تصميم المنهج على أساس المواقف لتعلىم اللغة العربية في المعهد الاسلامي: بحث تطويري في مركز اللغة العربية دار العلوم الإسلامي بانيوأنيار باميكاسان مادورا جاوى الشرقية

Hadi, Nurul (2011) تصميم المنهج على أساس المواقف لتعلىم اللغة العربية في المعهد الاسلامي: بحث تطويري في مركز اللغة العربية دار العلوم الإسلامي بانيوأنيار باميكاسان مادورا جاوى الشرقية. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09720070.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Pendidikan pesantren adalah sistem pendidikan paling awal di Indonesia. Dari pesantrenlah perkembangan pendidikan Islam Indonesia dimulai, bahkan lebih dari 400 abad silam (Mastuhu, 1994: 25). Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura adalah salah satu pesantren tertua di Indonesia, pondok ini didirikan pada tahun 1788 M.

Kurikulum pesantren tidak lepas dari pengajaran Bahasa Arab, karena pembelajaran bahasa Arab di pesantren sama lamanya dengan pendidikan pesantren itu sendiri. Sejak awal berdirinya, pesantren sudah mengenalkan kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab sebagai materi pembelajaran utama. Terlebih, kitab-kitab yang membahas gramatikal bahasa Arab, seperti ilmu Nahwu, Sharaf, Balaghah dan Tajwid menjadi menu utama pengajian di pesantren (Hasbullah, 1996: 27). Belakangan pondok pesantren mendirikan pusat bahasa Arab yang secara khusus menjadi pusat pengembangan pengajaran bahasa Arab.

Namun demikian, permasalahan yang dihadapi oleh pusat bahasa Arab ini adalah tidak adanya kurikulum terpadu dalam pengajaran bahasa Arab. Kurikulum yang digunakan selama ini adalah kurikulum kuno dengan pendekatan gramatikal murni. Hal itupun hanya berupa jadwal pelajaran yang masih jauh untuk disebut sebagai kurikulum dalam pengertian modern.

Oleh karena itu, Peneliti melihat bahwa pusat bahasa Arab sangat membutuhkan pengembangan kurikulum terpadu pengajaran bahasa Arab dalam pengertian modern tadi. Peneliti memilih silabus situasional sebagai basis dari kurikulum ini dengan asumsi –sebagaimana diutarakan oleh Wilkins (1972)- bahwa silabus ini dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam berbahasa Arab dan sesuai dengan kemungkinan penggunaannya pada situasi-situasi tertentu di masa depan mereka. Selain itu, silabus ini juga lebih fokus pada kemampuan komunikasi siswa dibandingkan dengan pendekatan gramatikal yang selama ini dipakai.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metodologi penelitian pengembangan (R & D) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Ada empat tahapan prosedur dalam penelitian ini, yaitu: (1) analisis situasi penggunaan bahasa Arab yang dibutuhkan siswa, (2) desain kurikulum pengajaran bahasa Arab berbasis silabus situasional yang sesuai untuk pusat bahasa Arab, (3) Validasi dan dan pengukuhan produk kurikulum yang telah didesain berdasarkan silabus situasional,(4) Perbaikan Produk kurikulum yang telah didesain sehingga layak pakai di pusat bahasa Arab.

Adapun populasi penelitian ini adalah semua siswa dan guru di pusat bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura, yang terdiri dari 90 siswa dan 11 guru bahasa Arab. Kemudian semua populasi ini peneliti tetapkan sebagai sampel penelitian, sehingga dapat mengungkap kebutuhan dan pandangan mereka secara nyata.

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, peneliti menggunakan instrumen penelitian kuesioner (angket) dan pedoman wawancara ditambah data dokumenter sekunder. Sedangkan untuk menganalisis data, peneliti menggunakan metode analisis statistik deskriptif.

Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan produk kurikulum pengajaran bahasa Arab berbasis silabus situasional untuk pusat bahasa Arab Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura yang telah divalidasi oleh tiga ahli di bidang kurikulum pengajaran bahasa Arab. Kurikulum tersebut terdiri dari: (1) Kerangka Umum, (2) Tujuan Pengajaran Bahasa Arab, (3) Situasi-situasi penggunaan Bahasa Arab sebagai basis pengajaran, (4) Metode pengajaran yang digunakan, (5) Instrumen Evaluasi Pembelajaran, (6) Silabus Situasional.

Setelah itu, produk kurikulum ini dipresentasikan di hadapan direktur dan semua guru, mereka semua sepakat dan menyatakan bahwa kurikulum tersebut layak untuk digunakan di pusat bahasa Arab. Persetujuan tersebut mereka tuangkan dalam menjawab pertanyaan kuesioner yang disebarkan peneliti, bahkan setiap poin dari pertanyaan angket tentang kelayakan kurikulum tersebut dijawab rata-rata 91-100%. Dengan demikian, jelaslah bahwa kurikulum pengajaran bahasa Arab berbasis silabus situasional yang telah didesain oleh peneliti ini layak untuk diterapkan di pusat bahasa Arab Pondok Pesantren Darul Ulum Islam Banyuanyar Pamekasan Madura.

Akhirnya, peneliti merekomendasikan kepada para peneliti berikutnya beberapa judul berikut: (1) Pengembangan Bahasa Ajar Bahasa Arab Berdasarkan Silabus Situasional di Pesantren, (2) Evaluasi Kurikulum berbasis Silabus Situasional dalam Pengajaran Bahasa Arab di Pesantren, (3) Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab Pesantren untuk Level Atas.

ABSTRACT

Islamic boarding school known as Pesantren is the formost educational system in Indonesia. Of the Pesantren, the development of Islamic education was begun, even more than 400 centuries ago (Mastuhu, 1994: 25). Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura is one of the oldest Pesantren in Indonesia since it was established in 1788 AD.

The syllabus used in Pesantren is so identical with the teaching of Arabic language because the teaching and learning of Arabic language at Pesantren is the same length as the education at Pesantren itself. Since its presence, Pesantren has introduced classical books written in Arabic language as the primary subject learning. Recently, Pesantren has established an Arabic language center which is particularly become the center of developing Arabic language teaching.

However, the problem faced by the Arabic language center is that there is no any integrated syllabus in the teaching of Arabic language. The syllabus used is the ancient syllabus with original grammatical approach.

That is why; the researcher found that the Arabic language center urgently needs an integrated syllabus design for the teaching of Arabic language in the sense of modern perspective. The researcher then selected situational syllabus due to an assumption as it is stated by Wilkins (1972) that this sort of syllabus enabled to fulfill the students’ needs in learning Arabic language and suitable with possible usage toward certain situation in their future. Besides, this sort of syllabus also focuses more on students’ communicative ability than on grammatical approach having been used so far.

In this research, the researcher used research & development (R&D) methodology with quantitative approach. There are four procedures in this research; namely (1) analyzing the situation of the usage of Arabic language needed by students, (2) developing a situasional based syllabus for Arabic language teaching at the Arabic language center, (3) validating the product of syllabus that has been designed, (4) revising the product of syllabus having been designed that is appropriately used in Arabic language center.

The population of this research is all students and teachers of Arabic language center in Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura which consist of 90 students and 11 Arabic teachers. Then the researcher made all the population as research sample to enable to reveal their needs and perspective obviously.

To gain the data needed, the researcher used several instruments; questionnaire, interview guidelines, and secondary documentary data. Those data collected to answer the researcher’s questions which cover (1) how is the curriculum design of teaching Arabic language based on situational syllabus at Arabic language center of Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura? (2) How appropriate is the curriculum to be used at Arabic language center of pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura? While to analyze the data, the researcher makes use of descriptive statistical analysis method.

The result of the research is producing a situasional based syllabus for Arabic language at the Arabic language center of Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura which has been validated by three experts in the field of Arabic language teaching curriculum. After that, the syllabus product is presented before the director and all teachers to get their approval that this curriculum design is able to be appropriately used at Arabic language center.

To approve this syllabus design, they answered questions on the questionnaire given by the researcher, that 90-100% of each point of the questionnaire related to the appropriateness of the syllabus was answered. As the result, developing a situasional based syllabus for Arabic language teaching having been designed by the researcher is appropriate to be implemented in Arabic language center of Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Ainin, Mohammad and Wargadinata, Wildana
Keywords: تصميم; المنهج ; المواقف; مركز اللغة العربية; Pengembangan; Kurikulum; Silabus Situasional; Pusat Bahasa Arab; Developing, Situasional Syllabus; Arabic Language Centre
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab
Depositing User: Mohammad Syahriel Ar
Date Deposited: 28 Jul 2017 02:03
Last Modified: 28 Jul 2017 02:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7425

Actions (login required)

View Item View Item