Dispensasi nikah di bawah umur: Studi pandangan masyarakat Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

Ni'ami, Uswatun (2011) Dispensasi nikah di bawah umur: Studi pandangan masyarakat Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
09780015.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

INDONESIA:

Perkawinan di bawah umur mempunyai dampak-dampak negatif, di antaranya kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) menurun, kemiskinan meningkat, banyak pengangguran, terjadinya kekerasan, eksploitasi dan seks komersial anak, terjadinya perceraian dini, dan sebagainya. Oleh sebab itu, Undang-undang Perkawinan tidak menghendaki perkawinan anak-anak dengan membatasi usia perkawinan, yaitu 21 tahun. Namun, apabila hendak melangsungkan perkawinan di bawah umur 21 tahun, kedua calon mempelai harus mendapatkan izin dari orang tua dengan syarat tidak kurang dari umur 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Apabila keadaan mendesak untuk menikahkan anak di bawah usia tersebut, maka pihak yang bersangkutan harus mengajukan permohonan dispensasi nikah. Pada realitanya perkawinan anak-anak di bawah umur masih banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Permasalahan-permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini beserta tujuannya ialah untuk mengetahui latar belakang masyarakat melakukan perkawinan di bawah umur, kendala dan solusi yang dihadapi pasangan pernikahan di bawah umur dalam membina dan mempertahankan rumah tangga, serta pandangan masyarakat terhadap dispensasi nikah yang terdapat dalam Pasal
7 ayat (1) dan (2) UU No. 1 Tahun 1974.

Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dicek dengan metode triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil wawancara dan observasi dicocokkan dengan bukti dokumen, juga dengan pendapat-pendapat antar informan. Selain itu, peneliti juga mengecek keabsahan data antara hasil wawancara, observasi dan dokumen serta arsip lain.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kelurahan Buring melakukan pernikahan di bawah umur karena beberapa alasan, yaitu sudah tidak sekolah dan telah mendapatkan pekerjaan, dijodohkan, kekhawatiran akan terjadi perzinaan, dan hamil di luar nikah. Alasan-alasan tersebut dilatarbelakngi oleh beberapa faktor, yaitu faktor agama, sosial, pendidikan, ekonomi, psikologis dan yuridis-administratif. Pasangan menikah di bawah umur dan di bawah umur 20 tahun mengalami kendala dari sisi ekonomi dan psikologi. Namun, mereka tidak memiliki kiat-kiat khusus untuk menyelesaikan persoalan-persoalannya. Hal terpenting bagi mereka adalah bekerjasama dalam menyambung hidup dan tidak memperbesar masalah. Adapun dampak dari pernikahan tersebut ialah terjadinya eksploitasi anak, terampasnya hak-hak anak, terjadinya bias gender, minimnya pendidikan dan rendahnya kualitas (SDM). Sedangkan mengenai pandangan terhadap dispensasi nikah, ternyata masyarakat tidak mengetahuinya.

ENGLISH:

Underage marriage has many negative impacts, including the quality of education and human resources (HR) decreasing, poverty increasing, a lot of unemployment, violence, trafficking, the occurrence of early divorce, and so on. Therefore, the Marriage Act does not require underage marriage by limiting the age, namely 21 years old. However, if people want to establish a marriage under the age of 21 years old, both the prospective bride and bridegroom must obtain permission from their parents in the event that their ages are not less than 19 years old for male and 16 years old for female. In case that underage marriage is urgently required, both prospective bride and bridegroom must apply for marriage dispensations. As a matter of fact, underage marriage is still happening in various regions in Indonesia.

The questions examined in this study and its purpose are to know the people’s reasons in doing underage marriage, the problems encountered by underage marriage couples in establishing and maintaining the household and the solutions taken, as well as the society's view of marriage dispensations found in Article 7 paragraph (1) and (2) of Marriage Act no. 1 year 1974. This study used a phenomenological approach as a type of qualitative research. The methods used to collect data were observation, interviews, and documentation. Data validity was checked by the method of triangulation and discussion. (Find MCM2 triangulation)

The results of this study showed that people in Buring conducted underage marriage for several reasons. They are absence of going to school and employed, arranged marriage, preventing illegal intercourse and illegal pregnancy. These reasons were caused by several factors, i.e. religion, social, educational, economic, juridical-administrative and psychological factors. These factors arose because of the influence of parents, children themselves, the neighborhood/community, the government, educational and religious conditions. The underage marriage couple and those of fewer than 20-year-old couple experienced some problems economically and psychologically. However, they do not have special tips to solve their problems. The most important thing for them is to work cooperatively and not add the problem. As a result of these problems is the occurrence of children exploitation, children's missing-rights, gender bias, lack of education and low quality of human resources. While most people do not know about marriage dispensation.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Mufidah, Mufidah
Keywords: Dispensasi Nikah; Pandangan Masyarakat; Marriage Dispensations; Society Views
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Desi Latifah Hamzah
Date Deposited: 11 Aug 2017 07:48
Last Modified: 11 Aug 2017 07:48
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7774

Actions (login required)

View Item View Item