Responsive Banner

Eksistensi pondok pesantren salaf dalam pemberdayaan masyarakat: Studi tentang peran Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton Probolinggo dalam pemberdayaan masyarakat sekitar

Fauzi, Moh. Mansur (2012) Eksistensi pondok pesantren salaf dalam pemberdayaan masyarakat: Studi tentang peran Pondok Pesantren Nurul Qadim Paiton Probolinggo dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
10770024.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (19MB)

Abstract

INDONESIA :

Program pemberdayaan terhadap masyarakat sangat penting dalam rangka menunujukkan bahwa pondok pesantren salaf tidak hanya mampu berperan dalam bidang keagamaan namun juga mampu berperan dalam pemberdayaan pada masyarakat sekitar baik dibidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah. Peran pondok pesantren dalam bentuk pemberdayaan masyarakat secara substansinya jelas mengarah kepada sarana terjalinnya komunikasi antara pesantren dengan masyarakat sekitar. Sehingga dengan hal tersebut dapat saling memberikan kemajuan dan pengalaman antara satu dengan yang lain, bukan saja dalam bidang pendidikan tapi dalam berbagai bidang yang menjadi tuntunan pesantren harapan masa depan. Secara umum, fisik bangunan PPNQ dan output yang dihasilkan bisa berorientasi ke arah yang lebih maju, namun satu yang perlu disoroti adalah peran PPNQ secara optimal dalam pemberdayaan masyarakat sangatlah urgent, guna terwujudnya pesantren yang bermutu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan lewat wawancara, observasi, dokumentasi. Selanjutnya mencari informan yang bergulir dari informan satu ke informan yang lain mengikuti prinsip bola salju (snowball sampling). Wujud data berupa kata-kata, catatan, laporan dan dokumen yang diperoleh dari para putra pengasuh, para asatidz, dan masyarakat secara umum. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan waktu dan ketekunan pengamatan, teknik triangulasi dan diskusi rekan sejawat, serta menggunakan referensi.

Adapun penemuan penelitian menerangkan bahwa; (1) Pemberdayaan PPNQ Paiton dalam Bidang Pendidikan; PPNQ telah mewujudkan peranannya pada masyarakat sekitar dengan mendirikan 15 Madrasah Diniyah Cabang yang dikelolah bersama antara pesantren dan masyarakat, sedangkan untuk kekurangan instruktur PPNQ mengirimkan sekitar 45 santri untuk mengajar setiap harinya. (2) Pemberdayaan PPNQ Paiton dalam Bidang Sosial; Pertama; pembangunan masjid. PPNQ telah membangun 48 masjid yang tersebar di kecamatan Paiton. Kedua; pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan antar desa di kecamatan Paiton yang sebelumnya terpisah oleh aliran sungai, fungsinya meningkatkan mobilitas warga dalam bidang sosial-ekonomi. Ketiga; penghijaun

dengan menanam 1000 pohon kelapa, Sepanjang jalan menuju PPNQ, sekitar 1 KM dari jalan raya, dipenuhi dengan pohon kelapa di sisi kanan maupun kiri jalan. Sehingga pada tahun 1993, desa ini pernah mendapatkan juara I tingkat provinsi dalam bidang penghijauan. (3) Pemberdayaan PPNQ Paiton dalam Bidang Dakwah Islamiyah; Pertama; aktivitas dakwah “Syubbanul Muslimin”. Kedua; Sarwaan, Ketiga; Majlis Ta’lim al-Mar’atus Shalihah, Keempat; JTI (Jam’iyah Taqarrub Ilallah). (4) Model pemberdayaan PPNQ terhadap masyarakat; Model pemberdayaannya menggunakan Metode Partisipatory Assesment (MPA) dengan pendekatan aspiratif, akomodatif dan eksekusi. Sedangkan Model relasi antara Pesantren dan Masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan menggunakan hubungan “induk semang-klien”, di mana di dalamnya terjadi hubungan timbal balik.

ENGLISH :

Empowering program for society is great of importance to present that pondok pesantren salaf plays significance not only in religious field but also in education, social, and Islamic mission. Pondok pesantren role in empowering society is substantively obvious as a means of mutual communication between pesantren and society. Of this relationship, it can mutually provide advance and experience one another in the field of education and others which are necessary for pesantren in the future. Commonly, physical building of PPNQ and its output are hopefully oriented to more advance. And optimum pesantren role in empowering society is urgently no exception for the sake of a qualified institution.

This research employed qualitative research approach with descriptive- analysis method. Data collection was technically done through interview, observation, and documentation then seeking one informant to another following snowball sampling rule. The data record such as words, notes, reports, and documents which derive from the director’s family, teachers, and common people. The data analysis was technically done through data reduction, serving data, and drawing conclusion. Whereas data validation was done within extra time and observation discipline, triangulation technique, discussion among colleagues, and reference use.

In addition, some research findings showed that: (1) in term of Empowering PPNQ for education field, it is found that PPNQ actualized its role to the society. It can be seen from the evidence that PPNQ established fifteen affiliation of Madrasah Diniyah managed by pesantren and society. To anticipate the lack of teacher, the institution sent its forty five best students teaching every month. (2) in social field, first: PPNQ established forty eight mosques all over Paiton district. Second, PPNQ participated in building the bridge which linked among villages in Paiton which were gapped by the river previously then it is expected to promote socially and economically people activity mobility. Third, PPNQ succeeded a going green program by planting a thousand of coconut trees along the street into pesantren entrance. A kilometer of the highway, it can be seen the trees. That’s why, in 1993, the village then won the best village for going green category in East Java. (3) in Islamic mission and vision, PPNQ successfully first: carried out sermon activity “Syubbanul Muslimin”. Second; undertook ritual activity “Sarwaan” , Third; organized Majlis Ta’lim al-Mar’atus Shalihah, Fourth; JTI
(Jam’iyah Taqarrub Ilallah). (4) in empowering model towards society, PPNQ employed Partisipatory Assesment Method with aspiration, accommodative, and execution approach. Whereas, the model used in relation between pesantren and society in empowering activity was “induk semang-klien” relation, where it takes place reciprocal relationship.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Abidin, Munirul and Barizi, Ahmad
Contributors:
ContributionNameEmail
UNSPECIFIEDAbidin, MunirulUNSPECIFIED
UNSPECIFIEDBarizi, AhmadUNSPECIFIED
Keywords: Pemberdayaan Masyarakat Sekitar; eksistensi; Empowering Society Surrounding; Existence
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi magister Pendidikan Agama Islam
Depositing User: aida nurul faroha
Date Deposited: 18 Aug 2017 18:16
Last Modified: 18 Aug 2017 18:17
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7896

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item