نظرية مقاصد الشريعة عند أبي إسحاق الشاطبي وتقيّ الدّين النّبهاني: دراسة مقارتة

Jannah, Roudhlotul (2012) نظرية مقاصد الشريعة عند أبي إسحاق الشاطبي وتقيّ الدّين النّبهاني: دراسة مقارتة. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
08210035.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (13MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Allah telah menurunkan Syariah Islamiyah sebagai peraturan yang sempurna dalam kehidupan untuk seluruh hambaNya, dan Rasulullah SAW membawa syariah yang mulia ini untuk menjelaskannya kepada seluruh manusia bagaimana seharusnya manusia itu mengatur seluruh urusannya dengan Islam, sehingga kebahagiaan dapat terwujud dalam kehdupan.

Maka sesungguhnya keberadaan Syariah dari Sang Pencipta (Al-Khaliq) dan Sang Pengatur (Al- Mudabbir) yang merupakan hal yang penting (wajib) adanya, memiliki maksud (tujuan) tertentu dari Allah SWT, baik maksud-maksud itu bisa diketahui dengan akal atau yang harud dipahami apa adanya (secara Ta’abbdy dan Tauqifi).

Pembahasan-pembahasan tentang Maqashid Syariah sudah sangat banyak dilakukan oleh Ulama-ulama terdahulu (Al-Mutaqaddimun) atau ulama-ulama modern (Al-Mutaakhirun). Maka dari itu, Peneliti memfokuskan penelitiannya pada konsep Maqashid Syariah menurut dua tokoh yaitu Abu Ishaq Al-Syatibi dan Taqiyyuddin An-Nabhani, apa pengaruh konsep ini dalam metode ijtihad keduanya, hubungan teori ini dengan konsep maslahat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan keduanya.

Peneliti menganalisa perbedaan dua konsep ini dengan metode perbandingan. Peneliti mengumpulkan data-data sekunder yang berupa bahan hukum primer maupun sekunder yang sesuai dengan topik yang dimaksud, kemudian mengklasifikasikannya sesuai dengan sumbernya dan menganalisanya secara komprehensif.

Dari perbandingan ini, peneliti menemukan perbedaan-perbedaan baik secara mendasar maupun perbedaan cabang. Adapun perbedaan mendasar terletak pada konsep maslahat terhadap pentasyri’an hukum. Al-Syatibi berpendapat bahwa maslahat adalah ‘illat dalam pentasyri’an hukum, sedangkan An-Nabhani berpendapat bahwa maslahat adalah hasil dari penerapan syariah secara keseluruhan.

Terdapat juga perbedaan tentang kedudukan maslahat dalam keseluruhan hukum atau secara parsial. Perbedaan konsep-konsep ini menyebabkan munculnya perbedaan dalam memposisikan kedudukan maqashid syariah dalam proses ijtihad atau mengistinbath hukum.

ENGLISH:

Allah has revealed sharia as perfect rule in life to human beings, and Prophet Muhammad carried this noble sharia to explain to all of people about how people should manage all of their affairs with Islam, so that happiness can be realized in life. Actually the existence of Shariah, has particular intention (purpose) of Allah SWT, whether the purposes can be known by using mind or must be understood it is (in Ta'abbdy and Tauqifi).

Discussions about the purpose of Shariah have been done by many previous scholars (Al-Mutaqaddimun) or modern scholars (Al-Mutaakhirun). Therefore, the researchers focused her research on the concept of Sharia purpose according to two prominent: Abu Ishaq al-Syatibi and Taqiyyuddin An-Nabhani, the effects of this concept in both methods of ijtihad, the relationship of this theory with the concept of beneficiaries and everything related to both of them.

The Researcher analyzed the differences of these two concepts by using method of comparison. The Researcher collected secondary data in the form of primary and secondary legal materials which is appropriate to the topic, and then classified them based on the source and analyzed them comprehensively.

From this comparison, the researcher found some differences in main and pheriperal points of thought. The fundamental difference lies on the concept of tasyri’ legal beneficiaries. Al-Syatibi argued that the beneficiaries are tasyri’ is illat of the law, while An-Nabhani believes that the beneficiaries are the result of the implementation of sharia as a whole.

There are also differences about the beneficiary status in the laws or some of them. The difference of these concepts cause different way position ‘maqashid sharia’ in the process of ijtihad or istinbath.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Mahmudi, Zaenul and Sudirman, Sudirman
Keywords: مقاصد الشريعة; أبي إسحاق الشاطبي; وتقيّ الدّين النّبهاني; The Purpose of Sharia; Abu Ishaq Al-Syatibi; Taqiyyuddin An- Nabhani; Maqashid Syariah; Abu Ishaq Al-Syatibi; Taqiyyuddin An- Nabhani
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 14 Aug 2017 08:58
Last Modified: 14 Aug 2017 08:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7842

Actions (login required)

View Item View Item