Pasang surut air laut sebagai metode penentuan awal bulan Islam menurut Jamaah An-Nadzir Kec. Bontomarannu Kab. Gowa perspektif ilmu falak dan oseanografi

Wirayuda, Agung (2017) Pasang surut air laut sebagai metode penentuan awal bulan Islam menurut Jamaah An-Nadzir Kec. Bontomarannu Kab. Gowa perspektif ilmu falak dan oseanografi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
13210001.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Penentuan awal bulan Islam sangat penting dilakukan karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah wajib maupun sunnah umat Islam. Dengan metode yang selama ini dikenal hisab maupun rukyat telah banyak mengalami perkembangan yang tentunya mewarnai dinamika penentuan awal bulan Islam di Indonesia. Sebuah kelompok dibagian timur Indonesia Jamaah An-Nadzir merupakan kelompok yang memiliki keunikan tersendiri didalam penentuan awal bulan Islam. Proses perhitungan berdasarkan fenomena alam pasang surut air laut diyakini sebagai media penentuan awal bulan Islam yang akurat. Tentunya hal ini sangat meresahkan dan tidak lazim sebagaimana metode hisab rukyat yang selama ini digunakan oleh pemerintah maupun ormas lainnya.

Penelitian ini berfokus pada metode pasang surut air laut Jamaah An-Nadzir yang digunakan dalam penentuan Awal Bulan Islam di kec. Bontomarannu Kab. Gowa dan mengetahui bagaimana tinjauan Ilmu Falak dan Oseanografi, maka dengan hal tersebut dapat diketahui sejauh mana keakuratan metode penentuan awal bulan Islam yang digunakan oleh Jamaah An-Nadzir. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian data tersebut diedit, diperiksa, dan disusun secara cermat serta diatur sedemikian rupa yang kemudian dianalisis.

Hasil penelitian ini yang pertama, diketahui bahwa Sistem penentuan awal bulan Islam Jamaah An-Nadzir menggunakan pasang surut air laut dilakukan dengan menghitung perjalanan bulan melalui tiga fase. Fase pertama menghitung ketinggian bulan saat terbit dibarat dari malam ke-1 hingga malam ke-16. Selama 10 tahun ketinggian awal bulan baru selalu dimulai dibawah minus 100 kemudian 10 tahun berikutnya ketinggian awal bulan baru dimulai pada 00. Setiap malamnya ketinggian bulan akan selisih 120 dari malam sebelumnya. Pada fase kedua saat bulan terbit dari timur perhitungan bulan dilakukan pada malam ke-17 dengan melihat jam terbitnya bulan setiap malamnya hingga malam terakhir. Fase ini bulan akan memiliki selisih waktu terbit lebih lambat 54 menit setiap malamnya. Kemudian fase ketiga penentuan pasang surut air laut melalui busur derajat ijtima’. Data yang diperlukan pada fase ini adalah jam terbit bulan pada malam terakhir dengan jam terbitnya fajar shidiq, data keduanya dicari selisih waktunya untuk kemudian dikonversikan kedalam busur derajat sebagai patokan tempat dan ketinggian terjadinya ijtima’. Hasil kedua, ditinjau dari Ilmu Falak dan Oseanografi terdapat perbedaan yang signifikan. Dalam penentuan ijtima’ bulan Jamaah An-Nadzir menetapkan 2 hari lebih cepat dari metode hisab ephimeris yang dilakukan oleh pemerintah. Dan perkiraan terkait pasang surut tertinggi akibat dari ijtima’ yang ditetapkan oleh Jamaah An-Nadzir tidak akurat dibandingkan dengan data elevasi pasang surut air laut yang dikeluarkan oleh Puslitbang Sumberdaya Laut Kementerian Kelautan Dan Perikanan.

ENGLISH:

Determination of the early days of Islam is very important because it relates to the implementation of mandatory or sunnah worship of Muslims. With the method, which is known reckoning and rukyat has undergone many developments which certainly influenced the dynamics determining the early days of Islam in Indonesia. A group of the eastern part of Indonesia Jamaah An-nadzir is a group that has unique characteristics in determining the early days of Islam. The calculation process is based on the natural phenomenon of the tide is believed to be a media determining the beginning of the Islamic month accurate. Obviously this is very disturbing and unusual as rukyat reckoning method that has been used by governments and other organizations.

This research focuses on methods tide seawater Jamaah An-nadzir used in the determination start month Islam District Bontomarannu Regency Gowa and know how to review Falak Sciences and Oceanography, then it can be seen the extent to which the accuracy of the method of determining the early days of Islam used by Jemaah An-nadzir. This study belongs to the type of empirical research with qualitative descriptive approach. While the data collected in the form of primary data and secondary data conducted by interview, observation and documentation then the data is edited, checked, and be drafted carefully and arranged in a way which is then analyzed.

The first results of this study, it is known that the system of determining the beginning of Islam Jamaah An-nadzir using the tide is done by calculating the month journey through three phases. The first phase calculates altitude rises in the west of the night when the 1st until the evening of the 16th. For 10 years beginning new heights always start below minus 100 then the next 10 years new heights beginning of the month starting at 00. Each night the moon will altitude difference of 120 from the previous night. In the second phase when the moon rises in the east of the moon carried out on the night of the 17th to see the publication clock moon every night until last night. The moon phase will have a slower rise time difference of 54 minutes each night. Then the third phase of the determination of the tide through protractor ijtima '. Needed data in this phase is the moon rising clock last night to watch the dawn shidiq, data are both sought the difference in time to then be converted into a protractor as a reference point and the height of the ijtima '. The second result, in terms of the Falak sciences and Oceanography there are significant differences. In determining the astral conjunction 'moon Jamaah An-nadzir set 2 days faster than the method of reckoning ephimeris undertaken by the government. And estimates related to the highest tides as a result of ijtima 'set by Jamaah An-Nadzir inaccurate compared with elevation data tide issued by the Center for Marine Resources Ministry of Maritime Affairs and Fisheries.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Murtadho, Moh
Keywords: Pasang Surut; Awal Bulan Islam; Jamaah An-Nadzir; Falak; Osenografi; Tidal; Start Month Islam; Jamaat Al-Nadzir; Falak; Oceanography
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Afib Rif'an Nashruddin
Date Deposited: 25 Jul 2017 04:14
Last Modified: 25 Jul 2017 04:14
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7204

Actions (login required)

View Item View Item