Hukum transplantasi organ tubuh sebagai mahar nikah

Aqidah, Rizka Yeni (2009) Hukum transplantasi organ tubuh sebagai mahar nikah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05210003.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (942kB)

Abstract

INDONESIA:

Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Perkembangan teknologi dan informasi sekarang ini, juga berimbas pada perkembangan di dunia medis, diantaranya adalah keberhasilan melakukan transplantasi organ tubuh. Dalam dunia kedokteran, pemberi organ disebut dengan donor, dan penerima organ disebut resipien, sedangkan organ atau jaringan itu senndiri disebut graft atau transplant. Permasalahannya kemudian bagaimana hukum ketika transplant atau organ dijadikan mahar dalam sebuah pernikahan? Pertanyaan inilah yang kemudian menjadi penelitian ini.

Metode yang digunakan untuk memecahkan hukum ketika organ tubuh dijadikan sebagai mahar nikah ini adalah metode qiyas. Qiyas ialah menyatukan sesuatu yang tidak disebutkan hukumnya dalam nash dengan sesuatu yang disebutkan hukumnya dengan nash, disebabkan kesatuan ‘illat antara keduanya.

Aplikasi metode qiyas tersebut sebagai berikut; al-ashlu dalam penelitian ini adalah bentuk mahar yang berupa harta baik bentuk materi maupun non materi, sedangkan hukmu al-ashli adalah diperolehnya harta baik materi maupun non materi dijadikan sebagai mahar dengan ketentuan memenuhi syarat sesuatu yang dapat dijadikan mahar., al-far’u dalam penelitian ini adalah transplant atau organ, sedangkan isyrtirakul ‘illatnya adalah bahwa antara al-ashlu dan al-far’u dalam penelitian ini memiliki kesatuan sifat yakni harta yang berupa materi, bernilai, bisa dimanfaatkan, serta merupakan hak milik.

Berdasarkan hasil istinbath dengan menggunakan metode qiyas sebagai pisau analisis, maka disimpulkan bahwa hukum transplant organ sebagai mahar nikah adalah diperbolehkan.

ENGLISH:

Today, the development of science is growing very rapidly. Technological developments and current information, also impact on developments in the medical world, including the success of organ transplants. In medicine, called a donor organ donor, and recipient of an organ called the recipient, while the organ or tissue is called a graft or transplant senndiri. The problem is then how the law when an organ transplant or used as a dowry in a marriage? The question is then a study.

The method used to break the law when the body's organs be used as a marriage dowry is qiyas method. Qiyas together something which is not mentioned in legal texts with something that is mentioned with the legal texts, due to the unity 'illat between the two.

Application of the method is as follows qiyas; al-ashlu in this research is a form of dowry in the form of property both material and immaterial forms, whereas al-ashli hukmu is acquired possessions both material and non material used as a dowry to the provisions of eligible something that can be dowry., al- far'u in this study were transplant or organ, while isyrtirakul 'illatnya is that between al-ashlu and al-far'u in this study have a unitary nature of the treasure in the form of matter, worth, can be used, as well as the property.

Based on the results istinbath qiyas using a knife analysis, it was concluded that the organ transplant law as a marriage dowry is allowed.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Ibrahim, Sa'ad
Keywords: Transplant /Organ; Mahar Nikah; Transplant /Organ; Mahar Nikah
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 17 Jul 2017 14:18
Last Modified: 17 Jul 2017 14:18
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7124

Actions (login required)

View Item View Item