Iddah bagi suami dalam fiqih Islam: Analisis gender

Azis, Abdul (2010) Iddah bagi suami dalam fiqih Islam: Analisis gender. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
06210081.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (951kB) | Preview

Abstract

Iddah merupakan salah satu konsekuensi yang harus dijalani oleh kaum perempuan setelah terjadinya perceraian. Aktifitas iddah telah ada sebelum Islam hadir, namun praktek iddah pada saat itu sangat tidak manusiawi. Islam dengan syariatnya yang inklusif merubah praktek iddah yang tidak manusiawi tersebut. Dalam sumber hukum Islam iddah termasuk kewajiban yang harus dijalani kaum perempuan, jika dianalisis dengan analisis gender ini jelas mendiskriminasikan kaum perempuan apabila pihak suami tidak terkena pembebanan iddah, pasalnya kaum perempuan saat ini sama-sama mempunyai andil besar terhadap kemajuan agama dan Negara. Sejatinya iddah bagi suami telah diperkenalkan oleh para ulama dalam literatur-literatur fiqih sekalipun hanya terbatas dalam dua kondisi. Oleh karena itu fiqih yang menjadi representasi dari hukum Islam ditinjau kembali untuk disinergikan dengan keadaan sosial masyarakat, ini sejalan dengan kaidah yang mengatakan perubahan hukum disebabkan berubahnya situasi dan kondisi.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban terhadap iddah bagi perempuan dalam fiqih Islam, yang ditindak lanjuti dengan iddah bagi suami dalam literatur fiqih, perspektif gender. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini berupa telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Sedangkan tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara menghimpun beberapa pendapat ulama yang telah terkodifikasi dalam fiqih Islam mengenai iddah serta penjelasan Iddah dalam al-Quran dan hadis. Mengenai pengolahan data peneliti lakukan dengan cara menelaah kembali data-data yang telah terkumpul yang memiliki relevansi dengan topik yang dijadikan objek penelitian kemudian dianalisis dengan analisis gender.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diwajibkanya iddah bagi perempuan dalam literatur fiqih karena tiga aspek, yaitu aspek biologis, gender, dan teologis. Namun sesuai dengan penelitian yang dilakukan, ternyata aspek teologis merupakan aspek yang determinan di balik pemberlakuan iddah bagi perempuan. Sedangkan pemberlakuan iddah bagi suami untuk saat ini berlaku general, dan hal itu merupakan kebutuhan primer yang mempunyai dua kemaslahatan yang berjalan seimbang antara kemaslahatan yang bersifat vertikal dan horizontal. Mengingat iddah bagi suami tidak terkover secara jelas dalam sumber hukum Islam, maka sandaran normatif (al-Quran dan Hadis) yang dipakai adalah aspek keuniversalan cakupan makna yang dikandung oleh kedua sumber tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Fiqih; Iddah; Dan Diskriminasi
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 07 Jul 2017 05:40
Last Modified: 07 Jul 2017 05:40
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7112

Actions (login required)

View Item View Item