Responsive Banner

Keabsahan Kucing sebagai mahar dalam pernikahan perspektif Maslahah Mursalah: Studi pandangan Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Kamaliya, Firda Faroh (2025) Keabsahan Kucing sebagai mahar dalam pernikahan perspektif Maslahah Mursalah: Studi pandangan Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahi.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
210201110069.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Seiring berkembangnya zaman perubahan sosial pun juga mengikuti ditandai dengan munculnya berbagai macam bentuk mahar yang digunakan dalam pernikahan, salah satunya adalah dengan menggunakan hewan peliharaan khususnya kucing sebagai mahar dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dosen Fakultas Syariah terkait penggunaan kucing sebagai salah satu bagian dari mahar dalam pernikahan dan untuk mendeskripsikan pandangan dosen Fakultas Syariah tentang penggunaan kucing sebagai mahar dalam pernikahan perspektif maslahah mursalah.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif dan pendekatan konseptual (conceptual approach) serta fokus penelitian di Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dengan teknik purposive sampling kepada dosen Fakultas Syariah yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan dengan menggunakan studi pandangan dosen Fakultas Syariah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pertama, kucing sebagai bagian dari mahar terdapat dua pendapat yaitu pendapat pertama mengatakan boleh dengan alasan bahwa kucing termasuk sesuatu yang bernilai, bermanfaat, dan dapat diperjualbelikan serta dikarenakan syarat-syarat barang utama lainnya yang dijadikan sebagai mahar sudah memenuhi. Sedangkan pendapat yang kedua mengatakan bahwa tidak boleh kucing dijadikan sebagai bagian dari mahar dikarenakan masih terdapat perbedaan pendapat dan juga untuk menghindari ketidaksahannya. 2) kedua, kucing sebagai mahar dalam pernikahan juga terdapat dua pendapat yaitu mengatakan boleh dengan alasan kucing termasuk sesuatu yang bernilai, bermanfaat, dapat diperjualbelikan. Pendapat lain mengatakan tidak boleh dikarenakan masih terdapat perbedan pendapat dikalangan para ulama. Apabila ditinjau dari perspektif maslahah mursalah kucing dapat digunakan sebagai mahar dalam pernikahan, dikarenakan kucing sebagai mahar tidak bertentangan dengan prisnip syariat, memberikan kemanfaatan bagi penerima, dan juga hal ini sudah sesuai dengan kondisi perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

ABSTRACT

Along with the development of the era, social change also follows marked by the emergence of various forms of dowry used in marriage, one of which is by using pets, especially cats as a dowry in marriage. This study aims to describe the views of lecturers of the Faculty of Sharia regarding the use of cats as part of a dowry in marriage and to describe the views of lecturers of the Faculty of Sharia regarding the use of cats as a dowry in marriage from the perspective of maslahah mursalah.
This study is a type of sociological juridical research with a qualitative approach and a conceptual approach (conceptual approach) and the focus of research at the Faculty of Sharia, State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang with data collection techniques using interview methods with purposive sampling techniques to lecturers of the Faculty of Sharia who meet the criteria. The analysis was carried out using a study of the views of lecturers of the Faculty of Sharia.
The results of the study show that 1) First, cats as part of the dowry have two opinions, namely the first opinion says it is permissible on the grounds that cats are something valuable, useful, and can be traded and because the requirements for other main goods used as a dowry have been met. While the second opinion says that cats should not be used as part of the dowry because there are still differences of opinion and also to avoid its invalidity. 2) Second, cats as a dowry in marriage also have two opinions, namely saying it is permissible on the grounds that cats are something valuable, useful, and can be traded. Another opinion says it is not permissible because there are still differences of opinion among scholars. When viewed from the perspective of maslahah mursalah, cats can be used as a dowry in marriage, because cats as a dowry do not conflict with the principles of sharia, provide benefits to the recipient, and this is also in accordance with the conditions of the development of the times and the needs of society.

مستخلص البحث

ومع مرور الوقت، يتبع ذلك أيضًا تغير اجتماعي، يتميز بظهور أشكال مختلفة من المهر المستخدم في الزواج، أحدها استخدام الحيوانات الأليفة، وخاصة القطط، كمهر في الزواج. تهدف هذه الدراسة إلى بيان آراء أساتذة كلية الشريعة حول استخدام القطط كمهر في الزواج، وبيان آراء أساتذة كلية الشريعة حول استخدام القطط كجزء من المهر في الزواج.
هذا البحث هو نوع من البحوث الاجتماعية القانونية مع منهج نوعي ومنهج مفاهيمي ويركز البحث على كلية الشريعة بجامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية في مالانج مع تقنيات جمع البيانات باستخدام أسلوب المقابلة مع تقنيات العينة القصدية للمحاضرين في كلية الشريعة الذين يستوفون المعايير. تم إجراء التحليل من خلال دراسة آراء أعضاء هيئة التدريس بكلية الشريعة.
تبين نتائج الدراسة أن 1) أولاً: هناك رأيان بشأن القطط كجزء من المهر، الرأي الأول: أنها جائزه على أساس أن القطط شيء ثمين ومفيد ويمكن الاتجار به، ولأن شروط العناصر الرئيسية الأخرى المستخدمة كمهر قد تم استيفاؤها. في حين أن الرأي الثاني يقول بأنه لا يجوز استخدام القطط كجزء من المهر لوجود خلاف في ذلك وأيضاً لتجنب بطلانها. 2) ثانياً: هناك رأيان في جواز المهر في الزواج، الأول: أنه جائز من حيث أن القطط شيء ثمين ومفيد ويجوز بيعه وشراؤه. ويقول رأي آخر أنه لا يجوز ذلك لوجود خلاف بين العلماء. وإذا نظرنا إلى القطط من منظور المصلحة المرسلة، فيمكن استخدامها كمهر في الزواج، لأن القطط كمهر لا تتعارض مع مبادئ الشريعة، وتوفر منفعة للمتلقي، وهذا أيضاً يتفق مع ظروف تطور العصر وحاجات المجتمع

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kadarisman, Ali
Keywords: Keabsahan, Kucing, Mahar, Pandangan Dosen, Maslahah Mursalah; Validity, Cats, Dowry, Lecturers' Views, Maslahah Mursalah; الكلمات المفتاحية: الصلاحية، القطط، المحار، وجهة نظر المحاضر ,الْمَصْلَاحَةُ الْمُرْسَلَةُ
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012804 Mahr (Dowry)
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Firda Faroh Kamaliya
Date Deposited: 24 Mar 2025 12:13
Last Modified: 24 Mar 2025 12:13
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/73740

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item