Implikasi hukum hadis إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فلم تأته فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح terhadap hubungan suami istri

Rahim, M. Syarifuddin (2011) Implikasi hukum hadis إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فلم تأته فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح terhadap hubungan suami istri. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
06210024.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (4MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan yang mengkaji tentang hadits Penolakan istri terhadap suami dalam berhubungan seksual dalam Kitab Shahih Bukhary pada Kitab Nikah bab “Idzaa batati al-mar’atu muhajiratan firasya dzaujiha” dengan nomor hadis 5195. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan di seputar implikasi hukum dan eksistensi hadits penolakan istri terhadap suami berhubungan seksual. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana validitas hadis tersebut dari segi sanad dan matan-nya, bagaimana makna dari kandungan hadis terebut, dan bagaimana implikasi hukum hadis terhadap hubungan suami istri?.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian sanad dan matan yang digunakan untuk membuktikan keabsahan hadits, baik dari segi para tokoh yang meriwayatkannya maupun dari segi materi yang dikandung hadits. Penetian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif. Adapun pengumpulan data untuk proses pencaharian mengenai keberadaan hadis-hadis menggunakan metode dekomentasi dengan sistem manual yaitu cara takhrij al-hadis melalui sumber- sumber koleksi kitab hadis. Sedangkan untuk analisa data menggunakan analisis isi (contaent analysis).

Setelah diadakan penelitian terhadap riwayat al-Bukhari, dari segi sanad dan matan, hadis-hadis tersebut berkualitas sahih. Pada dasarnya hadis-hadis tersebut mempunyai periwayatan secara makna (riwayah bil makna), di anatara periwayat yang meriwayatkannya adalah Muslim, Abu Daud dan Ahmad bin Hanbal. Secara historis munculnya hadis tersebut dilatar belakangi oleh dua kejadian, pertama; hadis tersebut berkenaan dengan ghilah yaitu bersetubuh istri yang sedang hamil atau menyusui, kedua; perkawinan Anshor dan Muhajirin pasca hijrah Nabi ke Madinah.

Adapun makna dari kandungan matan hadis bahwa seorang istri wajib mentaati suaminya ketika suaminya mengajaknya untuk berhubungan seksual. Kecuali istri dalam keadaan (haid dan nifas) atau ketentuan syar’i, dan alasan rasional lain serta suami berbuat zalim dan maksiat, seorang istri boleh menolaknya. Selain alasan tersebut, maka secara teks, dari pernyataan hadis bahwa dia dilaknat oleh malaikat dengan arti dia dijauhkan dari kebaikan, kasih sayang, dan rahmat, sampai suami memaafkannya. Sedangkan Implikasi hukum dengan menggunakan teori maslahah bahwa penolakan istri terhadap suami dalam hubungan sex adalah bentuk dari mafsadah (kerusakan) bagi suami, Sebaliknya ketataatan istri terhadap suami dalam dalam hubungan sex (jima’) bentuk dari maslahah (manfaat) yaitu seorang bisa mencegah suami dari perbuatan yang diharamkan syar'i yang itu sangat bertentangan dengan maqasid syariah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fakhruddin, Fakhruddin
Keywords: Sex (jima’); Suami; Istri; Husband; Wife; and Intercource
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 07 Aug 2017 03:49
Last Modified: 07 Aug 2017 03:49
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7130

Actions (login required)

View Item View Item