Uji antikanker fibrosarkoma ekstrak kloroform bunga sirsak (Annona Muricata. l) secara in vivo serta identifikasi golongan senyawa aktif dengan UV-VIS dan FTIR

Aminnudin, Ahmad (2014) Uji antikanker fibrosarkoma ekstrak kloroform bunga sirsak (Annona Muricata. l) secara in vivo serta identifikasi golongan senyawa aktif dengan UV-VIS dan FTIR. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
10630023.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Usaha penyembuhan kanker fibrosarkoma dengan pengobatan modern belum mampu memberikan hasil yang memuaskan sehingga dilakukan dengan cara-cara pengobatan alternatif tradisional yang berasal dari tumbuhan, salah satunya adalah tanaman Sirsak (Annona muricata) yang dimanfaatkan sebagai obat alternatif kanker fibrosarkoma. Allah berfirman dalam al Quran surat asy Syuara ayat 7 bahwa Allah memerintahkan untuk memikirkan apa yang telah diciptakan di bumi berupa tumbuh-tumbuhan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari ekstrak kloroform bunga Sirsak dalam menghambat pertumbuhan kanker fibrosarkoma dan untuk mengetahui senyawa aktif yang terkandung di dalam ekstrak bunga Sirsak.

Ekstraksi tanaman menggunakan metode maserasi dengan pelarut kloroform selama 24 jam. Ekstrak yang didapat dipisahkan dari pelarutnya menggunakan rotary evaporator dengan pengaliran gas N2. Ekstrak pekat selanjutnya digunakan untuk pengujian efek antikanker secara in vivo. Kemudian identifikasi golongan senyawa aktif menggunakan metode KLT dengan eluen n- heksana:etil asetat (6:4) diamati noda dengan lampu UV 366 nm untuk selanjutnya dikerok noda yang terbentuk dan dilarutkan dengan kloroform. Isolat yang diperoleh diidentifikasi dengan Spektrofotometer UV-Vis dan Infra Merah.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kloroform bunga Sirsak memiliki aktivitas sebagai antikanker fibrosarkoma pada hewan uji yang diinduksi DMBA pada dosis 25 mg/kg BB dengan persentase hambatan pertumbuhan kanker sebesar 3,1%. Hasil kromatografi lapis tipis menunjukkan bahwa senyawa yang terpisah dengan eluen n-heksana:etil asetat adalah senyawa steroid dengan terbentuknya noda warna ungu. Hasil identifikasi golongan senyawa steroid dengan UV-Vis dan FTIR terdapat pada panjang gelombang 274 nm dan 321 nm diakibatkan oleh adanya transisi elektron dari π-π* dan transisi elektron dari η- π*. Hasil identifikasi dengan Infra Merah bahwa golongan senyawa steroid tersebut memiliki gugus fungsi O-H, C=O, C=C, C-H, dan C-O.

ENGLISH:

The efforts of fibrosarcoma cancer treatment with modern medicine has not been able to deliver satisfactory results, so done in ways traditional alternative medicine originating from plants, one of which plant is a Soursop (Annona muricata) is used as an alternative medicine cancer fibrosarcoma. Allah says in the Quran letter asy Syuara verse 7 that God commanded to think of what has been created in the earth in the form of herbs are good. The purpose of this study was to determine the effect of chloroform extracts of Soursop interest in inhibiting the growth of fibrosarcoma cancer and to determine the active compounds contained in extracts of Soursop flowers.

Plant extraction using maceration method with chloroform for 24 hours. The extract obtained was separated from the solvent using a rotary evaporator with a N2 gas flow. Concentrated extract was subsequently used for testing anticancer effects with in vivo. Then, the identification of classes of active compounds using TLC with eluent n-hexane: ethyl acetate (6: 4) observed the stain with 366 nm UV light for the next scraped off stains formed and dissolved with chloroform. Isolates obtained were identified by UV-Vis spectrophotometer and Infra Red.

The results of the study showed that the chloroform extract Soursop flowers have anticancer activity in animal test fibrosarcoma induced DMBA at a dose of 25 mg / kg body weight by percentage of growth inhibition of cancer by 3.1%. Results of thin-layer chromatography showed that the compounds were separated with eluent n-hexane: ethyl acetate is a steroid compound with the formation of a purple stain. The results of the identification of classes of steroid compounds with UV-Vis and FTIR are at a wavelength of 274 nm and 321 nm caused by the transition of electrons from the π-π * and the transition of electrons from η- π *. Infrared identification results with that group of steroid compounds that have a functional group O-H, C = O, C = C, C-H, and C-O.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Muti’ah, Roihatul and Fauziyah, Begum
Keywords: Annona muricata; antikanker; fibrosarkoma; in vivo; UV-Vis; FTIR; Annona muricata; cancer; fibrosarcoma; in vivo; UV-Vis; FTIR
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 12 Jan 2018 09:14
Last Modified: 12 Jan 2018 09:14
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8395

Actions (login required)

View Item View Item