Konsep keluarga sakinah perspektif aktivis Hizbut Tahrir Malang

Hidayati, Nur (2009) Konsep keluarga sakinah perspektif aktivis Hizbut Tahrir Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
05210067.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Keluarga merupakan pilar pembentuk masyarakat ideal yang dapat melahirkan keturunan yang shalih, dari keluarga sakinah akan terlahir generasi yang tangguh, karena didalamnya terkandung nilai-nilai, seperti cinta kasih sayang, komitmen dan tanggung jawab.

Latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir adalah ingin mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah.Untuk itu harus memiliki konsep keluarga sakinah, karena keluarga sakinah merupakan keluarga yang penuh dengan ketenangan dan ketentraman yang nantinya akan mencetak generasi penerus yang berkualitas. Berangkat dari pemahaman tersebut peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam pandangan aktivis Hizbut Tahrir Malang tentang keluarga sakinah dan upaya-upaya yang mereka lakukan dalam menciptakan keluarga sakinah.

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan bersifat deskriptif. Serta menggunakan pendekatan kualitatif, karena berusaha untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya; perilaku, presepsi, motivasi dan tindakan. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data, yakni observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa aktivis Hizbut Tahrir Malang memandang bahwa pernikahan sejak awal dibangun untuk membentuk keluarga sakinah wa binaud-dakwah, keluarga sakinah merupakan keluarga yang didalamnya senantiasa diikat dengan aturan-aturan Allah, juga didalamnya tercipta sebuah hubungan yang harmonis yang senantiasa menjadikan syari’at Islam sebagai standar dalam segala aktifitasnya, suami istri mempunyai visi dan misi yang sama, saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing dan menjalankan kewajiban yang diperintahkan Allah baik kewajiban rumah tangga maupun diluar rumah tangga. Begitu pula upaya yang pertama kali dilakukan oleh aktivis Hizbut Tahrir dalam menciptakan keluarga sakinah adalah dengan senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjadikan al-Qur’an sebagai naungan keluarga, seperti membiasakan shalat berjama’ah, bershadaqoh dan berdakwah. Selain itu, semua anggota keluarga harus memahami fungsi dan peran masing-masing, sehingga mereka mengetahui bagaimana melaksanakan hak-hak dan kewajibannya, juga selalu memegang komitmen, membangun hubungan persahabatan dan komunikasi yang baik di dalam keluarga. Memandang permasalahan bukan sebagai beban tetapi sebagai proses pembelajaran, dengan menyelesaikan permasalahan sebagaimana yang sudah diatur oleh Islam.

ENGLISH:

Families are the pillar to form the ideal society that can reveal shalih generation, start from sakinah family will bear downright generation who have a glorious values like love compassion, commitment and responsibility.

Establish background of Hizb ut-Tahrir is to make return Islamic life through built up Daulah Khilafah Islamiyah in this life. There for this achievement gained by knowing the concept of sakinah family the term of this concept mean a family filled by serenity and tranquility that will produce a qualified generation. Start from this background, researcher interest to research deeply the viewpoint of Hizb ut-Tahrir activist in Malang about sakinah family and their efforts to realize their aims.

This research is a field research and descriptive characteristic, using a qualitative approach, because try to understand the pnenemenon of what is experienced by the subject of research, for exemple; behavior, preseption, motivation and action. To obtain the data, the researcher used three methods of data collection; they are observation, interviews and documentation.

The result of this research, found that Hizb ut-Tahrir activists of Malang looked that the marriage was built to form a sakinah family wa binaud-dakwah. sakinah family are family in which always bound by the rules of God, until creating a harmonious relationship that always make Islamic law as the standard in all activities, the husband and wife have a same vision and mission, understanding each other's abudance and lack of each and do the obligations which commanded by Allah both household duties and outside the household. Similarly, the first attempt that done by Hizb ut-Tahrir activists in creating sakinah family is always increase the devotion to Allah by making the al-Qur'an as a family shelter, such as used to prayer together, give aims and preach. I addition, all family members must understand the function and roles of each. So they know how to implement their rights obligations, also hold their commitment, make relationship and good communication within the family. Not looking the problem as burden but as a learning process with solve the problems in the same manner as set by Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fadil, Fadil
Keywords: Konsep; Keluarga Sakinah; Aktivis Hizbut Tahrir Malang; Concept; Sakinah Family; Hizb Ut-Tahrir Activists Of Malang
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 08 Jun 2017 06:10
Last Modified: 08 Jun 2017 06:10
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7077

Actions (login required)

View Item View Item