Responsive Banner

Larangan dek jadi ngepuk dalam perkawinan masyarakat Bangka perspektif konstruksi sosial Peter Ludwig Berger: Studi kasus di Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Arifandi, Saddam (2025) Larangan dek jadi ngepuk dalam perkawinan masyarakat Bangka perspektif konstruksi sosial Peter Ludwig Berger: Studi kasus di Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
240201210039-1.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

(3MB)

Abstract

INDONESIA:

Masyarakat Desa Kemuja mengadopsi tradisi perkawinan sebagai kebiasaan yang diterima masyarakat dari generasi-generasi pendahulunya. Tradisi ini bernama dek jadi ngepuk, dimana terdapat pelarangan bagi sepasang suami istri untuk tinggal bersama sebelum melaksanakan walimatul ‘ursy, walaupun keduanya telah sah menikah. Namun, menurut hukum Islam maupun hukum positif, pelaksanaan walimah tidaklah menjadi syarat sah perkawinan. Latar belakang
pelarangan ini dikarenakan adanya nilai-nilai kemaslahatan yang harus dirasakan oleh pasangan pengantin dan terhindar dari berbagai kemudharatan. Maka tujuan penelitian ini adalah: 1) bagaimana makna kearifan lokal yang terkandung di dalam
tradisi larangan dek jadi ngepuk. 2) bagaimana konstruksi sosial masyarakat Desa Kemuja terhadap tradisi larangan dek jadi ngepuk pespektif konstruksi sosial Peter Ludwig Berger.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, dikarenakan penelitian ini berfokus pada penelusuran langsung terkait praktik tradisi perkawinan. Data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil wawancara dengan informan, yaitu tokoh adat, tokoh agama, dan pelaku adat. Serta data sekunder merupakan data pendukung seperti jurnal, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, dan sumber literatur lainnya untuk menganalisis permasalahan. Tahapan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung. Setelah semua data terkumpul, maka akan dilakukan pengolahan dan analisis data yang terdiri dari: pengolahan data, klasifikasi data, analisis data, keabsahan data, dan kesimpulan.

Hasil penelitian ini adalah: 1) tradisi larangan dek jadi ngepuk merupakan prosesi perkawinan yang di dalamnya terdapat berbagai nilai-nilai kemaslahatan. Dimana sepasang suami istri akan merasakan keistimewaan dan kebahagiaan berlebih pasca walimah, dan akan mendapatkan sanksi apabila kedua mempelai melanggar prosesi tradisi, sehingga tradisi ini dapat mengikat penuh dalam kehidupan masyarakat, 2) analisis konstruksi sosial Peter Ludwig Berger dalam tradisi larangan dek jadi nepuk terjadi dalam tiga dialektika: Pertama (eksternalisasi), adanya kepercayaan dari nenek moyang yang di dalamnya terdapat mitos-mitos. Kedua (objektivasi), adanya penyesuaian individu atas kepercayaan terhadap nilai-nilai kemaslahatan dan kemudharatan. Ketiga, (internalisasi) yang terjadi dari golongan masyarakat menengah ke atas, menengah ke bawah, dan masyarakat yang tidak melestarikan tradisi. Tiga dialektika ini selalu berputar dalam masyarakat, sehingga tradisi yang berlaku masih dilestarikan.

ENGLISH:

The community of Kemuja Village adopts the marriage tradition as a custom accepted by society from previous generations. This tradition is called dek jadi ngepuk, where there is a prohibition for a married couple to live together before holding the walimatul ‘ursy, even though they are legally married. According to Islamic law as well as positive law, holding a walimah is not a requirement for a valid marriage. The background of this prohibition is due to the benefits that must be felt by the newlyweds and to avoid various harms. Thus, the purpose of this research is: 1) What is the meaning of lokal wisdom contained in the tradition of dek jadi ngepuk. 2) How does the community of Kemuja Village construct the tradition of dek jadi ngepuk from the perspective of Peter Ludwig Berger's social construction?

This type of research is empirical research with a qualitative approach, because this research focuses on direct exploration related to traditional marriage practices. The research data used is primary and secondary data. Primary data was obtained from interviews with informants, namely traditional leaders, religious leaders, and traditional practitioners. Secondary data was used as supporting data for analyzing the issues. The stages in this research are observation, interviews, and direct documentation. After all the data has been collected, data processing and analysis will be carried out, consisting of: data processing, data classification, data analysis, data validity, and conclusions.

The results of this study indicate that: 1) the tradition of prohibition dek jadi ngepuk is a marriage procession that embodies various values of benefit. The community believes that by carrying out this tradition, they will obtain various benefits and avoid harm, so that the tradition can be fully integrated into community life, 2) Peter Ludwig Berger's analysis of social construction in the prohibition tradition dek jadi ngepuk occurs in three dialectics: First (externalization), the existence of beliefs from ancestors which contain myths. Second (objectification), the adjustment of individuals to beliefs about values of benefit and harm. Third, (internalization) which occurs among the upper-middle class, lower-middle class, and communities that do not preserve the tradition. These three dialectics are always at play in society, so that the prevailing tradition is still preserved.

ARABIC:

تبنى سكان قرية كيموجا تقليدًا زواجيًا متوارثًا عن أجدادهم، يُعرف باسم "ديك جادي نجبوك"، يحظر على الزوج والزوجة السكن معًا قبل وليمة العرس (حفل الزفاف)، حتى لو كانا متزوجين شرعًا. مع ذلك، ووفقًا للشريعة الإسلامية والقانون الوضعي، فإن وليمة العرس ليست شرطًا لصحة الزواج. ويعود سبب هذا الحظر إلى أهمية الفوائد التي يجب أن يجنيها العروسان وتجنبهما مختلف الأضرار. لذا، تهدف هذه الدراسة إلى: 1) فهم مغزى الحكمة المحلية الكامنة في تقليد "ديك جادي نجبوك". 2) فهم البنية الاجتماعية لمجتمع قرية كيموجا فيما يتعلق بهذا التقليد من منظور البناء الاجتماعي لبيتر لودفيج بيرغر.

هذا البحث تجريبي ذو منهج نوعي، إذ يركز على الملاحظة المباشرة لممارسات الزواج التقليدية. وتعتمد بيانات البحث على مصادر أولية وثانوية. تم الحصول على البيانات الأولية من خلال مقابلات مع مُستطلَعين، بمن فيهم الزعماء التقليديون، والزعماء الدينيون، والممارسون التقليديون. أما البيانات الثانوية، فشملت بيانات داعمة كالسجلات، والقانون رقم 1 لسنة 1974، ومصادر أدبية أخرى لتحليل المشكلة. تضمنت مراحل هذا البحث الملاحظة، والمقابلات، والتوثيق المباشر. بعد جمع البيانات، أُجريت معالجتها وتحليلها، وشملت: معالجة البيانات، وتصنيفها، وتحليلها، والتحقق من صحتها، واستخلاص النتائج.

ومن نتائج هذه الدراسة: 1) إن تقليد "بان ديك جادي نغبوك" (موكب الزفاف) هو موكب زواج يجسد قيمًا متعددة للرفاهية. إذ يحظى الزوجان بامتيازات خاصة وسعادة غامرة بعد حفل الزفاف، ويواجهان عقوبات في حال مخالفتهما لهذا التقليد. هذا التقليد راسخ بعمق في المجتمع. 2) يُحلل بيتر لودفيج بيرغر البناء الاجتماعي لتقليد تحريم "ديك جادي نيبوك" من خلال ثلاث جدليات: أولها (التجسيد الخارجي)، أي وجود معتقدات أجداد تتضمن أساطير. ثانيها (التجسيد الموضوعي)، أي تكييف الفرد لمعتقداته مع قيم المنفعة والضرر. ثالثها (الاستيعاب الداخلي)، الذي يحدث بين الطبقة المتوسطة العليا، والطبقة المتوسطة الدنيا، وأولئك الذين لا يحافظون على التقاليد. وتدور هذه الجدليات الثلاث باستمرار داخل المجتمع، مما يُسهم في الحفاظ على التقاليد القائمة.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Fakhruddin, Fakhruddin and Rouf, Abd.
Keywords: Dek Jadi Ngepuk; Perkawinan; Konstruksi Sosial; Marriage; Social Construction; ديك جادي عفوك؛ الزواج؛ البناء الاجتماعي
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Saddam Arifandi
Date Deposited: 10 Apr 2026 14:54
Last Modified: 10 Apr 2026 14:54
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/84088

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item