Pemahaman masyarakat tentang pernikahan di usia anak-anak di tinjau dari pasal 26 ayat 1 huruf C Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak: Studi kasus di Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

Ulfa, Binda Maria (2010) Pemahaman masyarakat tentang pernikahan di usia anak-anak di tinjau dari pasal 26 ayat 1 huruf C Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak: Studi kasus di Kelurahan Kedungkandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
06210025.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Mewujudkan keluarga sakinah bukanlah sesuatu yang mustahil. Untuk meraihnya, bukan pula perkara mudah. Ia membutuhkan ikhtiar (usaha) yang sungguh-sungguh dan senantiasa mengharapkan keridhaan Allah SWT. Salah satu ikhtiar mewujudkan keluarga sakinah adalah melangsungkan perkawinan pada usia tertentu yang sudah dianggap cukup matang. Usia yang sudah cukup matang akan mempengaruhi kematangan psikhis seseorang.

Dari paparan diatas, peneliti tertarik untuk mengetahui beberapa permasalahan yang terjadi ketika orang tua menikahkan anaknya di usia anak- anak. Bagaimana pemahaman masyarakat Kelurahan Kedungkandang mengenai ketentuan usia pernikahan. Bagaimana pemahaman masyarakat Kelurahan Kedungkandang tentang pernikahan di usia anak-anak di tinjau dari pasal 26 ayat 1 huruf c Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Agar penelitian ini berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh peneliti, maka dalam penelitian ini menggunakan paradigma alamiah yang bersumber dari pandangan fenomenologis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian case study. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder yang dilakukan dengan teknik pengamatan, wawancara dan dokumentasi yang kemudian data tersebut diedit, diperiksa dan disusun secara cermat serta diatur sedemikian rupa. Yang kemudian dianalisis dengan deskriptif kualitatif.

Pemahaman masyarakat Kelurahan Kedungkandang tentang pernikahan di usia anak-anak di tinjau dari pasal 26 ayat 1 huruf c Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, kesimpulan yang didapatkan adalah justru dengan menikahkan anaknya di usia yang masih anak-anak adalah salah satu bentuk perlindungan dan tanggung jawab orang tua terhadap anak. Orang tua melindungi anaknya dengan menikahkannya mempunyai beberapa alasan yaitu pertama, mencegah anak terjerumus dalam pergaulan bebas yang nantinya membawa dampak negatif, kedua, karena mayoritas masyarakat Kelurahan Kedungkandang berada di tingkat ekonomi menengah ke bawah, maka dengan menikahkan anaknya bisa mengurangi beban ekonomi orang tua dan anak tidak akan terlantar karena sudah menjadi tanggung jawab suami.

ENGLISH:

Brought sakinah family is not something impossible. To achieve it, nor an easy matter. He takes initiative (business) that truly and always expect the pleasure of Allah SWT. One initiative is to establish a sakinah family realize the marriage of a certain age who are deemed mature enough. Age that have been mature enough to affect the maturation psikhis someone.

From exposure to the above, researchers interested in knowing some of the problems that occur when parents marry off their children at the age of the children. How is the public's understanding of the provisions of Sub Kedungkandang marriage age. How is the public's understanding of marriage Kedungkandang Village at the age of the children in the review of Article 26 paragraph 1 letter c Act 23 of 2002 on Child Protection.

For this study went smoothly as originally expected by the researcher, in this study using natural paradigm derived from a phenomenological view of using qualitative approach and the type of case study research. While the data collected in the form of primary data and secondary data was done by using observations , interviews and documentation of data can be edited, checked and carefully prepared and arranged in such a way. Which is then analyzed with descriptive and qualitative.

Kedungkandang Village community understanding about the marriage at the age of children in the review of Article 26 paragraph 1 letter c Act 23 of 2002 on Child Protection, is precisely the conclusion obtained by marrying his son at that age a child is one form of protection and parental responsibility towards children. The parents protect their children to marry her off to have a few reasons: first, to prevent children falling in free association that would bring negative impact, secondly, because the majority of people in the village Kedungkandang lower middle economic level, then to marry off their children could reduce the economic burden of parents and children will not be abandoned because it was the responsibility of the husband.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Yasin, Mohamad Nur
Keywords: Masyarakat; Pernikahan; Usia Anak-Anak; Community; Marriage; Age Children
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 07 Jul 2017 05:39
Last Modified: 07 Jul 2017 05:39
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7107

Actions (login required)

View Item View Item