Potensi antimalaria kombinasi ekstrak Etanol daun widuri (Calotropis gigantea) dan Artemisin pada mencit terinfeksi Plasmodium berghei serta identifikasi senyawa aktifnya

Fatati, Asnal (2014) Potensi antimalaria kombinasi ekstrak Etanol daun widuri (Calotropis gigantea) dan Artemisin pada mencit terinfeksi Plasmodium berghei serta identifikasi senyawa aktifnya. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
10630052.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Widuri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman liar yang sedikit dimanfaatkan oleh orang lain. Hingga saat ini, dilaporkan tanaman widuri memiliki manfaat sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Daun Widuri (Calotropis gigantea) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai komponen bioaktif sebagai antimalaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antimalaria dari kombinasi ekstrak etanol 80% daun widuri (Calotropis gigantea) dan artemisin serta untuk mengetahui golongan senyawa aktif yang terkandung dari ekstrak etanol 80% dari daun widuri (Calotropis gigantea) berdasarkan uji reagen yang diperkuat dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian ini terdiri dari ekstraksi yang dilakukan dengan metode maserasi. Proses ekstraksi ini dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 80%. Ekstrak yang didapatkan diujikan antimalaria in vivo dengan menggunakan mencit (Mus musculus). Mencit diinfeksikan dengan Plasmodium berghei ANKA 106 secara peritonial dan dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol negatif; kontrol positif (artemisin dosis 4 mg/KgBB); kombinasi artemisin (1/4 dosis artemisin standar) dan ekstrak widuri dengan dosis: 0,1 mg/KgBB; 1 mg/KgBB and 10 mg/KgBB. Data derajat parasitemia dianalisis dengan menggunakan program SPSS dengan two way ANOVA dan tes tukey. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah bahwa kombinasi ekstrak widuri dosis 10 mg/KgBB memiliki aktivitas antimalaria lebih besar dibandingkan dengan kontrol positif. Nilai Penghambatan yang dihasilkan adalah 55,2% (0.1 mg/KgBB) ; 72,8% (1 mg/KgBB) ; 87,3% (10 mg/KgBB) and 56,06% mg/KgBB (kontrol positive /artemisin). Senyawa yang aktif dari uji fitokimia adalah steroid dan tanin. Hasil yang diperoleh dari uji fitokimia juga diperkuat dengan uji KLT. Pemisahan KLT pada steroid menghasilkan spot berwana ungu kemerahan dengan Rf 0,26-0,6 (heksana : aseton = 3,5 : 1,5) dan tanin menghasilkan spot berwarna hijau kehitaman dengan Rf 0,62 (kloroform : metanol : air = 7 : 3 : 0,4).

ENGLISH:

Calotropis gigantea radix is one of wild plant which hasn’t usefull for human. It’s has reported that Calotropis gigantea can used to antibacteria and antiinflamation. Calotropis gigantea radix has a bioactive component as antimalarial. The purpose of this research are to know antimalarial activity from combination of Calotropis gigantea radix extract and artemisin and to know the active compounds that contained from ethanol extract of Calotropis gigantea radix with reagent test and TLC (Thin Layer Chromatography). The research consist of extraction of Calotropis gigantea radix was done with extraction maseration method. Extraction was performed by maseration with 80% ethanol solvent. Concentrated extract was in vivo antimalarial tested to animal model. Mice were peritoneal infected with 106 Plasmodium berghei ANKA and divided into 5 treatment groups: negative control; positive control (artemisin of dose 4 mg/kgBW); combination of artemisin (1/4 dose of artemisin standar) and Calotropis gigantea in 3 doses: 0,1 mg/KgBW; 1 mg/KgBW and 10 mg/KgBW. Data of inhibition was analyzed using SPSS program with Two Way ANOVA Test dan continued with Tukey Test. The result shows that combination of Calotropis gigantea radix extract and artemisin with dose 10 mg/KgBB has higher antimalarial activity than positive control (artemisin). The value of parasite inhibition is 55,2% for dose 0.1mg/KgBW ; 72,8% for dose 1 mg/KgBW ; 87,3% for dose 10mg/KgBW and 56,06 mg/KgBW for positive control (artemisin). The phytochemical compounds in 80% ethanol solvent extract are tannins and steroids. It is also supported by the results using the TLC separation, the separation of steroid compounds that produce a reddish purple color with Rf 0.22; 0.26; 0.33; 0.38; 0.49 and 0.6 and tannin produces purple-black color with Rf 0.62.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hayati, Elok Kamilah and Nashichuddin, Achmad
Keywords: Calotropis gigantea; antimalaria; kombinasi; artemisin; Plasmodium berghei; Calotropis gigantea; antimalaria; combination; artemisin
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Heni Kurnia Ningsih
Date Deposited: 12 Jan 2018 07:54
Last Modified: 12 Jan 2018 07:54
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8443

Actions (login required)

View Item View Item