Perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga dan implikasinya terhadap relasi suami istri di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat: Perspektif tuan guru dan aktivis gender

Husniati, Husniati (2014) Perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga dan implikasinya terhadap relasi suami istri di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat: Perspektif tuan guru dan aktivis gender. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
12780001.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Pada umumnya kehidupan berkeluarga di Indonesia menganut budaya patriarkhi yang menjadikan laki-laki sebagai tulang punggung ekonomi bagi keluarga, dan perempuan memiliki tugas reproduksi dan domestik. Akan tetapi kenyataannya banyak laki-laki yang tidak bisa menunaikan kewajibannya sebagai pencari nafkah dan harus digantikan oleh perempuan. Atas dasar itulah, peneliti mengangkat penelitian ini dengan judul ”Perempuan sebagai Tulang Punggung Ekonomi Keluarga dan Implikasinya terhadap Relasi Suami Istri di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat (perspektif Tuan Guru dan Aktivis Gender)“ dengan tujuan untuk mengetahui munculnya fenomena perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga dan implikasi posisi perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga terhadap relasi suami istri dan perspektif Tuan Guru dan Aktivis Gender terhadap perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga di Desa Gelogor.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan prosedur pengumpulan data dilakukan dengan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data melakukan tahapan nalisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah tahapan: (1) analisis selama pengumpulan data; (2) eduksi data; dan (3) Penyajian data. Untuk mengecek keabsahan data digunakan tiga langkah pemeriksaan, yaitu: (1) perpanjang keikutsertaan; (2) ketekunan pengamatan; dan (3) triangulasi dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, membandingkan apa yang dikatakan orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu; dan membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat.

Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa munculnya fenomena perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluaraga di Desa Gelogor disebabkan oleh kondisi suami yang sakit; suami meninggalkan kewajibannya; suami tidak memiliki keterampilan, dan penghasilan suami tidak menentu. Implikasi posisi perempuan terhadap relasi suami istri tetap berjalan dengan normal yang disebabkan oleh budaya patriarkhi dan kuatnya pemahaman karya ulama‟ klasik. Perspektif Tuan Guru terhadap perempuan sebagai tulang punggung keluarga yaitu membolehkan dan tidak membolehkan. Sedangkan Aktivis Gender sangat mendukung perempuan sebagai tulang punggung keluarga.

ENGLISH:

Spouse In general, family life in Indonesia adheres to a patriarchal culture that ensued men as the economic breadwinner for the family, and women have reproductive and domestic duties. However, in fact, many men cannot fulfill their obligations as breadwinners so that the obligation is replaced by women. Based on that fact, the researcher conduct this research by the title "women as the economic breadwinner of the family and its implication for the relation of husband-wife spouse in Gelogor village Kediri district western Lombok regency (Moslem scholar and gender activist perspective)" in order to know the emergence of the phenomenon of women as the economic breadwinner family toward the relation of husband-wife spouse and the perspective of Moslem scholar and gender activist toward the women as the economic breadwinner of the family in Gelogor village.

This is a qualitative study that uses data collection procedures by interview, observation, and documentation. Analyzing is data is done bythe following stages: (1) analyzing during data collection; (2) educating data; and (3) presenting data. To check the validity of the data,the researcher used three-step examinations: (1) extending participation; (2) persistence of observation; and (3) triangulation by comparing the data of observation with the data of interview, comparing what the people say in public with what is said privately, comparing what people say about the research situation with what is said all the time; and comparing the circumstances and the perspective of someone with various opinions.

Based on the research result, the emergence of the phenomenon of women as the economic breadwinner family in the Gelogorvillage is caused by a sick husband; a husband who leaves his obligations; a husband that does not have skill, and the husband's income that is uncertain. The implication of women position for the relation of husband-wife spouse runs normally because of the patriarchal culture and a strong understanding to classical scholars. The perspective of Moslem scholartoward the women as the economic breadwinner of the family is allowed and not allowed while gender activists strongly support women as the breadwinner of the family.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Sumbulah, Umi and Suwandi, Suwandi
Keywords: Perempuan; Tulang Punggung Ekonomi; Keluarga; Suami Istri; Women; Economic Breadwinner; Family; Husband-Wife
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Dian Anesti
Date Deposited: 14 Aug 2017 04:01
Last Modified: 14 Aug 2017 04:01
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7820

Actions (login required)

View Item View Item