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The validity of the data was ensured through source triangulation and technique triangulation to enhance the credibility of the research findings. The results showed that the BCCT-based art center learning strategy was implemented through four stages of scaffolding, namely: environmental setup before play, pre-play activities, activities during play, and post-play activities. Collaborative art activities were found to foster children's communication skills, cooperation, empathy, and social interaction. Supporting factors included teacher competence, a conducive learning environment, and support from the school and parents. Meanwhile, the inhibiting factors were limited instructional time, differences in children's characteristics, and the less optimal participation of some children in group activities.

ARABIC

تهدف هذه الدراسة إلى تحليل إستراتيجية التعلّم في مركز الفنون القائمة على نموذج ما وراء المراكز ووقت الحلقة (BCCT) في تنمية الذكاء التفاعلي (الاجتماعي) لدى أطفال مرحلة الطفولة المبكرة في روضة الأطفال مسلمـات نهضة العلماء 22 أرجووينانغون مالانغ، وكذلك تحديد العوامل الداعمة والمعيقة لها. استخدمت الدراسة المنهج الكيفي بنوعه الوصفي. جُمعت البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق مع مديرة الروضة ومعلمة مركز الفنون والأطفال المشاركين. وتم تحليل البيانات باستخدام النموذج التفاعلي لمايلز وهوبيرمان الذي يشمل ثلاث مراحل، وهي: اختزال البيانات، وعرضها، واستخلاص النتائج والتحقق منها. كما تم التحقق من صحة البيانات من خلال التثليث بالمصادر والتثليث بالأساليب لضمان مصداقية نتائج الدراسة. وأظهرت نتائج الدراسة أن إستراتيجية التعلّم في مركز الفنون القائمة على نموذج BCCT تُنفَّذ من خلال أربع مراحل تمهيدية، وهي: تهيئة بيئة اللعب، والتهيئة قبل اللعب، والتهيئة أثناء اللعب، والتهيئة بعد اللعب. وقد أسهمت الأنشطة الفنية التعاونية في تنمية مهارات التواصل والتعاون والتعاطف والتفاعل الاجتماعي لدى الأطفال. وتشمل العوامل الداعمة كفاءة المعلمة، وبيئة التعلّم الملائمة، ودعم المؤسسة التعليمية وأولياء الأمور. أما العوامل المعيقة فتتمثل في محدودية الوقت، واختلاف خصائص الأطفال، وعدم المشاركة المثلى لبعض الأطفال في الأنشطة الجماعية.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wahyuningtyas, Dessy Putri
Keywords: Sentra Seni; BCCT; Kecerdasan Interpersonal; Anak Usia Dini; Art Center; BCCT; Interpersonal Intelligence; Early Childhood; مركز الفنون؛ مركز بي سي سي تي؛ الذكاء الاجتماعي؛ الطفولة المبكرة
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130102 Early Childhood Education
13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130201 Creative Arts, Media and Communication Curriculum and Pedagogy
Departement: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Depositing User: Aura Rafina Maharani
Date Deposited: 17 Jul 2026 14:08
Last Modified: 17 Jul 2026 14:08
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/85386

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item