Mir’atuttoyyibah, Mir’atuttoyyibah (2019) Kebijakan penolakan perkawinan bagi pasangan hamil diluar nikah dalam perspektif Sadd al-Dzari’ah: Studi di KUA Kecamatan Batu Kota Batu. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
![]() |
Text (Fulltext)
15210068.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK
Saat ini peristiwa hamil diluar nikah semakin meningkat, seperti yang terjadi di KUA Kecamatan Batu. Pada tahun 2016 KUA Kecamatan Batu menerima pendaftaran nikah sebanyak 328 pasang, 40% nya karena hamil diluar nikah. Melihat fenomena yang terjadi, kepala KUA berinisiatif melakukan tindakan yang dapat mengurangi peristiwa ini. Kemudian atas kesepakatan berbagai pihak, pada tahun 2017 diberlakukan kebijakan penolakan bagi pasangan hamil diluar nikah.
Dalam penelitian ini, ada dua hal penting yang diteliti yaitu penyebab penolakan perkawinan bagi pasangan hamil serta penolakan perkawinan bagi pasangan hamil ditinjau dalam perspektif Sadd al-dzari’ah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dan pendekatan penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data Primer didapat dari proses wawancara, data sekunder diperoleh dari buku-buku, kitab fiqh, peraturan perundang-undangan, dan lain-lain yang membahas tentang perkawinan hamil.
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa faktor penyebab penolakan perkawinan bagi pasangan hamil diluar nikah di KUA Kecamatan Batu Kota Batu ada dua. Pertama karena banyaknya remaja di Kota Batu yang diketahui hamil sebelum menikah, yang kedua karena banyaknya vila-vila di Kota Batu yang menjadi tempat untuk praktik seks bebas. Dalam pemahaman metode Sadd al-Dzari’ah yaitu menyumbat semua jalan yang menuju pada kerusakan untuk mendatangkan kemaslahatan. Ketika sebuah pernikahan hamil dibiarkan saja maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah di masyarakat. Sehingga adanya penolakan pernikahan hamil ini menjadi sebuah solusi untuk meminimalisir peristiwa hamil diluar nikah. Kebijakan ini sejalan dengan metode ijtihad Sadd al-Dzari’ah. Dengan adanya penolakan perkawinan hamil ini seseorang akan lebih waspada terhadap pergaulan bebas sehingga tujuan kemashlahatan bersama akan tercapai. Terbukti sejak diberlakukannya kebijakan penolakan perkawinan hamil pada tahun 2017, angka hamil diluar nikah berkurang. Pada tahun 2016 dimana kebijakan tersebut belum diberlakukan, yang berarti pendaftaran nikah hamil masih diterima, jumlah pendaftaran pernikahan karena hamil sebanyak 40%, kemudian setelah kebijakan tersebut diberlakukan yakni pada tahun 2017 pendaftaran pernikahan yang ditolak karena hamil turun menjadi 20%, kemudian di tahun 2018 turun lagi menjadi 11%. Hal ini merupakan dampak adanya kebijakan penolakan perkawinan bagi pasangan hamil yang diberlakukan di KUA Kecamatan Batu Kota Batu.
ABSTRACT
Currently the incidence of pregnancy outside marriage is increasing, as happened in KUA Batu District. In 2016 KUA Batu District received 328 pairs of marriages, 40% are due to pregnancy outside of marriage. See the phenomenon that occurs, the head of the KUA took the initiative to take actions that could reduce this event. Then on the agreement of various parties, in 2017 a rejection policy was implemented for pregnant couples outside of marriage.
In this study, there are two important things studied, namely the cause of marital rejection for pregnant couples and marriage rejection for pregnant couples in the perspective of Sadd al-dzari'ah.
This study uses a type of field research and qualitative research approach. The data used are primary data and secondary data. Primary data obtained from the interview process, secondary data obtained from books, books of fiqh, legislation, and others that discuss pregnancy marriage.
The results of this study state that the factors that cause marriage rejection for pregnant couples outside of marriage in KUA Batu City District Batu are two. First because of the number of teenagers in Batu City who were known to be pregnant before marriage, the second because of the many villas in Batu City which became a place to practice free sex. When a pregnant marriage is left alone it will cause more severe damage in the community. So that the rejection of a pregnant marriage becomes a solution to minimize the incidence of pregnancy outside of marriage. This policy is in line with the Sadd al-Dzari'ah ijtihad method of clogging all roads leading to damage to bring benefit. With the refusal of this pregnant marriage someone will be more vigilant about promiscuity so that the goal of mutual benefit will be achieved. Evidently since the enactment of a pregnant marriage rejection policy in 2017, the rate of pregnancy out of wedlock has decreased. In 2016 where the policy had not been implemented, which means that the registration of pregnant marriages was still accepted, the number of marriages due to pregnancy was 40%, then after the policy was implemented namely in 2017 the registration of refused marriage due to pregnancy dropped to 20%, then in 2018 down again to 11%. Hal ini merupakan dampak adanya kebijakan penolakan perkawinan bagi pasangan hamil yang diberlakukan di KUA Kecamatan Batu Kota Batu.
ملخص البحث
في وقت الحالي ، يزداد حدوث الحمل خارج إطار الزواج ، كما حدث في مكتب الشّؤون الدّينيّة باتو. في السنة 2016, قبل المكتب 328 زوجا لأجل النكاح, و40% (اربعون في المائة) هم لأزواج الحوامل جارج إطار الزواج. من هذا الحدوث, اتخذ رئيس الإدارة الشؤون الدينية إجراء على تقليل الحدوث وبموافقة الأطراف في عام 2018 يتم تنفيد سياسية رفض الأزواج الحوامل بدون النكاح.
في هذه البحث ، يوجد شيئان مهمان مبحثان وهما أسباب الرفض الزواج للأزواج بدون النكاح و رفض الزواج للأزواج بدون النكاح من منظور شذ الدريعة.
تستخدم في هذا الدرس، بحث الميداني، وبالاضافة الى ذلك، أن البيانات التي استخدمت هي البيانات الأسسية والبيانات الفرعية. اما البيانات الأسسية فوجدت من خلال المقابلة والمراقبات والتوثيقات، ولابد ان البيانات الفرعية من خلال الكتب والمجلات وغيرها التي تناقش عن الحمل بدون النكاح
النتيجة في هذ البحث عن سبب رفض الزواج للازواج الحوامل بدون النكاح في إدارة الشؤون الدينية باتو. اولا كثرة المراهق الذي حامل بدون النكاح، ثانيا كثرة الفيلا فيها التي بها كانت دعارات فيها. حين لا تبالي حمل بدون النكاح، فصارت مفاسد شديد في المجتمع حتى كان رفض النكاح للازواج الحوامل بدون النكاح محلول للاقل هذه المسألة. هذا التنظيم موافق بالمنهج الإجتهاد شذ الذريعة. بهذا التنظيم يحترز الشخص بسوء المعاملة، حتي توجد مصلحة المجتمع. منذ تطبيق هذاالتنظيم في سنة ٢٠١٧، تنقص عدد الحمل بدون النكاح. في سنة ٢٠١٦ قبل تطبيق هذا التنظيم، كان تشجيل الزواج بدون النكاح ٤٠ %، وبعد تطبيق هذا التنظيم في السنة ٢٠١٧ كان تشجيل الزواج بدون النكاح ينقص الي ٢٠%. وينقص ايضا الي ١١ % في سنة ٢٠١٨. وذلك اثر بتطبيق التنظيم عن رفض الزواج الحوامل بدون النكاح في ادارة الشؤون الدينية باتو.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Rahmawati, Erik Sabti |
Keywords: | Penolakan Perkawinan; Wanita Hamil; Sadd al-Dzari’ah; Marriage Rejection; Pregnant Women; رفض الزواج ;المرأة الحامل ;سدّ الذارية |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Ella Elysia Yunitasari |
Date Deposited: | 26 Sep 2024 14:47 |
Last Modified: | 26 Sep 2024 14:47 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/69001 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |