Responsive Banner

Problematika rekonstruksi hukum nikah beda agama pasca terbit Sema No.02 Tahun 2023 perspektif teori transformasi hukum keluarga Islam menurut Rifyal Ka’bah

Sya'bani, Muhammad Adib (2024) Problematika rekonstruksi hukum nikah beda agama pasca terbit Sema No.02 Tahun 2023 perspektif teori transformasi hukum keluarga Islam menurut Rifyal Ka’bah. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
220201220011.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

INDONESIA:

Penelitian ini membahas tentang rekonstruksi hukum nikah beda agama, SEMA No.02 Tahun 2023 tentang pedoman hakim untuk tidak mengabulkan permohonan penetapan perkawinan antar umat yang berbeda agama dan keyakinan. Penerbitan SEMA dianggap sebagai upaya menyelesaikan problematika yang selama ini menjadi perdebatan tentang nikah beda agama. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isu hukum yang menjadi persoalan dan terus-menerus berkembang. Namun hal ini menjadi sangat penting untuk dicermati dan diketahui keberadaan pasangan-pasangan yang memiliki hubungan asmara yang terhalang oleh tembok tinggi bernama keimanan, apakah dengan adanya SEMA tersebut menjadi penghalang untuk mereka melangsungkan hubungan yang lebih serius ataukah dengan adanya SEMA ini membuat keberadaan negara dalam mengatur pola masyarakatnya menjadi lebih teratur, dan kemudian dianalisis menggunakan teori transformasi hukum keluarga Islam oleh Rifyal Ka’bah.

Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif atau penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan konsep (conseptual approach). Bahan hukum penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu primer yang berupa peraturan perundang-undangan dan sekunder yang berupa teori transformasi hukum keluarga Islam oleh Rifyal Ka’bah, jurnal dan literatur-literatur lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian.

Hasil dari penelitian ini diantaranya sebagai berikut : (1) Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 2 Tahun 2023 terdapat beberapa problematika yang terjadi, diantaranya adalah sebagai berikut : Pertama tidak sah secara hukum, praktis dengan terbitnya SEMA No.02 Tahun 2023 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak bisa lagi mencatatkan pernikahan beda agama karena tidak adanya penetapan dari Pengadilan Negeri tentang izin perkawinan beda agama, Kedua konsekuensi administrasi, dampak terhadap harta warisan yang mengakibatkan anak yang lahir dari perkawinan beda agama tidak mempunyai hak untuk mendapatkan harta warisan apabila tidak seagama dengan pewaris yang dalam hal ini pewaris beragama Islam. (2) Alternatif penyelesaian pernikahan beda agama di Indonesia apabila ditinjau dari perspektif teori transformasi hukum Islam oleh Rifyal Ka’bah diantaranya yakni membuat regulasi yang ketat tentang pernikahan beda agama, mensosialisasikan ketidaksahan pernikahan beda agama di Indonesia, dan diberikan sanksi administratif berupa tidak dicatatkan sesuai dengan pencatatan administrasi kependudukan.

ENGLISH:

This research discusses the law reconstruction of interfaith marriage, SEMA No.02 of 2023 concerning judges' guidelines not to grant applications for marriage determination between people of different religions and beliefs. The issuance of SEMA is considered an effort to solve the problem that has been a debate about interfaith marriage. Based on this, this study aims to describe legal issues that are problematic and constantly developing. However, this is very imperative to observe and know the existence of couples who have a romantic relationship that is hindered by a high wall called faith, whether the existence of SEMA is an obstacle for them to carry out a more serious relationship or the existence of this SEMA makes the existence of the state in regulating the pattern of its society more regular, and then analyzed using the theory of transformation of Islamic family law by Rifyal Ka’bah.

This type of research is a type of normative research or library research using a conceptual approach. The legal sources of this research are divided into two, namely primary in the form of laws and regulations and secondary in the form of the theory of transformation of Islamic family law by Rifyal Ka’bah, journals and other literature related to the research theme.

The results of this study include the following: (1) The issuance of the Supreme Court Circular Letter (SEMA) No. 2 of 2023 has several problems that occurred, including the following: Firstly, it is legally invalid, practically with the issuance of SEMA No.02 of 2023 the Population and Civil Registration Office can no longer register interfaith marriages due to the absence of a determination from the District Court regarding interfaith marriage licenses, Secondly, the administrative consequences, the impact on inheritance which results in children born from interfaith marriages does not have the right to receive inheritance if they are not the same religion as the heirs, in which the heirs are Muslim. (2) Alternative solutions for interfaith marriage in Indonesia when viewed from the perspective of the theory of Islamic law transformation by Rifyal Ka’bah are making strict regulations on interfaith marriages, socializing the invalidity of interfaith marriage in Indonesia, and giving administrative sanctions in the form of not being recorded in accordance with population administration records.

ARABIC:

يناقش هذا البحث إعادة بناء قانون الزواج بين األديان ، SEMA رقم ٢ لعام ٢.٢٣
بشأن إرشادات القضاة بعدم الموافقة على طلبات تحديد الزواج بين األشخاص من مختلف
األديان والمعتقدات. يعتبر إصدار SEMA محاولة لحل المشكلة التي كانت نقاشا حول
الزواج بين األديان. بناء على ذلك ، تهدف هذه الدراسة إلى وصف القضايا القانونية التي
تمثل مشكلة وتتطور باستمرار. ومع ذلك ، من المهم جدا مالحظة ومعرفة وجود األزواج
الذين لديهم عالقة رومانسية يعوقها جدار عال يسمى اإليمان ، سواء كان وجود SEMA
عائقا أمامهم للقيام بعالقة أكثر جدية أو مع وج ود SEMA يجعل وجود الدولة في تنظيم نمط
مجتمعها أكثر انتظاما ، ثم تحليلها باستخدام نظرية تحول قانون األسرة اإلسالمي بواسطة
رفيال كعبة.

هذا النوع من البحث هو نوع من البحث المعياري أو أبحاث المكتبات باستخدام نهج
مفاهيمي. تنقسم المادة القانونية لهذا البحث إلى قسمين هما االبتدائي في شكل قوانين ولوائح
والثانوي في شكل نظرية تحول قانون األسرة اإلسالمي من قبل رفيل الكعبة والمجالت
وغيرها من المؤلفات المتعلقة بموضوع البحث.

تشمل نتائج هذه الدراسة ما يلي: ) ١( صدر كتاب المحكمة العليا الدوري ) SEMA )
رقم ٢ لسنة ٢.٢٣ عدة مشاكل حدثت منها ما يلي: أوال ، إنه باطل قانونا ، عمليا مع إصدار
SEMA رقم ٢ لعام ٢.٢٣ ، لم يعد بإمكان مكتب تسجيل السكان والسجل المدني تسجيل
الزواج بين األديان بسبب عدم وجود قرار من المحكمة المركزية بشأن تراخيص الزواج بين
األديان ، ثانيا، العواقب اإلدارية، واألثر على الميراث الذي ينتج عنه األطفال المولودون
من الزيجات بين األديان ليس لهم الحق في الحصول على الميراث إذا لم يكونوا من نفس دين
الورثة، وفي هذه الحالة يكون الورثة مسلمين. )٢( تشمل الحلول البديلة للزواج بين األديان
في إندونيسيا عند النظر إليها من منظور نظرية تحول الشريعة اإلسالمية من قبل ريفال
الكعبة وضع لوائح صارمة بشأن الزواج بين األديان ، وإضفاء الطابع االجتماعي على بطالن
الزواج بين األديان في إندونيسيا ، وفرض عقوبات إدارية في شكل عدم تسجيله وفقا لسجالت
إدارة السكان.

Item Type: Thesis (Masters)
Supervisor: Hamidah, Tutik and Jamilah, Jamilah
Keywords: Rekonstruksi; Nikah Beda Agama; SEMA No.02 Tahun 2023; Teori Transformasi Hukum Keluarga Islam; Reconstruction; Interfaith Marriage; SEMA No.02 of 2023; Islamic Family Law Transformation Theory; عادة اإلعمار, الزواج بين األديان, SEMA رقم ٢ لعام ,٢.٢٣ نظرية تحول قانون األسرة اإلسَلمي
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Sekolah Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Muhammad Adib Sya'bani
Date Deposited: 23 Jan 2025 07:11
Last Modified: 23 Jan 2025 07:11
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/72571

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item