Pandangan perempuan yang dipoligami secara ilegal terhadap pemenuhan hak dalam perkawinan: Studi kasus di Desa Tobai Barat, Kec Sokobanah Kab Sampang

Hasyim, Abdul (2017) Pandangan perempuan yang dipoligami secara ilegal terhadap pemenuhan hak dalam perkawinan: Studi kasus di Desa Tobai Barat, Kec Sokobanah Kab Sampang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
12210137.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)

Abstract

IND0NESIA:

Poligami dalam Agama Islam diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu, begitu pula dalam Undang-undang. Syarat tersebut diatur agar perempuan terlindungi dan terpenuhi haknya dengan baik, meskipun demikian masih banyak perempuan di Desa Tobai Barat bersedia dinikahi secara illegal dan berjumlah lima belas, untukitu peneliti menginginkan untuk meneliti bagaimana pandangan para istri yang dipoligami secara ilegal terhadap pemenuhan hak istri dalam perkawinan.

Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pemenuhan hak istri yang dipoligami secara ilegal dan bagaimana pandangan istri sebagai istri yang dipoligami secara ilegal terhadap pemenuhak dalam perkawinan yang ada di Desa Tobai Barat? Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti kasus yang lagi marak di Desa tersebut karena permasalahannya sangat menarik untuk diteliti.

Penelitian ini termasuk penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diambil yaitu data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak terkait yaitu perempuan-perempuan yang dipoligami secara ilegal yang ada di Desa Tobai Barat Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang dan berjumlah enam informan serta data sekunder yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya untuk menunjang data primer.

Hasil dari penelitian ini adalah hak-hak istri yang dipoligami secara ilegal tidak terpenuhi dengan maksimal. Meskipun sebagian sudah merasa tercukupi, namun suami tetap tidak dapat berlaku adil terhadap istri yang lain. Hal ini disebabkan karena sebagian suami tidak berkerja sehingga istri harus memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam hal ini, mereka merasa dirugikan. Pemberian nafkah secara finansial juga sering menjadi permasalahan utama. Kendati beberapa istri telah meminta pemenuhan haknya, namun yang terjadi sang suami melakukan tidak kekerasan terhadap istri. Sehingga untuk mempertahankan pernikahan mereka dan karena alasan menahan rasa malu, sebagian istri memenuhi kebutuhannya dengan bekerja menafkahi diri dan keluarganya.

ENGLISH:

Polygamy is allowed in Islam under some particular conditions. The conditions are set in order to defend women and fulfill their right. However, there are a lot of women in West Tobai village want to be married illegally. Thus, the researcher wants to analyze on how the perspective of woman married by polygamous husband illegally on right fulfillment in a marriage.

The problems discussed in this research are; (1) what are the wife’s right married by polygamous husband illegally fullfilled?, (2) what are the wife’s perspective on the wife’s right fulfillment in a marriage in Tobai village? Due to this happening case in Tobai village, this topic is interesting to analyze.

This reasearch uses qualitative descriptive approach using empirical data. The data are obtained from primary data by interviewing some women married by polygamous huband illegally in West Tobai, Sokobanah, Sampang, which consist of six informants and from secondary data obtained from reference books.

The finding reveals that the wife’s right married by polygamous husband illegally is not fullfilled as well. Although some of them are satisfied, but the husband somehow cannot be equitable toward the other wife. Living allowance fulfillment often becomes the main problem. It is because some of husbands do not work so that the wives are regardless to fulfill their needs. In this case, women feel being harmed. Although some of them ask for their rights, but they get violence instead. Thus, in order to sustain the marriage, some of them earn money by themselves to fulfill their living allowance.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Izzuddin, Ahmad
Keywords: Hak Perempuan Dalam Poligami; Woman Right and Polygamy
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Dwi Sri Haryanti
Date Deposited: 25 Jul 2017 04:03
Last Modified: 25 Jul 2017 04:03
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7200

Actions (login required)

View Item View Item