Pemikiran ulama Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan tentang penerapan nusyuz

Nuh, Maimunah (2011) Pemikiran ulama Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan tentang penerapan nusyuz. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09780009.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Di dalam Islam, cara menyelesaikan seorang istri yang melakukan nusyuz dijelaskan di dalam surat an-Nisa’ ayat 34. Penyelesaian ini dilakukan dengan tiga tahapan, di antaranya menasehati, meninggalkannya di tempat tidur, dan memukulnya. Pemukulan sering kali disalah artikan oleh masyarakat sebagai pendidikan bagi istri yang membangkang. Padahal kekerasan adalah hal yang dilarang di dalam syariat Islam maupun dalam undang-undang negara. Adanya pemahaman yang salah ini kemudian menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga, sehingga untuk mengatasi permasalahan ini dibuatlah UU No. 23 Tahun 2004 Tentang PKDRT.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran ulama Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan tentang penerapan nusyuz ditinjau dari UU No. 23 Tahun 2004 Tentang PKDRT. Sehingga diharapkan nantinya dari penelitian ini dapat memperluas khasanah keilmuan kita dan dapat memunculkan pemikiran baru dalam mengambil keputusan hukum nantinya.

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif,sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan dengan objek penelitiannya adalah ulama yang memang ahli dalam bidang keluarga.

Dari penelitian ini diketahui bahwa ulama Bangil menganggap penyelesaian nusyuz yang terbaik adalah dengan cara kembali kepada al-Qur’an dan hadits dengan tahapan-tahapan yang harus dilalui bukan langsung dengan kekerasan. Adanya pemahaman yang salah ini kemudian menimbulkan adanya kekerasan dalam rumah tangga. Ketika hukum nusyuz yang ada di Islam itu dibenturkan dengan hukum negara, ulama Bangil memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Perbedaan pemikiran ini kemudian memunculkan dua tipologi, yaitu tipologi konservatif, dan tipologi moderat.

Dari penelitian ini diketahui bahwa ulama Bangil dalam memahami kasus nusyuz ini memiliki pemikiran yang beragam. Perbedaan pemikiran ini dikarenakan adanya perbedaan dalam memahami adanya isu-isu baru yang berkembang pada saat ini.

ENGLISH:

In Islam, the way of completing a wife who did nushuz described in the letter an-Nisa 'verse 34. Settlement is done in three stages, including advising, leave it on the bed, and beat him. Beatings often mischaracterized as an educational community for a rebellious wife. Though violence is prohibited in Islamic law and in state laws. The existence of a wrong understanding of this then lead to domestic violence, so to overcome this problem was made Law. 23 Year
2004 About PKDRT.

This study aims to determine how scholars thought about the District of Pasuruan Bangil aplication nusyuz and variants thoughts. So that is expected from this research can expand our repertoire of knowledge and can bring new thinking in later legal decisions.

In this study used a qualitative approach, while data collection is done by semi-structured interview technique. Research sites are located in Pasuruan District Bangil the research object is a cleric who is an expert in the field of the family.

From this research note that the clergy Bangil nushuz considers the best solution is to return to the Qur'an and hadith with the stages that must be passed not directly with violence. The existence of a wrong understanding of this then lead to the existence of domestic violence. When the law is in Islam nushuz it and bang it with state law, scholars Bangil have different thoughts. The difference of thought which prompted the two typologies, namely conservative typology, and typology moderate.

From this research note that scholars in understanding the case nushuz Bangil has diverse thoughts. The difference this idea because of differences in understanding of new issues that develop at this time.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Adi, Kusno and Dahlan, Tamrin
Keywords: Pemikiran Ulama; Penerapan; Nusyuz; Thought Ulama; Aplication
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Desi Latifah Hamzah
Date Deposited: 11 Aug 2017 07:42
Last Modified: 11 Aug 2017 07:42
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7765

Actions (login required)

View Item View Item