Responsive Banner

Telaah hukum kedudukan hak anak korban perkosaan perspektif undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Maqashid Syariah

Maulana, Akbar (2024) Telaah hukum kedudukan hak anak korban perkosaan perspektif undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Maqashid Syariah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
210201110084.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK

Dengan adanya pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 Tentang Kesehatan, hal ini mendapatkan banyak sekali pro dan kontra dikalangan masyarakat terkait dilegalkannya praktek aborsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kedudukan hak anak korban perkosaan dari dalam kandungan hingga dilahirkan pasca disahkanya peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2024 tentang kesehatan.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Sumber hukum yang digunakan sumber data sekunder, terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pengumpulan bahan hukum jenis studi kepustakaan dan analisisnya menggunakan teknis analisis deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan anak dalam kandungan dan perempuan korban perkosaan mempunyai hak hidup yang sama, kedudukan hak anak dalam kandungan hingga dilahirkan sama mempunyai hak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta hak anak merupakan hak asasi manusia dan anak dalam kandungan perlu mendapatkan perlindungan hukum selayaknya anak yang telah dilahirkan yaitu, berhak mendapatkan warisan dari pewaris (bapak), syaratnya anak harus lahir hidup, jika mati sewaktu dilahirkan, maka anak tidak pernah dianggap ada. Sedangkan ditinjau dari maqashid syariah anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh berkembang, keadilan, persamaan derajat, mendapatkan asuhan dan pemeliharaan, serta anak dalam kandungan tidak mendapatkan hak waris hingga dilahirkan dalam keadaan hidup.

ABSTRACT

With the ratification of Government Regulation Number 28 of 2024 concerning Health, this has gained a lot of pros and cons among the public regarding the legalization of the practice of abortion. The purpose of this study is to determine the position of the rights of children of rape victims from the womb until they are born after the enactment of government regulation number 28 of 2024 concerning health.
This research is a normative juridical research using statutory and conceptual approaches. The legal sources used are secondary data sources, consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collection of legal materials is a type of literature study and the analysis uses descriptive analysis techniques.
The results of this study indicate that children in the womb and women victims of rape have the same right to life, the position of the rights of children in the womb until they are born have the same rights in order to live, grow, develop, and participate optimally in accordance with the dignity of humanity and children's rights are human rights and children in the womb need to get legal protection like children who have been born, namely, entitled to inheritance from the heir (father), the condition is that the child must be born alive, if he dies when he is born, then the child is never considered to exist. Meanwhile, in terms of maqashid sharia, children have the right to live, grow and develop, justice, equality, get care and maintenance, and children in the womb do not get inheritance rights until they are born alive.

مستخلص البحث

مع المصادقة على اللائحة الحكومية رقم 28 لعام 2024 المتعلقة بالصحة، اكتسب هذا الأمر الكثير من الإيجابيات والسلبيات بين الجمهور فيما يتعلق بتقنين ممارسة الإجهاض. والغرض من هذه الدراسة هو تحديد موقف حقوق أطفال ضحايا الاغتصاب من الرحم حتى ولادتهم بعد سن اللائحة الحكومية رقم 28 لعام 2024 بشأن الصحة.
هذا البحث عبارة عن بحث قانوني معياري باستخدام مناهج قانونية ومفاهيمية. والمصادر القانونية المستخدمة هي مصادر بيانات ثانوية، وتتألف من مواد قانونية أولية وثانوية وثالثية. ويعد جمع المواد القانونية نوعًا من أنواع الدراسة الأدبية، ويستخدم التحليل تقنيات التحليل الوصفي.
تشير نتائج هذه الدراسة إلى أن الأطفال في الرحم والنساء ضحايا الاغتصاب لهم نفس الحق في الحياة، وموقف حقوق الأطفال في الرحم حتى يولدوا لهم نفس الحقوق في الحياة والنمو والتطور والمشاركة المثلى بما يتوافق مع كرامة الإنسانية، وحقوق الأطفال في الرحم هي حقوق إنسانية والأطفال في الرحم يحتاجون إلى حماية قانونية مثل الأطفال الذين ولدوا أي يستحقون الميراث من الوارث (الأب)، والشرط أن يولد الطفل حياً، فإن مات عند ولادته فلا يعتبر الطفل موجوداً أبداً. أما من حيث الشرع المقاصدي فإن للطفل الحق في الحياة والنمو والتطور والعدل والمساواة والرعاية والنفقة، ولا يحصل الطفل في الرحم على حقوق الإرث إلا إذا ولد حياً.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Zulaichah, Siti
Keywords: Hak Anak; Korban Perkosaan; Maqashid Syariah; Child Rights; Rape Victims; Maqashid Sharia; حقوق الطفل؛ ضحايا الاغتصاب؛ مقاصد الشريعة.
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Akbar Maulana
Date Deposited: 20 Dec 2024 14:12
Last Modified: 20 Dec 2024 14:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/70790

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item