Urgensi bermazhab perspektif aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI): Studi di DPD II HTI Kota Malang

Kholish, Muhammad Anas (2009) Urgensi bermazhab perspektif aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI): Studi di DPD II HTI Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
05210048.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Urgensi bermazhab dalam upaya penggalian hukum islam menurut perespektif aktivis HTI kota malang merupakan salah satu fenomena dalam bermazhab yang sangat unik untuk dikaji, sebab bila kita melihat corak pemahaman yang HTI tawarkan dengan konsep Khilafah islamiyahnya, HTI cenderurung berpaham skriptualis fundamental, namun disisi lain para aktivis HTI mempunyai latar belakang ormas yang beragam, tentunya dengan karekter pemahaman yang berbeda juga. yang sebagai konsekuensinya dalam memahami masalah urgensi bermazhab mereka mempunyai konsep tersendiri, dibandingkan dengan ormas seperti Nahdlotul Ulama dan Muhammadiyah. Yang samapi saat ini konsep tersebut belum perna dikaji dan ditelaah lebih dalam oleh kalangan akdemisi.

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah argumentasi dan dasar hukum tentang tawaran konsep urgensi bermazhab ala para aktivis HTI kota Malang, dalam menggali sebuah hukum. dan sejauh mana para aktivis HTI kota Malang dengan keberagaman latar belakang aktivisnya menggunakan pendapat imam mazhab dalam penggalian hukumnya.

Adapun Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan didukung penelitian kepustakaan. data penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan analisis dartanya menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, yaitu bagaimana menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan tentang aktivitas dan rutinitas kajian yang dilakukan oleh para aktivis HTI kota Malang di lapangan. Sedangkan Paradigma yang dipakai dalam penelitian ini adalah naturalistic paradigm atau paradigma alamiah

Adapun hasil penelitian ini menunjukan pertama bahwa para aktivis HTI berusaha mengkonvergensikan antara permasalahan yang dianggap wajib, dan haram. Satu sisi sebagaimana yang peneliti dsekripsikan, bahwa dari kalangan Islam trdisionalis mencoba mengusung gerakan kembali kepada mazhab, hal ini disebabkan cara pandang melihat realitas masyarakat muslim Indonesia yang dalam kaifiyatul akhdzul hukumnya masih tergolong mentabbani kepada para imam mujtahid. Sehingga dalam menggali sebuah hukumnyapun metode yang digunakan mengacu kepada kitab-kitab klasik dengan lembaga bahtsul masailnya, disisi lain Muhammadiyah yang berpaham wahabisme mencoba mensuarakan gerakan kembali kepada Al Quran dan Al Hadits yang secara konsekuensi menolak budaya taqlid dan menjadikan bermazhab tidak penting.

Yang kedua; bahwa Intensitas penggunaan para aktivis HTI kota Malang terhadap pendapt imam mazhab dalam kaifiyatul akhdzul hukum, dapat diklasifikasikan menjadi emapat. 1. ketika pendapat imam mahab tersebut tidak melenceng dengan ketentuan sumber hukum yang sudah ada, yaitu Al Quran, Hadits, Ijma’ sahabat dan qiyas yang ilah hukumnya berasal dari syari bukan aqli, 2. Harus mempunyai Quatu Dalil yang dapat diverifikasi dengan metode tarjih, 3. Dalam pengambilan hukumnya harus lebih mendominasi penggunaan dalil naqli dengan zhohir nasnya, daripada dalil aklinya, 4. Para Aktivis HTI kota malang tidak akan segan-segan untuk meninggalkan pendapat mereka, walaupun secara popularitas imam tersebut mempunyai basis masa yang sangat banyak

ENGLISH:

Talking about the urgency school of thought in concerning islamic law perspectives activist HTI Malang City, it’s one of the unique phenomenon to be talked. As we know that the model of their understanding is fundamental scripture, but in another side they have the diverse background of mass organization that certainly, their each mass organizations also have the diverse understanding. Consequently, they have their own concept on this where it has been never discussed or worked through by academician before.

So in this thesis we discuss about what the argumentation and the basic law of their concept about the urgency school of thought in concerning islamic law and how much they use the opinion of ‘imam mazhab’ in concerning their islamic law.

This thesis is field research that’s supported by library research. The data is obtained by observation, interview, and documentation. While the analysis of this thesis is using qualitative descriptive analysis. It means that the researcher analyzes how to pour his idea out of the text about the activist of HTI Malang City and their routinity in discussing their concept. This thesis is also using the naturalistic paradigm.

The result of this thesis is: first, the activist of HTI Malang City make the effort to convergence between the obligatory (wajib) things and the forbidden (haram) things. As the researcher described that Traditional Moslems try to carry the re-movement on the school of thought, because of seeing the reality that many people in Indonesia in taking the conclution of islamic law (kaifiyatul akhdzul hukum), they mentabbani (following) the mujtahid (someone experts in muslim law who gives an independent interpretation of the Koran and Hadits). So, their method in taking the conclution of islamic law refers to the classic books (kitab turats) by bahtsul masa’il institution. In another hand, Muhammadiyah by its wahabisme tries to carry the re-movement on AL-Qur’an and Hadits. Consequently, it rejects the ‘taqlid’ culture and also considers that the school of thought is not being important anymore.

Secondly; the intensity of activist of HTI Malang City using the opinion of ‘imam mazhab’ in concerning their islamic law is classified into 4 types: 1) when the opinion of ‘imam mazhab’ doesn’t deviate with Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ and Qiyas; 2) must have the strongth argumentation (quwwatu dalil) verificated by tarjih method; 3) must give the priority to use naqli argumentation than to use aqli argumentation; 4) distinctly, the activist of HTI Malang City will leave ‘imam madzhab’s opinion, although they have very much basic of their mass.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Hamidah, Tutik
Keywords: Urgensi; mazhab; aktivis HTI kota Malang; The Urgency; School Of Thought; Activist HTI Malang City
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 17 Jul 2017 14:18
Last Modified: 17 Jul 2017 14:18
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7128

Actions (login required)

View Item View Item