Manajemen konflik sebagai upaya mempertahankan keutuhan rumah tangga perspektif kiai pesantren di Bondowoso

Hasyim, Dedi Rahman (2013) Manajemen konflik sebagai upaya mempertahankan keutuhan rumah tangga perspektif kiai pesantren di Bondowoso. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
09210085.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Fenomena konflik dalam rumah tangga menjadi sisi pelik hubungan tersebut. bahkan apabila konflik tersebut tidak tertangani, dampak yang akan timbul adalah perceraian. Hal ini ditunjukkan dengan terus meningkatnya angka perceraian setiap tahunnya. Tercatat dalam rekapitulasi urusan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung (MA) selama periode 2005 hingga 2010 terjadi peningkatan perceraian hingga 70 persen, pada tahun 2011 Pengadilan tinggi Agama (PTA) mencatat perkara perceraian sebesar 86,66 persen, sedangkan perkara lain hanya sebesar 13,44 persen. Di Bondowoso, kasus perceraian juga terhitung tinggi. Berdasarkan data yang deperoleh dari Pengadilan Agama Bondowoso, tercatat perceraian yang telah diputus pada tahun 2012 sebanyak 1589 perkara. Lebih dari itu, diketahui bahwa nol persen dari Kiai Pesantren di Bondowoso melakukan perceraian.

Penelitian ini menggali tentang 1) Bagaimana konflik terjadi dalam rumah tangga Kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Bondowoso? 2) Bagaimana manajemen konflik yang diterapkan sebagai upaya Kiai mempertahankan keutuhan rumah tangga? Guna menjawab beberapa permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif. Sedangkan tehnik analisis yang akan dipergunakan adalah tehnik analisis deskriptif.

Penelitian ini menemukan penyebab terjadinya konflik dalam rumah tangga Kiai Pesantren di Bondowoso. Diantaranya adalah faktor internal dan external. Faktor internal tersebut adalah terjadinya perbedaan pendapat/argumentasi, kecemburuan, keadaan ekonomi rumah tangga, sedangkan faktor eksternal yakni adanya intervensi di luar lingkup rumah tangga itu sendiri. Bentuk konflik yang terjadi adalah terjadinya perdebatan/cekcok, terjadinya pertengkaran, dan tidak saling tegur.

Dengan timbulnya beragam konflik dalam rumah tangganya, upaya yang dilakukan oleh Kiai Pesantren di Bondowoso dalam menanggulangi konflik tersebut adalah dengan pengelolaan konflik yang efektif. Mereka penggunaan gaya manajemen konflik kolaborasi (collaborating). Dengan penggunaan gaya ini, solusi-solusi yang diambil berupa win-win solution. Hal tersebut menunjukkan sikap adil yang dipraktikkan oleh Kiai Pesantren di Bondowoso dalam membina dan memimpin rumah tangganya.

ENGLISH:

The phenomenon of domestic conflict become the relationship complicated side, by the impact arise is divorces. The increasing number of divorces each year, recorded in the recapitulation affairs Religious Courts. Than the Supreme Court, during the period 2005 to 2010, there was an increasing divorce cases by 70 percent. In 2011, the Religious High Court/Religious Court of Appeal recorded 86.66 percent is divorce cases, while other cases only by 13, 44 percent. In Bondowoso, divorce cases are also considered to be high. Based on data from the Religious Courts of Bondowoso, divorces recorded in 2012 was 1589 cases. Moreover, it is known that zero percent of Kiai Pesantren in Bondowoso.

The research would like to answer the question: 1) How does the conflict of Kiai Pesantren in Bondowoso? 2) How is the conflict management implemented as an effort to maintain the integrity of Kiai Pesantrens family in Bondowoso? To answer those of the problems, the research was uses a qualitative method. While the analysis techniques that was used is the descriptive analysis techniques.

This research found the causes of the conflict in the family of Kiai Pesantren in Bondowoso, are internal and external. The internal factors are disagreements / arguments, jealousy, domestic economic conditions, and external factors that are beyond the scope of the intervention in their family itself. Form of conflict are the debate, quarrels, and not mutually scolds.

In the appear of multiple conflicts in their family, the efforts made by Bondowoso Kiai Pesantren to handling the conflict used the effective conflict management. They use collaborative conflict management style (collaborating style). With the use of this style, the taken solutions are a win-win solutions. It shows that the justice is done by Kiai Pesantren in Bondowoso for fostering and lidering their family.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zenrif, M. Fauzan
Keywords: Manajemen Konflik; Rumah Tangga; Conflict Management; Family
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 24 Jul 2017 09:10
Last Modified: 24 Jul 2017 09:10
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7184

Actions (login required)

View Item View Item