Penguatan Pendidikan Agama Islam di sekolah lanjutan tingkat pertama: Studi multikasus di MTsN Kepanjen dan SMPN I Kepanjen

JUNAIDAH, JUNAIDAH (2012) Penguatan Pendidikan Agama Islam di sekolah lanjutan tingkat pertama: Studi multikasus di MTsN Kepanjen dan SMPN I Kepanjen. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09770008.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (5MB) | Preview

Abstract

INDONESIA :

Untuk meningkatkan perkembangan pendidikan agama Islam siswa di sekolah, salah satu cara adalah dengan memberikan penguatan (reinforcement) pada pelaksanaan pendidikan agam Islam yang tepat kepada siswa. Dengan memberikan penguatan, siswa merasa dihargai segala usaha dan juga prestasinya, serta meningkatkan perhatian siswa belajar PAI. Karena sekecil apapun tindakan guru akan membawa dampak positif dan negatif kepada siswa.

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui : 1) Bentuk penguatan pendidikan agama Islam. 2) Mengetahui dampak atau hasil (positif dan negatif) adanya penguatan bagi pelaksanaan pendidikan agama Islam di MTsN Kepanjen dan SMPN I Kepanjen.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Lokasi penelitian di MTsN Kepanjen dan SMPN I Kepanjen. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum, guru PAI SMPN I Kepanjen, dan Guru Akidah Akhlaq MTsN Kepanjen, serta guru pembina ektrakurikuler keagamaan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dua tahap yaitu analisis data kasus indivisu dan analisis data lintas kasus. Pengecekan keabsahan data melalui derajat kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian.
\
Temuan penelitian menunjukkan 1) Bentuk penguatan pada pelaksanaan pendidikan agama Islam di MTsN Kepanjen dan SMPN I Kepanjen adalah pertama, bentuk verbal (verbal reinforcement) yaitu berupa kata atau kalimat baik atau pujian. Kedua, memberikan penghargaan pada siswa yang menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ketiga, hukuman bagi yang melanggar. Keempat, kegiatan keagamaan dan beribadah menciptakan budaya beragama di sekolah. Perbedaan bentuk penguatan PAI adalah banyaknya mata pelajaran pendidikan agama Islam yang diajarkan dan jenis kegiatan keagamaan Islam. 2) Dampak atau hasil adanya pemberian penguatan adalah dampak bersifat positif yaitu banyak kegiatan PAI dapat menguatkan, memotivasi, melatih dan membiasakan siswa beribadah dan memahami PAI dengan baik. Sehingga meningkatkan perkembangan PAI. Siswa merasa dihargai sehingga lebih aktif. Dampak bersifat negatif yaitu jika penguatan diberikan dengan tidak beraturan dan diberikan dengan tidak hati-hati menimbulkan kecemburuan siswa lainnya, sehingga memicu siswa membenci guru dan pelajaran PAI. Memberikan pujian dan hadiah dengan berlebihan, menimbulkan ketergantungan siswa. Jika terjadi kapasifan maka penguatan tidak bisa dilakukan pada proses pembelajaran tersebut.

ENGLISH :

In enhancing the development of Islamic religious education of students in the school, there is one way that can be applied by educators is to provide reinforcement (reinforcement) on the implementation of the Islamic religion proper education to students. By providing reinforcement, students feel appreciated all the efforts and achievements, as well as increased interest in student learning PAI. Because no matter how small the action of teachers will bring positive and negative effects to the students.

The purpose of this study was to determine: 1) the form of strengthening of Islamic religious education. 2) Examine the impact or outcomes (positive and negative) for strengthening the implementation of Islamic religious education in MTsN Kepanjen and SMPN I Kepanjen.

This study used a qualitative approach with a multi-case study design. Kepanjen MTsN research location and SMPN I Kepanjen. Informants in this study is the principal or vice-principal, waka curriculum, teachers and teacher coaches PAI religious ektrakurikuler if any. Data collection techniques using in- depth interviews, participant observation and documentation. Data analysis was done in two stages indivisu case data analysis and data analysis across cases. Checking the validity of the data through the degree of trust, keteralihan, dependency and certainty.

The study's findings indicate 1) Shape strengthening the implementation of Islamic religious education in MTsN Kepanjen and SMPN I Kepanjen is first, a verbal form (verbal reinforcement) in the form of either a word or a sentence or a compliment. Second, to reward students who complete the job. Third, the penalties for noncompliance. Fourth, religious activities and create a culture of religious worship in schools. The difference is that many forms of strengthening Islamic subjects are taught Islamic education and Islamic religious activities. 2) The impact or results of any provision of positive reinforcement is the impact of the many activities PAI can strengthen, motivate, train and retain students PAI worship and understand well. Thereby enhancing the development of PAI. Students feel valued so that more active. The impact is negative reinforcement that if given the irregular and given with caution not cause envy of other students, so that the student and the teacher hates PAI lessons. Giving praise and gifts with excessive, causing dependency students. If there kapasifan it can not be done on strengthening the learning process.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Badruddin, Badruddin and Zainuddin, M
Keywords: Penguatan (reinforcement); Pendidikan Agama Islam; Reinforcement; Islamic Education
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi magister Pendidikan Agama Islam
Depositing User: aida nurul faroha
Date Deposited: 18 Aug 2017 11:14
Last Modified: 18 Aug 2017 11:14
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7912

Actions (login required)

View Item View Item