Pengaruh suhu dan lama perendaman dalam pelarut air terhadap kadar formalin ikan asin Belanak (Mugil Cephalus)

Farid, Moh (2014) Pengaruh suhu dan lama perendaman dalam pelarut air terhadap kadar formalin ikan asin Belanak (Mugil Cephalus). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09630044.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Ikan asin merupakan salah satu bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun masyarakat tidak menyadari bahwa banyak beredar dipasar ikan asin yang berformalin yang dapat membahayakan terhadap kesehatan tubuh dan merupakan bahan makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu dan waktu yang diperlukan agar formalin dalam ikan asin dapat berkurang.

Metode yang digunakan untuk menurunkan kadar formalin pada bahan makanan khususnya ikan asin yaitu dengan menggunakan perendaman dalam air. Perendaman ikan asin dilakukan dengan menggunakan variasi suhu dan waktu perendaman. Tahapandaripenelitianiniadalahdimulai dengan pembuatan ikan asin dengan penambahan formalin dengan konsentrasi 4 %. Ikan yang digunakan merupakan ikan belanak segar. Variasi suhu yang digunakan adalah 40 oC, 50 oC, 60 oC dan 70 oC sedangkan variasi waktu yang digunakan adalah 10, 15, 20 dan 25 menit. Analisis kadar formalin menggunakan asam kromatofat dan UV-Vis.

Hasil analisis kadar formalin menggunakan UV-Vis adalah suhu yang terbaik untuk menurunkan kadar formalin pada ikan asin yaitu 70 oC sebesar 80,19 % dan waktu yang terbaik dalam menurunkan kadar formalin yaitu 25 menit sebesar 95,62 %. Uji statistik menggunakan ragam varian minitab ANOVAyang menunjukkan bahwa adanya pengaruh terhadap penurunan kadar formalin ikan asin dan menghasilkan suhu dan waktu terbaik yaitu pada suhu70 oC dan pada waktu 25 menit.

ENGLISH:

The salted fish is one that is frequently consumed foods by the general public, but people do not realize that a lot of salted fish in the market that contained formaldehyde that can endanger the health of the body and is a food that is not suitable for consumption. The purpose of this study was to determine the temperature and the time required for formaldehyde in salted fish can be reduced.

The formaldehyde method used to reduce levels in foods, especially salted fish is by using immersion in water. Soaking dried fish is done by using variations in temperature and immersion time. Stages of the study was initiated with the addition of making salted fish with formalin at a concentration of 4%. The fish used is fresh mullet. Variations in temperature used is 40°C, 50°C, 60°C, and 70°C while the variation of time used is 10, 15, 20 and 25 minutes. Analysis of the levels of formaldehyde using acid kromatofat and UV-Vis.

The analysis results of formaldehyde levels using UV-Vis is the best temperature to reduce levels of formaldehyde in salted fish is 70 ° C by 80.19% and the best time to reduce levels of formaldehyde that is 25 min for 95.62%. Test statistics using Minitab ANOVA variance variant which shows that the influence of the decreased levels of formaldehyde salted fish and produce temperature and the best time is at a temperature of 70 ° C and 25 minutes at a time.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Jannah, Akyunul and Abtokhi, Ahmad
Keywords: Penurunan kadar formalin; Ikan asin; danAsam kromatofat; Decreased Levels of Formaldehyde; Salted Fish; and Acid Cromatofat
Departement: Fakultas Sains dan Teknologi > Jurusan Kimia
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 13 Oct 2017 07:33
Last Modified: 13 Oct 2017 07:33
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/8255

Actions (login required)

View Item View Item