Responsive Banner

Efektivitas Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 terhadap ketahanan keluarga para Janda di Perumahan Arbain Desa Gempeng Kabupaten Pasuruan

Khoiriyah, Fadilla Nur (2025) Efektivitas Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 terhadap ketahanan keluarga para Janda di Perumahan Arbain Desa Gempeng Kabupaten Pasuruan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
210201110026.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Janda merupakan status yang dimiliki oleh perempuan akibat cerai mati maupun cerai hidup, keduanya menghadapi berbagai tantangan baik segi ekonomi, sosial, maupun psikologis. Sehingga, ketahanan keluarga menjadi pondasi penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan berbagai regulasi, salah satunya Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk menekankan pentingnya kesejahteraan dan ketahanan keluarga. Penelitian ini mengkaji kehidupan para janda dalam menjaga ketahanan keluarga serta efektivitas regulasi tersebut di Perumahan Arbain, sebuah perumahan yang diperuntukkan bagi janda dengan tanggungan anak yatim guna menilai sejauh mana kebijakan tersebut dapat memperkuat ketahanan keluarga.

Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian terletak di Perumahan Arbain Desa Gempeng, Kabupaten Pasuruan. Sumber datanya terdiri dari sumber data primer yakni melalui wawancara informan yang dipilih dan sumber data sekunder yang diperoleh dari perundang-undangan, data penduduk perumahan, buku, jurnal serta literatur lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Sedangkan,pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan para janda di Perumahan Arbain terdapat peluang dan tantangan. Diantaranya yakni fasilitas dari owner perumahan berupa tempat tinggal, keuletan berupa resiliensi dalam menyelesaikan permasalahan, fisik yang sehat, kemandirian yang diwujudkan dengan usaha (berjualan di warung, menjahit, jualan online dll), mengembangkan diri dan keluarga berupa kesadaran pentingnya pendidikan, keharmonisan yakni terjalin dengan baik antar ibu dengan anak serta saling mendukung dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Sedangkan, efektivitas Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan ketahanan keluarga berdasarkan lima faktor oleh Soerjono Soekanto juga sudah efektif, diantaranya faktor hukumnya sendiri yakni undang-undang tersebut, faktor penegak hukum yakni pemerintah desa, faktor sarana dan fasilitas yakni sosialisasi serta modal dari pemerintah, faktor masyarakat yakni tiada stigma negatif terhadap janda, dan faktor kebudayaan yakni norma-norma seperti saling membantu satu sama lain.

ABSTRACT

Widowhood is a status held by women as a result of either the death of a spouse or divorce, both of which present various challenges in economic, social, and psychological aspects. Thus, family resilience serves as a fundamental pillar in ensuring the quality of family life. In response, the government has established various regulations, one of which is Law Number 52 of 2009 on Population Development and Family Welfare, aimed at emphasizing the importance of family well-being and resilience. This study examines the lives of widows in maintaining family resilience and evaluates the effectiveness of this regulation in Arbain Housing, a residential area designated for widows with dependent orphans, to assess the extent to which this policy strengthens family resilience.

This research adopts an empirical juridical approach with a qualitative descriptive method. The study was conducted in Arbain Housing, Gempeng Village, Pasuruan Regency. Data sources include primary data, obtained through interviews with selected informants, and secondary data, derived from legislation, housing population data, books, journals, and other relevant literature. Data collection techniques involve interviews and documentation analysis.

The research findings indicate that the lives of widows in Arbain Housing present both opportunities and challenges. These include housing facilities provided by the owner, perseverance in the form of resilience in overcoming problems, good physical health, and independence, which is demonstrated through various entrepreneurial activities such as running small shops, sewing, and online selling. Additionally, self and family development is reflected in their awareness of the importance of education, while harmonious relationships are evident in the strong bonds between mothers and children, as well as mutual support in fostering a harmonious environment. Furthermore, the effectiveness of Law Number 52 of 2009 on Population Development and Family Resilience, assessed based on Soerjono Soekanto‘s five factors, is also deemed effective. These factors include the law itself, which serves as the legal foundation; law enforcement, represented by the village government; facilities and infrastructure, such as government-led socialization programs and financial assistance; societal factors, as there is no negative stigma toward widows; and cultural factors, reflected in prevailing norms such as mutual assistance within the community.

مستخلص البحث

الترمل هو حالة تعيشها المرأة نتيجة وفاة الزوج أو الطلاق، ويواجه كلا النوعين من الأرامل تحديات مختلفة من النواحي الاقتصادية والاجتماعية والنفسية. لذلك، يُعَدّ صمود الأسرة أساسًا مهمًا في تحقيق جودة الحياة الأسرية. واستجابةً لذلك، وضعت الحكومة العديد من القوانين واللوائح، ومن بينها القانون رقم 52 لسنة 2009 بشأن تنمية السكان وبناء الأسرة، الذي يهدف إلى التأكيد على أهمية الرفاهية الأسرية وصمودها.تتناول هذه الدراسة حياة الأرامل في الحفاظ على صمود الأسرة، كما تبحث في فعالية هذا التنظيم القانوني في إسكان أرباين، وهو مجمع سكني مخصص للأرامل اللاتي يتحملن مسؤولية الأيتام، وذلك لتقييم مدى قدرة هذه السياسة على تعزيز صمود الأسرة.

يعتمد هذا البحث على النهج القانوني التجريبي باستخدام المنهج الوصفي النوعي. وقد أجريت الدراسة في إسكان أرباين، قرية جيمبينج، مقاطعة باسوروان. تشمل مصادر البيانات البيانات الأولية، التي تم جمعها من خلال مقابلات مع المخبرين المختارين، والبيانات الثانوية، التي تم الحصول عليها من التشريعات، وبيانات سكان الإسكان، والكتب، والمجلات، والمصادر الأدبية الأخرى ذات الصلة. وتم جمع البيانات من خلال المقابلات والتوثيق.

أظهرت نتائج البحث أن حياة الأرامل في إسكان أرباين تنطوي على فرص وتحديات. ومن بين هذه الفرص، توفرالمرافق السكنية المقدمة من مالك المجمع، فضلاً عن المثابرة التي تتجلى في القدرة على التكيف وحل المشكلات، بالإضافة إلى تمتعهن بصحة جيدة. كما تُبرز الدراسة استقلاليتهن من خلال ممارسة **أنشطة اقتصادية مثل البيع في المتاجر الصغيرة، والخياطة، والتجارة الإلكترونية. علاوة على ذلك، يظهر تطوير الذات والأسرة في وعيهن بأهمية التعليم، بينما تعكس التناغم الأسري العلاقات القوية بين الأمهات وأطفالهن، فضلاً عن دعمهن المتبادل في خلق بيئة أسرية متماسكة ومستقرة. أما فيما يتعلق بفعالية القانون رقم 52 لسنة 2009 بشأن تنمية السكان وصمود الأسرة، فقد أظهرت الدراسة أنه فعال وفقًا لخمسة عوامل حددها سوريونو سوكانتو، وهي: العامل القانوني المتمثل في وجود القانون نفسه، وعامل إنفاذ القانون المتمثل في دور الحكومة القروية، والعامل المؤسسي والبنيوي المتمثل في التوعية وتقديم الدعم المالي من قبل الحكومة، والعامل الاجتماعي الذي يتمثل في عدم وجود وصمة سلبية تجاه الأرامل، وأخيرًا العامل الثقافي الذي يتمثل في القيم المجتمعية مثل التعاون والمساعدة المتبادلة بين الأفراد.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suhadak, Faridatus
Keywords: Efektivitas; Ketahanan Keluarga; Janda; Effectiveness; Family Resilience; Widow; الفعالية ;صمود الأسرة ;الأرامل
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Fadilla Nur Khoiriyah
Date Deposited: 25 Mar 2025 09:43
Last Modified: 25 Mar 2025 09:43
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/73705

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item