Upaya pasangan suami-istri tuna netra dalam membentuk keluarga sakinah: Studi kasus di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Malang

Hanggara, Anggi (2010) Upaya pasangan suami-istri tuna netra dalam membentuk keluarga sakinah: Studi kasus di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Malang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
05210001.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (1MB)

Abstract

INDONESIA:

Sebuah keluarga adalah komunitas masyarakat terkecil dan sebuah keluarga diharapkan akan menjadi sumber mata air kebahagiaan, cinta dan kasih sayang seluruh anggota keluarga.Kita semua mendambakan keluarga yang harmonis dan bahagia, yang serasi dan selaras dalam aspek-aspek kehidupan yang akan diarungi bersama. Dalam islam, keluarga yang bahagia itu disebut dengan keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (penuh cinta), rahmah (kasih sayang). Akan tetapi bagaimana di dalam sebuah keluarga di huni oleh pasangan suami-istri yang tuna netra. Tentunya akan berbeda dan bisa di bilang sulit untuk mencapai keluarga yang sakinah. Dari fenomena di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana pemahaman suami-istri tunanetra mengenai keluarga sakinah; (2) Bagaimana upaya pasangan suami-istri tunanetra dalam membentuk keluarga sakinah.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini wawancara, observasi, dan dokumentasi Subjek yang diteliti adalah sepasang suami-istri tunanetra yang tinggal di daerah kotalama, analisa data yang digunakan edit, klasifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Pemahaman pasangan suami-istri tentnag keluarga sakinah adalah: rasa pengertian, saling menerima kondisi pasangan, tantram dan kuat dalam menghadapi tiap permasalahan yang ada, hal itu yang di pahami oleh pasangan suami-istri tunanetra keluarga bapak Slamet Supriadi tentang makna keluarga sakinah. Meskipun terjadi perbedaan pemahaman antara mereka tetapi pada dasarnya yang paling di butuhkan dalam mencapai keluarga yang sakinah menurut mereka adalah adanya rasa saling pengertian antar sesama anggota keluarga.; (2) Upaya pasangan suami-istri tunanetra dalam membentuk keluarga sakinah yaitu: Kerelaan dalam keluarga dalam menerima kondisi pasangan sangat di perlukan. Sangat sulit untuk bekerja bagi orang buta, tidak banyak alternatif pekerjaan yang ditawarkan dan dapat di lakukan bagi orang buta. Mereka butuh kemampuan pribadi yang memang ada sejak kecil bahkan yang mereka dapat di sekolah-sekolah khusus penyandang cacat, khususnya orang tunanetra. Tapi itu tidak mematahkan semangat keluarga ini untuk tetap mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan anggota keluarganya meskipun dalam keadaan kurang normal. Menciptakan rasa nyaman dan tentram dalam keluarga merupakan sebuah kebutuhan yang harus tercapai, apalagi dalam pemenuhan nafkah batin antar pasangan.

ENGLISH:

A family is community of smallest society and it is hoped will be a source of happiness, love and kindness of all family members. All of us are hoping a harmonies and happy family that suitable and compatible in some aspects of life that fordable together. In Islamic, the happy family is namely by sakinah (peaceful), mawaddah (lovely), rahmah (affection). But how is a family who lived in the couple of married that poor blind man. Of course, it will be different and can be said that it difficult to reach a happy family. From the phenomenon above, so the purposes of research are to know: (1) how is an understanding of a couple of married for poor blind man about the peaceful family; (2) how is the effort of a couple of married for poor blind man in creating the peaceful family.

The kind of research is descriptive qualitative, the methods that used in the research are interview, observation and documentation. The subject of research is a couple of married for blind man who lived in district of Kotalama, the data analysis that used is editing, classification, verification, analysis and conclusion.

Based on the research result that have done can be conclude that (1) the understanding of a couple married for blind man about the peaceful family is: sense of mutual comprehension, mutual of receive the couple condition, peaceful and strong to face each of the problems, this case is understood by a couple of married for poor blind man’ family Mr. Slamet Supriyadi about the meaning of peaceful family. Despite, there was some difference of understanding but principally the most needed in reaching the peaceful family on their point of view is a mutual understanding between the members of family; (2) the effort of a couple of married for poor blind man in creating the peaceful family that are: agrrement in family to receive the couple condition is quite needed. Very difficult of working for the blind man, just a few alternative works that offered and can be done for blind man. They are need of personal ability that since the childhood even they have got from special schools of abnormal person, especially the poor bliend man. But it do not break their spirit of familiy despite in the lack of normal condition. Creating sense
of comfortable and peaceful in family is a necessary that must be reached, moreover in the fulfillment of inner necessity among the couple of married.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Mufidah, Mufidah
Keywords: Pasangan Suami-istri Tuna Netra; Keluarga Sakinah; A Couple Of Married For Poor Blind Man; Happy Family
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 08 Jun 2017 06:12
Last Modified: 08 Jun 2017 06:12
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7062

Actions (login required)

View Item View Item