Zakat fitrah produktif di Kabupaten Malang: Studi pelaksanaan zakat fitrah produktif di Yayasan Al- Ikhlas Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang perspektif maqashid syariah

Fatchiya, Nayla (2013) Zakat fitrah produktif di Kabupaten Malang: Studi pelaksanaan zakat fitrah produktif di Yayasan Al- Ikhlas Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang perspektif maqashid syariah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09210092.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Zakat produktif merupakan salah satu konsep baru dalam dunia zakat yang banyak dipraktikkan dalam bentuk zakat mal, karena zakat ini tidak mempunyai karakteristik khusus seperti zakat fitrah. Zakat fitrah mempunyai karakter khusus sesuai dengan tujuannya yaitu mnyucikan jiwa-jiwa orang yang berpuasa dan mencukupkan fakir miskin dari meminta-minta di hari raya, sehingga wajib diberikan sebelum sholat idul fitri. Salah satu lembaga yang telah menerapkan konsep zakat fitrah dalam bentuk produktif adalah Yayasan Al-Ikhlas di Desa Sidorahayu pada idul fitri tahun 2012 silam. Pada praktiknya zakat fitrah diberikan secara berkala kepada mustahiq pasca shalat idul fitri.

Tujuan utama kajian ini adalah untuk memahami praktik zakat fitrah produktif yang diterapkan oleh Yayasan Al-Ikhlas Desa Sidorahayu Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, serta meninjau hukum dan kedudukannya dalam tingkatan mashlahah melalui konsep maqashid syariah.

Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Sebagian besar data primer dikumpulkan melalui metode wawancara dan observasi lapangan. Literatur dan dokumentasi terkait persoalan ini digunakan sebagai data skunder. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif .

Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwasanya zakat fitrah produktif di Yayasan Al-Ikhlas didistribusikan melalui dua bentuk, yaitu melalui bentuk konsumtif tradisional dengan prosentase sebesar 95% dan produktif kreatif sebesar 5%. Distribusi dalam bentuk produktif kreatif diberikan secara berkala kepada anak-anak asuh pasca idul fitri sesuai dengan kebutuhan mereka, hal ini secara teori diperbolehkan sebab yayasan telah melakukan akad sebelumnya dengan mustahiq tentang program ini. Menurut perspektif maqashid syariah praktik ini mempunyai dua dimensi kemashlahatan yaitu mashlahah mu’tabarah secara teori dan mashlahah mursalah secara praktik produktif. Ditinjau dari skala prioritasnya, praktik ini menempati jenis muqaddimah wajib dalam tingkatan mashlahah hajjiyat, karena usaha meminimalisir penyalahgunaan harta dan mewujudkan pendidikan anak-anak miskin termasuk dalam upaya perwujudan hifdz mal dan hifdz aql

ENGLISH:

Productive alm (zakat) is a new concept in Islam which is mostly practiced in mal alms category, because this kind of alms does not have special character as fitra alms. Fitra alms have a special character as its purpose, to purify the soul and to provide the poor with a means with which they can celebrate ‘eid al-fitr. So, it must be given before ‘eid al-fitr. One of institutions that practices this new concept is Al-Ikhlas Institution Sidorahayu – Wagir – Malang Regency since idul fitri 2012 last year. This concept has been applied by giving alms to mustahiq after ‘eid al-fitr periodically.

This research focuses to understanding the implementation of fitra alms in Al-Ikhlas institution and inspecting its law by maqashid syariah concept.

The method that is used in this research is empirical research with qualitative approach. Most of primary data is collected by interview and field observation. Literature and documentation of the problem in this research used as secondary data. After that, it will be analyzed by descriptive method.

Based on the analysis results obtained it can be concluded that fitra alms in Al-Ikhlas Institution is distributed by two kinds of method, traditional consumptive method and creative productive one. The consumptive method is distributed amount 95% into the poor around Sidorahayu village, and the productive distributed amount 5% into orphan children in the institution. The productive alms have been given to mustahiq periodically after praying ‘eid al-fitr according to their necessary. Theoretically this practice is allowed by Islamic law, because the institution has talked with mustahiq about it before. According to maqashid syariah concept, this practice occupying two kinds of mashlalah dimensions. One position is mashlahah mu’tabarah and mashlahah mursalah in another position. On the side of priority, this kind of alms is occupying the position of muqaddimah wajib in hajjiyat levels, because it is the effort to minimize the abuse of wealth (hifdz al-mal) and to actualize the poor children’s education including the actualizing effort for hifdz al-aql.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fakhruddin, Fakhruddin
Keywords: Zakat fitrah; produktif; maqashid syariah; Zakat al-Fitr; Productive; Maqashid Syariah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 24 Jul 2017 09:09
Last Modified: 24 Jul 2017 09:09
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7186

Actions (login required)

View Item View Item