Maimunah, Maimunah (2019) Pandangan tokoh masyarakat tentang pernikahan siri pasca cerai di luar Pengadilan di Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
15210130.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Tradisi masyarakat di Pulau Bawean yang dominan mencari nafkah di luar daerahnya, atau merantau ke luar negeri dalam jangka waktu yang lama atau tahunan, sehingga sangat rentan terhadap kelangsungan ikatan perkawinannya, atau potensial untuk terjadi perceraian. Dengan adanya tradisi rantau yang sangat tinggi dipulau bawean menyebabkan adanya pernikahan siri pasca cerai di luar Pengadilan. Pernikahan siri dalam tatanan hukum negara jelas di larang seperti yang tercantum dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (2).
Dalam penelitian, rumusan masalah yang ditentukan adalah mengapa perilaku pernikahan siri pasca cerai di luar Pengadilan terus-menerus terjadi di Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik dan bagaimana tanggapan tokoh masyarakat Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik tentang praktik pernikahan siri pasca perceraian di luar Pengadilan.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris atau yang dikenal pula dengan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara pada 5 informan. Peneliti menggunakan dua metode untuk mendapatkan data yaitu wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengolah data dengan cara pemeriksaan data, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan.
Dalam penelitian ini, dapat dikemukakan bahwa perilaku masyarakat Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik yang terus-menerus melakukan pernikahan siri pasca cerai di luar Pengadilan diakibatkan karena tingginya angka rantau, pendidikan yang rendah, anggapan masyarakat untuk mengurus di Pengadilan Agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) itu mahal. Menurut Pandangan tokoh masyarakat Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik bahwa tidak semua masyarakat desa tersebut yang merantau melakukan pernikahan siri pasca cerai di luar Pengadilan. Mereka yang melakukan pernikahan siri tersebut adalah orang-orang yang merantau tanpa membawa serta istrinya. Upaya sosialasasi juga kurang bisa maksimal dilakukan karena para perantau mayoritas akan kembali ke Pulau Bawean setelah 3-4 tahun merantau. Nasib istri yang ditinggalkan tersebut yaitu mereka mencari pekerjaan untuk menghidupi anaknya dan menyekolahkan anaknya hingga jenjang pendidikan yang tinggi.
ABSTRACT
The traditions of the people on Bawean Island who are dominant in earning a living outside their area, or migrating abroad for long or annual periods, are very vulnerable to the continuity of their marriage ties, or the potential for divorce. With the existence of a very high overseas tradition in the island of Papua, it led to a post-divorce siri marriage outside the court. Siri marriage in the state legal order is clearly prohibited as stated in the Compilation of Islamic Law (KHI) Article 5 paragraph (1) and Article 6 paragraph (2).
In this research, the problem formulation that was determined was why the behavior of post-divorce marriages outside divorce continued to occur in Kepuhteluk Village, Tambak District, Bawean Island, Gresik Regency and how was the response of community leaders in Kepuhteluk Village, Tambak District, Bawean Island, Gresik Regency about the practice of siri marriage after divorce outside the court.
This research is an empirical juridical research or also known as field research. This research use desciptive qualitative approach. Primary data obtained by conducting interviews with 5 informants. Researchers used two methods to obtain data, namely interviews and documentation. Researchers process the data by examining data, classification, verification, analysis, and conclusions.
In this research, it can be argued that the behavior of the people of Kepuhteluk Village, Tambak District, Bawean Island, Gresik Regency who continue to conduct post-divorce serial marriages outside the Court are due to high numbers of overseas, low education, the people's perception to take care of the Religious Court and the Office of Religious Affairs (KUA) is expensive. According to the views of community leaders in Kepuhteluk Village, Tambak Subdistrict, Bawean Island, Gresik Regency, not all of the village communities who migrate after a divorce are outside the court. Those who conduct marriages are those who wander without bringing their wives with them. Socialization efforts are also not optimal because the majority of nomads will return to Bawean Island after 3-4 years of migrating. The fate of the abandoned wife is that they are looking for work to support their children and send their children to higher education.
مستلخص البحث
عرف المجتمع في جزيرة باويان لمعظم كاسب الرزق خارج دائرته أو يتغرّب إلى خارج البلاد في حين طويل أو سنوات حتى كانت ارتباط الزواج ضعيفة أو تسبب إلى الطلاق. بوجود عرف التغرّب المرتفع في جزيرة باويان تسبب إلى وجود زواج السر بعد الطلاق خارج المحكمة. منع زواج السر في مجموعة القانون الوطني المكتوب في مجموعة قانون الإسلام فصل 5 آية 1 وفصل 6 آية 2.
أسئلة البحث المقررة لهذا البحث يعني لماذا وقع عملية زواج السر بعد الطلاق خارج المحكمة استمرارية في قرية كيفه تيلوك منطقة تامباك جزيرة باويان محافظة كارسيك على تطبيق زواج السر بعد الطلاق خارج المحكمة.
تنوع هذا البحث بحث القانوني التجريبي أو يسمى ببحث الميداني. استخدم هذا البحث منهج الكيفي الوصفي. البيانات الأساسية المكتسبة بعقد المقابلة على 5 مخبرين. استخدمت الباحثة طريقتان في نيل البيانات يعني المقابلة والوثائق. تحاولت الباحثة البيانات بطريقة تفتيش البيانات والتصنيفية والتحقق والتحليل والتلخيص.
طرحت هذا البحث أن عرف المجتمع في قرية كيفه تيلوك منطقة تامباك جزيرة باويان محافظة كارسيك يعقدون زواج السر بعد الطلاق خارج المحكمة استمرارية بسبب ارتفاع عدد التغرب وضعف التربية وفهم المجتمع في تنظيم المشكلة إلى المحكمة الدينية ومكتب أمور الدينية بغالية الثمن. وعلى نظرية النافذون في قرية كيفه تيلوك منطقة تامباك جزيرة باويان محافظة كارسيك أن ليس بجميع مجتمع هذه القرية المتغربون يعقدون زواج السر بعد الطلاق خارج المحكمة . هم الذين يعقدون زواج السر يعني هم الذين يتغربون بلا حمل زوجتهم. جهود التنشئة الإجتماعية بلا كافية لأن معظمهم يرجعون إلى جزيرة باويان بعد 3 أو 4 سنوات. نصيب الزوجات المتروكة تعني تكسبون العمل لحياتهم وأولادهم ويدرسون أولادهم إلى الجامعة.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Fadil, Fadil |
Keywords: | Pandangan; Pernikahan Siri; Cerai di Luar Pengadilan; Outlook; Siri Marriage; Divorce Out of Court; نظرية ;زواج السرّ ;الطلاق خارج المحكمة |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Ella Elysia Yunitasari |
Date Deposited: | 30 Sep 2024 10:53 |
Last Modified: | 30 Sep 2024 10:53 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/69057 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |