Responsive Banner

Kesetaraan hak pekerja penyandang Disabilitas perspektif teori keadilan Amartya Sen dan Maslahah Mursalah: Studi perbandingan antara Indonesia dan Jerman

Badriyah, Nisa Hasanatul (2026) Kesetaraan hak pekerja penyandang Disabilitas perspektif teori keadilan Amartya Sen dan Maslahah Mursalah: Studi perbandingan antara Indonesia dan Jerman. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
220203110069.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

(1MB)

Abstract

ABSTRAK

Kesetaraan hak Pekerja penyandang disabilitas merupakan isu penting dalam hukum ketenagakerjaan dan hak asasi manusia, terutama dalam menjamin akses kerja yang adil dan non-diskriminatif bagi kelompok rentan. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi yang mengatur perlindungan dan pemenuhan hak pekerja penyandang disabilitas, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait lemahnya pengaturan sanksi dan mekanisme pengawasan. Berbeda dengan Indonesia, Jerman telah mengembangkan sistem hukum ketenagakerjaan yang lebih komprehensif melalui pengaturan kuota, sanksi finansial, serta pembentukan lembaga perwakilan pekerja penyandang disabilitas. Perbedaan tersebut menimbulkan persoalan yuridis mengenai efektivitas perlindungan hak pekerja penyandang disabilitas dalam mewujudkan keadilan substantif.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesetaraan hak pekerja penyandang disabilitas melalui perbandingan pengaturan hukum di Indonesia dan Jerman dalam perspektif maslahah mursalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan di Indonesia dan Jerman, bahan hukum sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah, serta bahan hukum tersier berupa kamus hukum dan sumber informasi resmi peraturan perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan kesetaraan hak pekerja penyandang disabilitas di Indonesia secara normatif telah mengakui prinsip perlindungan dan non-diskriminasi, namun belum didukung oleh mekanisme sanksi yang tegas dan instrumen kelembagaan yang efektif sebagaimana diterapkan di Jerman. Dalam perspektif maslahah mursalah, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan mafsadah karena menghambat pemenuhan hak kerja kelompok rentan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan kebijakan afirmatif yang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan substantif, dan perlindungan hak pekerja penyandang disabilitas guna mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan.

ABSTRACT

Equal rights for workers with disabilities are a crucial issue in labor law and human rights, particularly in ensuring fair and non-discriminatory access to employment for vulnerable groups. Although Indonesia has regulations governing the protection and fulfillment of the rights of workers with disabilities, their implementation still faces various obstacles, particularly related to weak sanctions and oversight mechanisms. Unlike Indonesia, Germany has developed a more comprehensive labor law system through quotas, financial sanctions, and the establishment of representative bodies for workers with disabilities. These differences raise legal issues regarding the effectiveness of protecting the rights of workers with disabilities in realizing substantive justice.
This study aims to analyze the equality of workers' rights for people with disabilities through a comparison of legal regulations in Indonesia and Germany from a maslahah mursalah perspective. This study uses a normative juridical research method with a statutory and comparative legal approach. The legal materials used include primary legal materials in the form of laws and regulations in Indonesia and Germany, secondary legal materials in the form of books and scientific journals, and tertiary legal materials in the form of legal dictionaries and official sources of information on laws and regulations.
The research findings indicate that the regulation of equal rights for workers with disabilities in Indonesia normatively recognizes the principles of protection and non-discrimination, but is not yet supported by a firm sanction mechanism and effective institutional instruments, as implemented in Germany. From a maslahah mursalah perspective, this situation has the potential to cause harm because it hinders the fulfillment of the employment rights of vulnerable groups. Therefore, strengthening regulations and affirmative policies that are oriented towards the welfare, substantive justice, and protection of the rights of workers with disabilities is necessary to realize an inclusive and equitable employment system.

مستخلص البحث

تُعدّ المساواة في الحقوق للعمال ذوي الإعاقة قضيةً جوهريةً في قانون العمل وحقوق الإنسان، لا سيما في ضمان حصول الفئات الضعيفة على فرص عمل عادلة وغير تمييزية. ورغم وجود لوائح في إندونيسيا تُنظّم حماية حقوق العمال ذوي الإعاقة وإعمالها، إلا أن تطبيقها لا يزال يواجه عقباتٍ عديدة، خاصةً فيما يتعلق بضعف آليات الجزاءات والرقابة. وعلى عكس إندونيسيا، طوّرت ألمانيا نظامًا قانونيًا أكثر شمولًا للعمل من خلال نظام الحصص، والجزاءات المالية، وإنشاء هيئات تمثيلية للعمال ذوي الإعاقة. وتُثير هذه الاختلافات تساؤلاتٍ قانونيةً حول فعالية حماية حقوق العمال ذوي الإعاقة في تحقيق العدالة الموضوعية.
تهدف هذه الدراسة إلى تحليل المساواة في حقوق العمال للأشخاص ذوي الإعاقة من خلال مقارنة الأنظمة القانونية في إندونيسيا وألمانيا، وذلك من منظور المصلحة المرسلة. وتستخدم الدراسة منهج البحث القانوني المعياري، مع التركيز على المقاربة القانونية المقارنة. وتشمل المصادر القانونية المستخدمة المصادر القانونية الأولية المتمثلة في القوانين واللوائح في إندونيسيا وألمانيا، والمصادر القانونية الثانوية المتمثلة في الكتب والمجلات العلمية، والمصادر القانونية الثالثية المتمثلة في المعاجم القانونية والمصادر الرسمية للمعلومات المتعلقة بالقوانين واللوائح.
تشير نتائج البحث إلى أن تنظيم حقوق العمال ذوي الإعاقة في إندونيسيا يعترف، من الناحية القانونية، بمبادئ الحماية وعدم التمييز، ولكنه لا يزال يفتقر إلى آلية عقابية فعّالة وأدوات مؤسسية ناجعة، كما هو الحال في ألمانيا. ومن منظور المصلحة المتبادلة، يُحتمل أن يُلحق هذا الوضع ضرراً بالغاً لأنه يعيق إعمال حقوق العمل للفئات الضعيفة. لذا، فإن تعزيز الأنظمة والسياسات الداعمة التي تُعنى برفاهية العمال ذوي الإعاقة، وتحقيق العدالة الموضوعية، وحماية حقوقهم، أمرٌ ضروري لتحقيق نظام توظيف شامل وعادل

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Wardani, Sheila Kusuma
Keywords: ¬Kata kunci : Kesetaraan Hak Pekerja, Penyandang Disabilitas, Perbandingan Hukum, Maslahah Mursalah Keyword : Equal Rights of Workers, Persons with Disabilities, Comparative Law, Maslahah Mursalah الكلمات المفتاحية: المساواة في حقوق العمال، الأشخاص ذوو الإعاقة، القانون المقارن، المصلحة المرسلة
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180106 Comparative Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180116 International Law (excl. International Trade Law)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara
Depositing User: Nisa Hasanatul Badriyah
Date Deposited: 12 Mar 2026 13:39
Last Modified: 12 Mar 2026 13:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/83923

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item