Azizah, Nur (2021) Upaya keluarga dan masyarakat dalam mendampingi korban kekerasan rumah tangga perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif: Studi kasus di Kelurahan Tigabinanga Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
16210061.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
KDRT sebenarnya dapat menimpa keluarga atau siapa saja termasuk ibu, bapak, istri, suami atau pembantu rumah. Namun secara umum pengertian KDRT lebih dipersempit artinya sebagai penganiayaan istri oleh suami. Hal ini dapat difahami karena banyak korban KDRT adalah istri. Sudah pasti pelakunya adalah suami dalam rumah tangga. Karena keluarga merupakan pondasi awal dari bangunan masyarakat dan bangsa.
Ada beberapa tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini, antara lain adalah: 1. Mengetahui langkah-langkah keluarga dan masyarakat dalam mendampingi korban kekerasan dalam rumah tangga atau biasa di sebut (KDRT) di Kelurahan Tigabinanga Kabupaten Karo. 2. Mengetahui bagaimana peran keluarga dan masyarakat dalam menangani korban kekerasan rumah tangga atau biasa disebut (KDRT) perspektif hukum islam dan hukum positif.
Jenis penelitian ini adalah empiris yang menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer. Sumber data primer diperoleh dari metode pengumpulan data yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data peneliti menggunakan editing, classifiyying, analizying, dan concluding.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) Langkah-langkah keluarga dan masyarakat dalam mendampingi korban kekerasan rumah tangga (KDRT) di Kelurahan Tigabinanga, dalam penanganan kasus KDRT yang dilakukan oleh keluarga dengan cara yang berbeda-beda ada dengan cara bermusyawarah dengan hasil perdamaian, ada juga dengan cara bermusyawah tapi hasilnya dengan perceraian, dan ada juga menyelesaikannya dengan melapor kepihak yang berwajib dengan hasil damai. (2) Peran yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat dalam hukum islam dan hukum positif menangani korban KDRT bermacam-macam cara, Seperti tertulis pada UUPKDRT Pasal 15 : a. Mencegah tindakan b. Memberikan perlindungan c. Memberikan pertolongan d. Membantu perlindungan. Keluarga dan masyarakat juga mengupayakan bermusyawarah terlebih dahulu. Aspek dari hukum islam di ambil dari dasar hukum yang melarang kekerasan dalam rumah tangga terdapat pada surat an-nisa ayat 34. Yang dimaksud dalam ayat tersebut dimaknai sebagai tindakan untuk memberi pelajaran. Adapun dalam hukum positif peneliti mengambil dasar hukum yang sudah ada yaitu undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga
ABSTRACT
Domestic violence can actually happen to a family or anyone, including mothers, fathers, wives, husbands or house helpers. However, in general, the meaning of domestic violence is narrowed further, meaning that it means abuse of a wife by her husband. This can be understood because many victims of domestic violence are wives. It is certain that the culprit is the husband in the household. Because the family is the initial foundation of community and nation building.
There are several objectives to be achieved through this research, including: 1. Knowing the steps of families and communities in assisting victims of domestic violence or commonly known as (KDRT) in Kelurahan Tigabinanga, Karo Regency. 2. Knowing the role of family and society in dealing with victims of domestic violence or what is commonly called (KDRT) in the perspective of Islamic law and positive law.
This type of research is empirical using descriptive analysis with a qualitative approach. The data source used in this study is the primary data source. Primary data sources were obtained from data collection methods consisting of interviews and documentation. Researchers' data processing methods used editing, classifying, analyzing, and concluding.
The results of this study are: (1) Steps of family and community in accompanying victims of domestic violence (KDRT) in the Kelurahan Tigabinanga, in handling domestic violence cases carried out by families in different ways, there are deliberations with the results of peace, there are also by means of deliberation but the result is by divorce, and there are also resolving it by reporting to the authorities with peaceful results. (2) The role played by families and communities in Islamic law and positive law in dealing with victims of domestic violence is in various ways, as written in Article 15 of UUPKDRT: a. Prevent action b. Provide protection c. Provide help d. Help protection. Families and communities also seek deliberation first. Aspects of Islamic law are taken from the legal basis that prohibits violence in the household as contained in the letter an-nisa verse 34. What is meant in this verse is interpreted as an act to teach a lesson. As for positive law, the researchers took the existing legal basis, namely law number 23 of 2004 concerning the elimination of domestic violence
مستخلص البحث
يمكن أن يحدث العنف المنزلي بالفعل ألسرة أو ألي شخص ، بما في ذلك األمهات أو اآلباء أو الزوجات أو األزواج أو المساعدين في المنزل. ومع ذلك ، بشكل عام ، يتم تضييق معنى العنف المنزلي أكثر ، بمعنى أنه يعني إيذاء الزوجة من قبل زوجها. يمكن فهم ذلك ألن العديد من ضحايا العنف المنزلي هن
زوجات. من المؤكد أن الجاني هو زوج المنزل. ألن األسرة هي األساس األولي لبناء المجتمع واألمة. هناك العديد من األهداف التي يجب تحقيقها من خالل هذا البحث ، بما في ذلك: .1 معرفة خطوات العائالت والمجتمعات في مساعدة ضحايا العنف المنزلي أو المعروف باسم )KDRT( في Kelurahan .2 معرفة دور األسرة والمجتمع في التعامل مع ضحايا العنف .Karo Regency ،Tigabinanga األسري أو ما يسمى )KDRT( من منظور الشريعة اإلسالمية والقانون الوضعي. هذا النوع من البحث تجريبي باستخدام التحليل الوصفي مع نهج نوعي. مصدر البيانات المستخدم في هذه الدراسة هو مصدر البيانات األساسي. تم الحصول على مصادر البيانات األولية من طرق جمع البيانات التي تتكون من المقابالت والتوثيق. استخدمت أساليب معالجة بيانات الباحثين في التحرير والتصنيف والتحليل واالستنتاج. نتائج هذه الدراسة هي: )1( خطوات األسرة والمجتمع في مرافقة ضحايا العنف المنزلي )KDRT( في قرية تيغابينانجا ، في التعامل مع حاالت العنف المنزلي التي تقوم بها العائالت بطرق مختلفة ، هناك مداوالت مع نتائج السالم ، أيضا عن طريق المداولة ولكن النتيجة هي الطالق ، وهناك أيضا حل لها من خالل إبالغ السلطات بالنتائج السلمية. )2( إن الدور الذي تلعبه العائالت والمجتمعات في الشريعة اإلسالمية والقانون الوضعي في التعامل مع ضحايا العنف األسري هو بطرق مختلفة ، كما هو مكتوب في المادة 15 من :UUPKDRT أ. منع العمل ب. وفير الحماية ج. تقديم المساعدة د. حماية المساعدة. تسعى العائالت والمجتمعات أي ًضا إلى التداول أوالً. إن جوانب الشريعة اإلسالمية مأخوذة من األساس القانوني الذي يحظرالعنف في المنزل ، والذي يوجد في سورة النساء اآلية .34 والمقصود في هذه اآلية يفسر على أنه فعل لتعليم درس. أما بالنسبة للقانون الوضعي فقد اتخذ الباحثان األساس القانوني القائم وهو القانون رقم 23 لسنة 2004 بشأن القضاء على العنف األسري.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Ch, Mufidah |
Keywords: | Upaya, Korban KDRT, Hukum Islam Hukum Positif; Efforts, Victims of Domestic Violence, Islamic Law, Positive Law; جهود ضحايا العنف األسري ، الشريعة اإلسالمية ، القانون الوضعي |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Mohammad Syahriel Ar |
Date Deposited: | 27 Feb 2025 09:13 |
Last Modified: | 27 Feb 2025 09:13 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/73296 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |