Aktivitas shalat jum’at bagi tersangka muslim di Polresta Malang perspektif fiqih dan HAM

Setiawan, Arif (2011) Aktivitas shalat jum’at bagi tersangka muslim di Polresta Malang perspektif fiqih dan HAM. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04210034.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Salah satu problematika yang muncul dalam masyarakat yang menjadi perangsang bagi umat untuk mengentaskannya adalah persoalan ibadah di tempat penyidikan kepolisian bagi tersangka. Permasalahan ini tertuju pada kesempatan beribadah yang cukup terbatas yaitu terkait tempat dan waktu yang kurang terfasilitasi oleh pihak kepolisian. Peneliti ingin membahas lebih lanjut terkait praktek ibadah para tersangka di dalam tahanan, yang mana para tersangka harus mengikuti segala peraturan yang ada di instansi Kepolisian yang lebih ketat tentunya. Sehingga dalam aktivitas ibadahnya terdapat batasan-batasan yang harus dijalani oleh para tersangka.

Realitas sebagaimana tersebut di atas itulah yang kemudian membuat penulis merasa tertarik untuk meneliti dan mengkaji lebih mendalam bagaimana ibadah para tersangka di dalama tahanan Polresta Malang, yang bertujuan mutlak untuk menggali lebih dalam tentang metode pengambilan hukum islam secara mahdloh, sehingga dapat memberikan solusi terhadap problematika tersebut.

Obyek dalam penelitian ini adalah lembaga kepolisian POLRESTA Malang. Adapun metode pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode observasi; metode dokumentasi; dan metode interview.

Hasil penelitian ini memperoleh gambaran bahwa para tersangka mendapatkan hak-haknya walaupun mereka berada di dalam tahanan, akan tetapi terdapat batasan-batasan dalam hal beribadah khususnya pada pelaksanaan sholat jum‟at yang mana para tersangka dibolehkan mengikuti shalat jum‟at di dalam tahanan dengan difasilitasi media (CCTV) sebagai acuan dalam shalat jum‟at. Di dalam syariat Islam tidak dijumpai adanya hukum yang melarang model berjama‟ah melalui media televisi, dan bahkan dalam konsep syariat tentang sholat terdapat juga sebuah rukhsah (keringanan) yang berfungsi ketika dalam kondisi musaqqah.

ENGLISH:

One of the problems that arise in a society which is incentive for people to mengentaskannya is a matter of worship in the investigation of police for the suspect. This issue is fixed on the occasion of worship are quite limited and time-related places that are less facilitated by the police. The researchers wanted to further discuss the related practice of worship of the suspects in custody, which the defendants must follow all existing regulations in a more strict police agencies of course. So in worship activities there are limitations that must be followed by the suspects.

Reality as described above then that's what makes the writer feel interest to investigate and examine more deeply how the worship of the suspects in custody Police dalama Malang, which aims to dig deeper absolute about making method in mahdloh Islamic law, so as to provide solutions to these problems .

The object of this research are police agencies Police Malang. The author approaches used in this study is the method of observation, methods of documentation, and interview methods.

The results of this study to find a figure that the suspects have rights even though they are in custody, but there are limitations in terms of worship, especially on the implementation of Friday prayers in which the defendants are allowed to follow Friday prayers in custody with a facilitated media (CCTV) as a reference in Friday prayers. In the Islamic Shari'a is not found any law that prohibits a model congregation through the medium of television, and even in the Shari'a concept of prayer there is also a rukhsah (relief) that serves as the condition musaqqah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Badruddin, Badruddin
Keywords: Aktivitas Shalat; Tersangka; Perspektif FIQIH dan HAM; Activities of Prayer Friday; The suspect; Fiqh and Human Rights Perspective
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 24 Jul 2017 08:58
Last Modified: 24 Jul 2017 08:58
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7120

Actions (login required)

View Item View Item