Efektivitas upaya mediasi terhadap penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Jombang

Al-Anshori, Wildan Ubaidillah (2014) Efektivitas upaya mediasi terhadap penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Jombang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09210054.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Dalam realitasnya pemberlakuan mediasi masih kurang begitu efektif dalam menyelesaikan perkara, terbukti dari sedikitnya perkara yang berhasil diselesaikan dengan mediasi. Tercatat 1110 perkara perceraian pada tahun 2011, pada tahun 2012 meningkat drastis menjadi 2768 perkara perceraian, dan 2262 perkara pada tahun 2013. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah tentang keefektifan mediasi sebagai sarana mendamaikan perkara, yang tujuan utamanya yakni mengurangi jumlah perkara, dan juga untuk mengetahui tingkat keberhasilan mediasi. Khususnya dalam perkara perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Jombang.

Peneliti menggunakan jenis penelitian empirik dalam karya ini, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan dalam metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Adapun metode analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Untuk mengetahui secara jelas tingkat keberhasilan mediasi yang terjadi di Pengadilan Agama Jombang dengan menggunakan data-data yang diperoleh dalam penelitian di lapangan.

Berdasarkan dari hasil penelitian, diketahui bahwasanya efektivitas mediasi dalam perkara perceraian yang terjadi di Pengadilan Agama Jombang masih sangat minim. Sebanyak 70 dari 1110 atau hanya 6,3% pada tahun 2011, 103 atau 5,2 % kasus dari 2768 pada tahun 2012 dan 7,2% atau 166 dari 2262 kasus dari banyaknya perkara perceraian yang masuk di Pengadilan Agama Jombang maka dapat dikatakan bahwasanya mediasi masih kurang begitu efektif dalam menyelesaikan masalah perceraian. Penyebab paling utama dalam hal ini adalah kelemahan kesadaran, egoisme dan tidak adanya kemauan kuat untuk damai. Dualisme fungsi mediator yang juga berperan sebagai Hakim memberikan pengaruh bagi mediasi yang dilakukannya. Diperlukan adanya mediator non Hakim ataupun mediator bersertifikat yang lebih berpengalaman untuk dapat lebih meningkatkan keberhasilan proses mediasi. Keberhasilan mediasi yang hanya sepuluh persen tersebut dikarenakan beberapa hal, yaitu kemampuan membawa suasana saat mediasi yang terkadang di selingi dengan gurauan kecil agar suasana tidak kaku. Selanjutnya yaitu kesabaran mediator yang mana hal ini merupakan poin utama dalam mediasi, sebab pihak berperkara dengan keadaan psikologi mereka yang berselisih tentunya akan membuat suasana menjadi kurang nyaman.

ENGLISH:

Mediation is a dispute resolution process through the negotiation process or the consensus of the parties , assisted by the mediator has no authority to decide or impose a settlement . In reality the application of mediation is less effective in resolving the case , proved by a case that successfully solved by mediation . Recorded 1110 divorce case in 2011 , in 2012 increased dramatically to a divorce case in 2768 , and 2262 cases in 2013 . Issues to be discussed in this study is about the effectiveness of mediation as a means of reconciling the case , the main goal of reducing the number of cases , and also to assess the success of mediation . Particularly in divorce cases that occurred in the Religious Court Jombang.

Researchers use this type of empirical research in this work , using a qualitative approach . While the data collection methods used were observation and interviews . The method of data analysis used in this study the author uses descriptive qualitative analysis method . To know clearly the success rate of mediation that occurred in the Religious Court Jombang using data obtained in research in the field.

Based on the results of the research , it is known that the effectiveness of mediation in divorce cases that occurred in the Religious Court Jombang is still very minimal . With the low success rate of not more than 10 % of the number of divorce cases that go in the Religious Court Jombang it can be said that mediation is less effective in solving the problem of divorce . The main cause of this is a weakness in terms of awareness , selfishness and lack of a strong desire for peace . Dualism function which also acts as a mediator to give effect to the mediation judge does . Required the presence of a mediator or mediators certified non- judge who is more experienced to be able to further enhance the success of the mediation process.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zuhriah, Erfaniah
Keywords: Efektivitas; Mediasi; Perceraian; Effectiveness; Mediation; Divorce
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 24 Jul 2017 08:40
Last Modified: 24 Jul 2017 08:40
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7188

Actions (login required)

View Item View Item