Responsive Banner

Mahar perkawinan adat Suku Buton perspektif teori Hudud Muhammad Shahrur: Studi kasus di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan

Anjelina, Lis (2019) Mahar perkawinan adat Suku Buton perspektif teori Hudud Muhammad Shahrur: Studi kasus di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img] Text (Fulltext)
15210194.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK

Penentuan mahar perkawinan Adat Suku Buton di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, dibedakan berdasarkan status sosial dalam masyarakat, yaitu golongan kaomu (kalangan bangsawan), walaka (kalangan adat dan hukum), dan papara (masyarakat biasa).

Penelitian ini membahas tentang mahar perkawinan adat Suku Buton Perspektif teori hudud Muhammad Shahrur. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui hal-hal yang mempengaruhi besaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton di Desa Bahari, 2) Mengetahui hal-hal yang terjadi apabila ada kesepakatan mahar bagi pasangan beda strata sosial pada adat Suku Buton di Desa Bahari, 3) Mengetahui ketentuan mahar perkawinan adat Suku Buton di Desa Bahari perspektif teori hudud Muhammad Shahrur.

Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan teori hudud Muhammad Shahrur.penelitian ini dilakukan di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Pendekatan kualitatif dalam penelitian ini untuk mendapatkan data deskriptif yang berupa pandangan masyarakat mengenai mahar baik tulisan maupun lisan, sedangkan pendekatan teori hudud Muhammad Shahrur digunakan sebaga alat menganalisis mahar tersebut. Jenis dan sumber data yang digunakan data primer dan sekunder. Metode pengumpulan datanya menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Pengolahan data yang digunakan yaitu dengan tahap pemeriksaan data, klarifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) hal-hal yang mempengaruhi besaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton yaitu karena perbedaan status sosial yang dibedakan atas tiga strata yaitu strata kaomu, walaka, dan papara, pernikahan “silang” atau pernikahan beda status sosial (perempuan bangsawan dengan laki-laki biasa), pernikahan karena terjadinya kehamilan diluar nikah dan atau kawin lari. 2) kesepakatan mahar dalam pernikahan “silang” atau beda strata tidak dibenarkan dalam hukum adat, yang boleh menentukan hanya tokoh adat berdasarkan hukum adat yang berlaku. 3) berdasarkan teori hudud Muhammad Shahrur, penetapan mahar perkawinan adat Suku Buton didasarkan pada teori batas minimal, karena ketentuan pembayaran mahar dalam perkawinan adat Suku Buton hanya terdapat batas minimal saja. Sehingga dalam pembayaran maharnya harus diatas batas minimal.

ABSTRACT

Determination the Dowry of traditional marriagement of Buton tribes in Bahari village, Sampolawa sub- district, South Buton district, differentiated based on social status in society, kaomo class ( Among the nobility), walaka (customary and law circles), and papara (ordinary people).

This study shows a dowry of traditional marriagement of Buton tribes based on perspective of Hudud theory of Muhammad Syahrur. The purpose of this study are 1) to khow things that affect the amount of dowry marriagement Buton tribes in Bahari village, 2) to know things which happens if there is a dowry agreement for different pairs of social strata of Buton tribes in Bahari village, 3) to know the dowry of traditional marriage of buton tribes in Bahari village.

The research of this study used empirical research and qualitative approach which hudud theory of Muhammad Syahrur. This study have done in Bahari village, Sampolawa sub- district, South Buton district. Qualitative approach to obtain descriptive data in the form of people’s views of dowry both written and oral, while hudud theory of Muhammad Syahrur used as a tool to analyze the data. The data collection method used documentation studies, observations, and interviews. Data processing used data checking, clarification, verification, analysis and conclusions.

The conclutions of this study is 1) the things affect the amount of dowry marriagement Buton icause the differencies of social status which be distinguished by three of classes, they are kaomu class, walaka, and papara, hibridization or marriages of different social status (aristocratic women with ordinary men), unwed pregnancy and eloping. 2) the agreement of dowry in hibridization or different in society its mistaken in the law., which may be true traditional figures based on applicable the law. 3) be based hudud theory of Muhammad Shahrur limited because the payment of dowry marriagement Buton tribes have a minimum limit, then the payment must be above the maximum.

مستخلص البحث

يتم تعيين مهر الزواج عرف بطان بباهاري سمفولاوا، بطان الجنوبية، ويختلف على اساس الوضع الجتماعي في المجتمع وهو قوم (نبيل)، ولك (قوم العادة والحكم) ، فافارا (عامة الناس)

تبحث هذه الدراسة عن زواج المهر عرف بطان على نظرية حدود عند محمد شهرور. وأغرضها كالآتي 1) لمعرفة الأحوال التي تؤثر على مقدار المهر في الزواج عرف بطان ببهاري، 2) لمعرفة الأحوال التي بالتفاق زواج المهر لزوج مختلف في المجتمع عرف بطان ببهاري 3) لمعرفة توفير زواج المهر عرف بطان على نظرية حدود عند محمد شهرور.

نوع هذه الدراسة هي دراسة تجريبية بالمنهج الكيفي وبنظرية حدود عند محمد شهرور. هذه الدراسة تفعل ببهاري، سمفولاوا، بطان الجنوبية. منهج الكيفي هذه الدراسة لإكتشاف البيانات الوصفية في اراء المجتمع بمهر المكتوب والشفوي، وأما النظرية حدود عند محمد شهرور تستخدم كالآلة تحليلها. وجمع البيانات هذه الدراسة هو توثيق وملاحظة ومقابلة. معالجة البيانات المستخدمة وهو فحص البيانات وتوضيح البيانات وتحقيق البيانات وتحليل البيانات وخلاصة البيانات.

خلاصة هذه الدراسة هو 1) احوال التي تؤثر على مقدار المهر في الزواج عرف بطان لأن مختلف في الوضع المجتمع. 2) احوال التي بالتفاق زواج المهر لزوج مختلف في المجتمع يجوز إلا بالحكم. 3) توفير زواج المهر عرف بطان على نظرية حدود عند محمد شهروريسمى بنظرية الحدود القصوى لأن فيه لا يوجد سوى الحد الأدنى. لذا يجب أن يكون دفع المهر من الحد الأدنى

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Sumbulah, Umi
Keywords: Mahar; Perkawinan; Teori Hudud Muhammad Shahrur; Dowry; Marriage; Hudud theory of Muhammad Syahrur; مهر ;زواج ;نظرية حدود محمد شهرور
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ella Elysia Yunitasari
Date Deposited: 02 Oct 2024 09:51
Last Modified: 02 Oct 2024 09:51
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/69092

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item