Eskalasi poligami: Studi fenomena sosial masyarakat Kota Malang

Afandi, Sofyan (2013) Eskalasi poligami: Studi fenomena sosial masyarakat Kota Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11780004.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Di Indonesia Pernikahan Poligami diatur dengan sedemikian ketat dan kompleks, jika seorang ingin poligami dan mengacu pada peraturan negara yang ada maka pengajuan izin poligami kepada Pengadilan Agama selaku instansi yang berwenang menjadi hak asasi yang acapkali “Rumit”. Hal ini bukan berarti Pengadilan mempersulit perkara yang memang secara syar’i terakomodir legalitasnya, dengan adanya asas pintu tertutup terhadap model pernikahan tersebut setidaknya harapannya meminimalisir pihak-pihak yang nantinya dirugikan. Poligami sampai sekarang juga menjadi permasalahan yang tidak mudah untuk diterima dikalangan masyarakat terutama dikalangan wanita, dan seorang yang melakukan poligami selalu saja mendapatkan cibiran dari masyarakatnya tanpa tahu kenapa. Yang tidak biasa terjadi ketika poligami sudah tidak menjadi hal yang patologis dan tingginya angka pengajuan poligami diberbagai daerah khususnya di Kota Malang adalah menjadi indikasinya. Selanjutnya yang menarik untuk diteliti adalah fenomena apa sesungguhnya yang terjadi dengan adanya Eskalasi ini? Dan bagaimana latar- sosio masyarakat Kota Malang khususnya Para Poligam memahami poligami?

Penelitian ini berada di Kota Malang pertimbangan akademisnya adalah pertama : Malang dikenal sebagai kota pendidikan, baik pendidikan formal ataupun non-formal hal ini sangat didukung dengan tumbuh kembangnya instansi-instansi pendidikan yang berdiri kokoh, Asusmsi penulis berbicara tingginya angka poligami yang dicatatkan di pegadilan Agama mengindikasikan kesadarah hukum yang baik. Disinilah peneliti tertarik untuk menguji teori hukum dan sosial, karena penelitian ini adalah penelitian sosial maka tujuan ke-Kedua nya tentusaja untuk mengetahui konstruk dan motifasi para pelaku poligami.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengkolaborasikan paradigma Fenomenologis Naturalistik atau paradigma definisi sosial dengan menggunakan teori sosial Berger sebagai sebuah perspektif. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi non- partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Sementara analisis data dilakukan dengan menggunakan teknis analisis deskriptif kualitatif, yaitu dengan reduksi data, paparan/penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan selama dan sesudah penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sebab terjadinya eskalasi poligami sangat erat kaitannya dengan beberapa faktor : 1. Faktor Substansi Hukum. Yang mana secara normatif Islam didukung dengan perlindungan negara lewat Undang-Undang memberkan peluang untuk itu meskipun bunyi peraturannya terdapat peraturan yang cukup rumit. 2. Faktor Penegak Hukum, para hakim cenderung mempunyai prinsip mempermudah perkawinan lebh lebih poligami dari pada pengajuan perceraian, dengan dalih keadlian itu tidak bisa ditentukan dan dilihat dengan perangkat hukum yang ada. 3. Faktor Masyarakat, yang mana masyarakat telah terbangun image bahwasanya poligami adalah perkawinan yang legal secara Teks dan legis formal, serta faktor “keberanian” para pelaku untuk mencatatkan perkawinannya merupakan bagian yang penting. Kedua, motifasi keagamaan, sosial dan kebutuhan seksual para poligam yang mendorong mereka berpoligami, namun ada juga poligami dikarenakan “keterpaksaan”.

ENGLISH:

Polygamy has always become an interesting topic in daily conversation even though it has been arranged very strictly and complicated in reality. Polygamy cannot be undergone if the requirements are not pursued. Therefore, there comes an assumption that polygamy becomes one human right which is highly complicated. It does not mean that people complicate a syar’i case which is legal, but instead, it is expected that the very strict and complicated access to this kind of marriage might minimize the mudhorot. Also, polygamy has been unacceptable problem in Indonesia, especially for women. People practicing polygamy are usually mocked without knowing why. What is very uncommon to happen is when polygamy becomes one of social pathologies, in other districts, polygamy becomes very acceptable and sweet even. This is indicated by the high number of people proposing polygamy. Furthermore, what is very interesting to observe is what kind of phenomenon happens in this escalation? And how is the social background of people in Malang especially people practicing polygamy in understanding polygamy?

This study applied qualitative method which was combined with naturalistic and phenomenologist paradigm or social definition paradigm by applying social theory of Berger as a perspective. Data collection was undergone by using non-participant observation technique, interview, and documentation. Moreover, data analysis was done by applying descriptive qualitative analysis technique.

The result of the study showed that: First, polygamy escalation happened because of several factors: 1. Factor of Law Substance, meaning that it is supported by normative Islam which is also supported by the law of state through the regulations. The law of state gives chances for that even though the regulations sound very complicated. 2. Factor of Law Enforcement, judges tend to have principals to ease the process of marriage, even polygamy, than the process of divorce by saying that justice cannot be determined and observed only from the existing law enforcers. 3. Factor of Society, people have had the image that polygamy is a legal marriage in the form of text and is legislatively formal. Also, the factor of “bravery” owned by the practitioners to register their marriage is an important part. Second, motivation of religion, social, and sexual need of the polygamy practitioners have encouraged them to do polygamy; however, there is also a polygamy which is done because of being “forced.”

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Tamrin, Dahlan and Fadil, Fadil
Keywords: Eskalasi; Poligami; Escalation; Polygamy
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Indar Erdiana
Date Deposited: 11 Aug 2017 07:44
Last Modified: 11 Aug 2017 07:44
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7777

Actions (login required)

View Item View Item