Implikasi tradisi pernikahan Pokpokjeng dalam membangun keluarga sakinah: Studi di Desa Kalianyar Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu

Aemanah, Ummu (2015) Implikasi tradisi pernikahan Pokpokjeng dalam membangun keluarga sakinah: Studi di Desa Kalianyar Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
11210078.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (3MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Dalam skripsi ini, membahas mengenai tradisi pernikahan pokpokjeng di Desa Kalianyar Kec. Krangkeng Kab. Indramayu. Hal ini dilator belakangi oleh adanya kepercayaan masyarakat setempat terhadap tradisi pernikahan pokpokjeng, pokpokjeng merupakan sebuah tradisi pernikahan yang dilakukan khusus untuk anak terakhir. Tujuan dilaksanakannya pokpokjeng tersebut agar kedua mempelai terhindar dari gangguan-gangguan makhluk halus (tolak bala). bentuk pokpokjeng menyerupai naga, yang berbentuk pikulan, seperti alat untuk memikul air atau kayu, dan barang-barang yang digantungkan di pikulan tersebut adalah barang-barang dapur seperti tampo, panci, kodek dan barang-barang dapur lainnya. Kemudian pokpokjengpun di arak keliling rumah mempelai. Terdapat beberapa tipologi masyarakat yang berbeda cara pandangnya mengenai tradisi pokpokjeng namun demikian, tradisi ini tetap kukuh dan berkembang dinamis di masyarakat.

Masalah yang dikaji dalam skripsi ini adalah:1) Bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap tradisi pokpokjeng kaitannya dengan hukum islam? 2) Bagaimana implikasi tradisi pokpokjeng dalam membangun keluarga sakinah?. Permasalahan tersebut dikaji dalam penelitian empiris, penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan data kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi, serta metode pengolahan data yaitu dengan editing,klasifikasi,verifikasi,analisis dan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis memperoleh jawaban atas permasalahan yang ada, bahwa terdapat tradisi perkawinan yang diyakini oleh penduduk bila ada pengantin yang posisinya anak terakhir, maka harus melakukan ritual pokpokjeng, apabila pengantin tersebut tidak melakukan ritual, maka diyakini pengantin akan gila ataupun tertimpa musibah serta banyak mengalami cobaan ekonomi.

Akan menjadi bahan pembicaraan warga bagi masyarakat yang tidak melaksanakan Tradisi pokpokjeng, hukum asal pokpokjeng adalah boleh namun kebanyakan masyarakat meyakini bahwa pokpokjeng yang menentukan kelangsungan hidup pengantin, dengan demikian maka pokpokjeng dihukumi haram.

ENGLISH:

In this thesis discusses about pokpokjeng marriage tradition in in Kalianyar village Krangkeng distric, Indramayu Regency. it is caused by society confidence about pokpokjeng marriage tradition. pokpokjeng is a marriage tradition performed specifically for the last child. pokpokjeng marriage aims to make bride and groom out of ghost. the shape of pokpokjeng is same as fragon, that is made shouldering such as a tool to carry on water or wood, and the things hung up in the shouldering are furnishings such as tampo, pan, kodek and others. and then pokpokjeng paraded around the house of bride/groom. it aims to make their kitchen is always filled of food, (blessing). There are several different public opinion point of view of tradition pokpokjeng however, this tradition remains strong and dynamically developing in society.

From mentioned problem proposed two formulation of problems: 1) how do the society responses about pokpokjeng tradition in the islamic law? 2) How is the implication of pokpokjeng tradtion in building the welfare family. this problem studied in empirical research, this research uses fenomenological approuch by using qualitative data. Methods of data collection using interviews and documentation, as well as data processing method is by editing, classification, verification, analysis and conclusions.

Based on result of this research, the writer reveals the answer that the marriage tradition believed by society if there is the last child who married, they must perform pokpokjeng tradition. If bride and groom do not perform the tradition, so they will be crazy, a lot of accidents, and a lot of obstacle in their economic.

Will be the talk of the people for the people who do not carry out the tradition pokpokjeng, pokpokjeng legal origin is allowed but most people believe that pokpokjeng that determine the viability of the bride, and thus pokpokjeng convicted forbidden.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Roibin, Roibin
Keywords: Tradisi; Pernikahan; Pokpokjeng; Tradition; Marriage
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Zulaikha Zulaikha
Date Deposited: 24 Jul 2017 08:32
Last Modified: 24 Jul 2017 08:32
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7181

Actions (login required)

View Item View Item