Kepastian hukum itsbat nikah poligami bagi umat Islam: Studi analisis UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Perkawinan dan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam

Budiono, Rohmat (2015) Kepastian hukum itsbat nikah poligami bagi umat Islam: Studi analisis UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Pokok-pokok Perkawinan dan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11210081.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Sahnya setiap perkawinan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman maka kompleksitas kehidupan di dalam masyarakat terus meningkat yang akibatnya harus diakuai bahwa masyarakat sangat perlu adanya kepastian hukum atas setiap perbuatan dan perilaku yang diperbuat, seperti halnya dalam perkara Itsbat Nikah Poligami. Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) sebagai instrumen hukum utama di dalam perkara keperdataan umat Islam utamanya dalam perkara perkawinan yang dilakukan di Indonesia secara spesifik dan jelas belum mengatur mengenai Itsbat Nikah Poligami. Adapun prihal itsbat nikah dan poligami sejatinya telah diatur dan ditentukan syarat dan prosedur permohonannya di dalam UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, tepatnya di dalam Pasal 3 hingga 5 UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan serta Pasal 7 dan Pasal 55 hingga 59 Kompilasi Hukum Islam. Oleh karena prihal Itsbat nikah poligami belum diatur secara jelas maka diperlukanlah kepastian hukum yang dapat menjadi landasan hukum untuk perkara itsbat nikah poligami yang secara nyata dan realita benar-benar terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Beranjak dari latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan dua permasalahan yang perlu diteliti di dalam penelitian ini, yaitu pertama, bagaimana memberikan kepastian hukum terhadap perkara itsbat nikah poligami? dan kedua, bagaimana manfaat kepastian hukum atas itsbat nikah poligami? Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian normatif yang meneliti tentang asas-asas hukum. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual yang kemudian dapat disimpulkan dengan metode analisis deskriptif kualitatif.

Peneliti menyimpulkan bahwa dalam perkara itsbat nikah poligami kepastian hukum berupa peraturan perundang-undangan yang konkrit tidak ditemukan. Namun, kepastian hukum dalam prosesnya dapat diberikan oleh hakim melalui kewenangannya untuk menggali dan menemukan hukum dengan cara interpretasi undang-undang yang ada dan konstruksi hukum. Selain itu manfaat kepastian hukum atas itsbat nikah poligami benar adanya terutama bagi istri dan anak-anak hasil poligami siri. Akan tetapi disisi lain kemudlaratan dapat muncul terutama bagi orang yang memiliki niat melakukan poligami secara siri terlebih dahulu guna menghindari ketentuan izin poligami. Oleh karena itu diperlukan tingkat kesadaran budaya hukum masyrakat yang tinggi agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dengan adanya kepastian hukum atas perkara itsbat nikah poligami.

ENGLISH:

Every validity of marriage is an important thing for everyone. Along with the progress and development of the era, life complexity in the society also increases. As the result, the society needs a law certainty for every action they do, for instance in the case of polygamy marriage ratification. Act No. 1 of 1974 about Marriage and Compilation of Islamic Law (KHI) as the main legal instrument in the civil law specialy for Muslim community, particularly in marriage case in Indonesia which does not specifically and clearly settled about polygamy marriage ratification. Furthermore, the case of polygamy marriage ratification has been settled in Act No. 1 of 1974 about Marriage and Compilation of Islamic Law (KHI), especially the article 3 to 5 about marriage as well as article 7 and 55 to 59 about Compilation of Islamic Law (KHI). However, the case of polygamy marriage ratification has not been clearly settled, therefore we need a law certainty which can be the basic law for polygamy marriage ratification case which is, in fact, happens in our society.

Based on the background which is previously presented, the researcher formulates two main problems which should be examined. First, how is the way to give law certainty for polygamy marriage ratification case? The second one, what is thelo advantage of law certainty for polygamy marriage ratification? This research included in normative research which investigates about law principle. The approach used in this research is conceptual approach which further can be concluded by analytical method of descriptive qualitative.

The researcher concluded that in the case of polygamy marriage ratification, the law certainty which is in the form of concrete act cannot be found. However, in its process law certainty can be given by the judge through his authority for digging and finding the law through interpretation of the existing act as well as referring to the book Manual Execution of Tasks and the Administrative Religious Courts (Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi Pengadilan Agama). Besides, the advantage of law certainty to the polygamy marriage ratification is really exists, particularly for the wife and children from unregistered polygamy marriage. However, the disadvantage can be appeared, especially for the person who wants to do unregistered marriage polygamy first in order to avoid the requirements of polygamy. Therefore, it is important to have high law awareness as the culture of people, until there are no one feels lose with the existence of the law certainty of polygamy marriage ratification.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Kumkelo, Mujaid
Keywords: Kepastian Hukum; Itsbat Nikah Poligami; Umat Islam; Law Certainty; Polygamy Marriage Ratification; Muslim Community
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 24 Jul 2017 08:32
Last Modified: 24 Jul 2017 08:32
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7183

Actions (login required)

View Item View Item