Implementasi tradisi “sedekah bumi”: Studi fenomenologis di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro

Veralidiana, Isce (2010) Implementasi tradisi “sedekah bumi”: Studi fenomenologis di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
04210060.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

INDONESIA:

Tradisi sedekah bumi, merupakan salah satu bentuk ritual tradisional masyarakat di Pulau Jawa yang sudah berlangsung secara turun-temurun dari nenek moyang. Upacara tradisi sedekah bumi tersebut umumnya, tidak banyak peristiwa dan kegiatan yang dilakukan di dalamnya. Hanya saja, pada waktu acara tersebut biasanya seluruh masyarakat sekitar yang merayakan tradisi sedekah bumi membuat sesaji dan berkumpul menjadi satu di tempat sesepuh kampung, di balai desa atau tempat-tempat yang telah disepakati oleh seluruh masyarakat setempat untuk menggelar acara ritual sedekah bumi tersebut.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang proses Pelaksanaan Sedekah Bumi, Pandangan Tokoh masyarakat terhadap Sedekah bumi, dan faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat melakukan ritual Sedekah bumi.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif, cara pengumpulan datanya dengan observasi, interview, dan dokumentasi, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu deskriptif Kualitatif (deskriptif research) suatu metode yang bermaksud untuk membuat pencandraan (fakta) mengenai situasi atau kejadian-kejadian.

Hasil dari penelitian ini bahwasanya proses pelaksanaan ritual sedekah bumi dilakukan di makam Mbah Buyut Pendem pada hari malam Jum’at kliwon dengan berbagai macam proses yaitu dengan mengadakan tahlilan pada malam sebelumnya, kemudian esok harinya warga membawa sesajen seperti nasi tumpeng, kemenyan, uang, dan bunga, sebagai sarana upacara yang tidak bisa ditinggalkan dan dengan diadakannya pertunjukan kesenian wayang kulit sebagai kegemarannya. Pandangan tokoh masyarakat tentang ritual sedekah bumi merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang terdahulu, menghormati yang telah meninggal lebih dulu, dan suatu kewajiban baginya sebagai orang Jawa yang diselimuti oleh berbagai tradisi. Oleh sebab itu masyarakat sangat menyetujui, karena tidak bertentangan dengan hukum islam, dan juga tidak membawa kemusyrikan bagi warga sekitar karena ini merupakan adat kebiasaan yang shahih, yang tidak terdapat unsur-unsur mistik maupun magic. Faktor yang menyebabkan masyarakat Banjarejo melakukan ritual sedekah bumi karena merupakan tradisi yang sudah lama berkembang dan tidak dapat dihilangkan begitu saja, adanya kebersamaan antar warga setempat, merupakan keyakinan pribadi, terdapatnya hubungan harmonis antara individu dengan masyarakat tersebut.

ENGLISH:

Earth Charity tradition is one of the traditional ceremony or ritual of Javanese people that has been held hereditary since the ancestor era. In that ceremony, there is not too many phenomena and activities held. However, when the ceremony is held, whole people in the society who carry out that ceremony make a serving ang gather around in the place of village elders, or in village hall, or certain place that has been agreed by the society itself to conduct the ritual activities related to Earth Charity.

This research is having goals to answer the questions about the performance process of Earth Charity, the opinion of society figur toward Earth Charity, and the factors that cause the society doing the ritual of Earth Charity.

This research is done by using qualitative research, the means of data collection are observation, interview, and documentation, while the method of data analysis that has been used is qualitative and descriptive research, which means a method that intend to make a sensing (fact) about the situation ar phenomena.

The results of this research show that the performance process of Earth Charity ritual is done in the grave of Mbah Buyut Pendem at the night of Friday Kliwon with various processes, such as conducting a praise to God at the night before, then the next morning people brings offering such as a scoop of steamed rice, benzoins, money and flowers, as the facilities of the ceremony that cannot beleft and also conduct the performance of a shadow play with leather puppets as their pleasure. The opinion of the figur about the ritual of Earth Charity consider it as a hereditary tradition since the ancestor era, and it is conducted to honour the dead people, and a kind of an obligation as Javanese people that surrounded by a lot of traditions. Because of that, the society is graetly agree about it, because it does not against the law of Islam, and also does not bring deviations for the people because this is usual tradition that is valid, which does not contain mistical or magical elements. Factors that cause Banjarejo society to do the ritual of Earth Charity are this ritual has been developed in the society for a long time and cannot just be disappeared, the consistence of togetherness among the people around, self conviction, and the consistence of harmonic relationship between individual and that society.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Fadil, Fadil
Keywords: Tradisi; dan Sedekah Bumi; Tradition and Earth Charity
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Imam Rohmanu
Date Deposited: 08 Jun 2017 06:07
Last Modified: 08 Jun 2017 06:07
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/7057

Actions (login required)

View Item View Item