prayogo, mochamad hendro (2025) Pengaruh pengasuhan orang tua anggota komunitas Bantengan terhadap tumbuh kembang dan perilaku anak perspektif Undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak: Studi kasus komunitas Bantengan Garuda Ciliwung Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
210201110164.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. (2MB) |
Abstract
ABSTRAK
Kesenian Bantengan merupakan bagian penting dari warisan budaya masyarakat Malang, tetapi keterlibatan orang tua sebagai anggota aktif komunitas seni ini memunculkan isu signifikan terkait pola pengasuhan anak dalam keluarga. Kegiatan pementasan Bantengan yang sering kali berlangsung hingga larut malam di lingkungan sosial yang berpotensi kurang kondusif (termasuk adanya unsur dewasa atau perbuatan yang tidak layak) berisiko mengurangi pengawasan orang tua dan berdampak negatif pada tumbuh kembang serta perilaku anak. Penelitian ini berfokus pada bentuk pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua anggota Komunitas Bantengan Garuda Ciliwung dan menganalisis kesesuaiannya dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan orang tua, pembina paguyuban, dan guru, didukung oleh data sekunder dari literatur dan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua umumnya menerapkan pola pengasuhan yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, sopan santun, dan tanggung jawab, selaras dengan nilai-nilai budaya Bantengan.
Namun, temuan kunci menunjukkan bahwa keterlibatan intens orang tua dalam kegiatan komunitas menyebabkan berkurangnya waktu pengawasan di rumah, yang kemudian memengaruhi perilaku anak (seperti kurang disiplin) dan motivasi belajar mereka. Dari perspektif UU No. 35 Tahun 2014, sebagian praktik pengasuhan tersebut belum sepenuhnya memenuhi prinsip perlindungan anak. Khususnya, terdapat pengabaian terhadap kewajiban untuk memastikan hak anak atas pengawasan yang optimal dan perlindungan dari pengaruh buruk lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan pemahaman orang tua mengenai pengasuhan yang efektif dan seimbang demi mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
ABSTRACT
Bantengan art is an important part of the cultural heritage of the Malang community, but the involvement of parents as active members of this art community raises significant issues related to family parenting patterns. Bantengan performance activities, which often last until late at night in a potentially less conducive social environment (including adult elements or indecent acts), risk reducing parental supervision and negatively impacting children's development and behavior. This study focuses on the form of parenting applied by parents who are members of the Garuda Ciliwung Bantengan Community and analyzes its compliance with the provisions of Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. This research uses an empirical juridical method with a qualitative approach. The results show that parents generally apply parenting patterns that instill values of discipline, politeness, and responsibility, which are consistent with the cultural values of Bantengan. However, key findings indicate that the intense involvement of parents in community activities leads to a reduction in supervision time at home, which subsequently affects children's behavior (such as lack of discipline) and their learning motivation. From the perspective of Law No. 35 of 2014, some of these parenting practices have not fully met the principles of child protection. In particular, there is a neglect of the obligation to ensure the child's right to optimal supervision and protection from negative environmental influences. This study concludes that there is a need to improve parental understanding of effective and balanced parenting to optimize child development.
مستخلص البحث
يُعد فن بانتينغان جزءًا مهمًا من التراث الثقافي لمجتمع مالانج، ولكن مشاركة الآباء كأعضاء نشطين في هذه الجماعة الفنية تُثير قضايا مهمة تتعلق بأنماط تربية الأطفال داخل الأسرة. أنشطة عروض بانتينغان التي غالبًا ما تستمر حتى وقت متأخر من الليل في بيئة اجتماعية قد تكون غير مواتية (بما في ذلك العناصر البالغة أو الأفعال غير اللائقة)، تُخاطر بالتقليل من إشراف الوالدين وتؤثر سلبًا على نمو الأطفال وسلوكهم. يركز هذا البحث على شكل التربية المطبقة من قبل الآباء الأعضاء في جماعة بانتينغان غارودا سيليو وونغ ويُحلل مدى توافقها مع أحكام القانون رقم 35 لسنة 2014 بشأن حماية الطفل. استخدم هذا البحث المنهج القانوني التجريبي بالمدخل النوعي. تُشير النتائج إلى أن الوالدين يطبقون بشكل عام أنماط تربوية تغرس قيم الانضباط، واللياقة، والمسؤولية، بما يتماشى مع القيم الثقافية لفن بانتينغان. ومع ذلك، تُظهر النتائج الرئيسية أن المشاركة المكثفة للوالدين في أنشطة الجماعة تُؤدي إلى انخفاض وقت الإشراف في المنزل، مما يؤثر بعد ذلك على سلوك الأطفال (مثل قلة الانضباط) ودافعيتهم للتعلم. من منظور القانون رقم 35 لسنة 2014، لم تُلبي بعض ممارسات التربية هذه مبادئ حماية الطفل بشكل كامل. وعلى وجه الخصوص، هناك إهمال للالتزام بضمان حق الطفل في الإشراف الأمثل والحماية من التأثيرات البيئية السلبية. ويخلص هذا البحث إلى ضرورة زيادة فهم الوالدين للتربية الفعالة والمتوازنة من أجل تحقيق أقصى قدر من النمو للأطفال.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Supervisor: | prayogo, mochamad hendro |
| Keywords: | : Pengasuhan, Kesenian Bantengan, Anak Parenting, Bantengan Art, Children الرعاية الوالدية، فن البانتينغان، الطفل |
| Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
| Depositing User: | mochamad hendro prayogo |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 09:34 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 09:34 |
| URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/82306 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |
