Saputra, Ade (2019) Urgensi kedudukan pembantu pegawai pencatat perkawinan ditinjau dalam peraturan Menteri Agama sejak tahun 1983 hingga tahun 2018. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
15210025.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Pegawai Pencatat Perkawinan merupakan pemegang hak otoritas untuk melakukan kegiatan pencatatan perkawinan. Namun dalam menjalankan tugasnya dapat dibantu oleh Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan (P4). P4 secara legal telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama sejak tahun 1983. Berbagai perubahan aturan telah terjadi hingga tahun 2018. Konsekuensinya kedudukan P4 dapat mengalami perubahan pula.
Rumusan masalah yang digunakan ialah kedudukan P4 dalam PMA No. 6 Tahun 1983 hingga PMA No. 19 Tahun 2018. Urgensi P4 dalam pencatatan perkawinan ditinjau dari kedudukannya pada masa yang akaan datang. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis. Bahan hukum yang digunakan berupa kumpulan PMA sejak tahun 1983 hingga tahun 2018 yang berkaitan dengan P4, buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan kamus hukum. Metode yang digunakan dalam mengolah bahan hukumnya berupa: editing, classifying, verifying, analyzing, dan concluding.
Hasil penelitian menunjukkan dinamika terjadi berupa pergeseran kedudukan yang pada awalnya sebagai kedudukan yang dibutuhkan secara umum. Kemudian menjadi kedudukan yang diperketat pengangkatannya untuk KUA bertipologi D1 dan D2 atau berkebutuhan khusus. Kewenangan yang dimiliki yakni untuk membantu tugas Pegawai Pencatat Perkawinan secara administratif.
Urgensi terhadap kedudukan P4 di masa yang akan datang berupa tantangan optimalisasi pelayanan KUA dengan menunjang kerja Pegawai Pencatat Perkawinan. Serta akses pelayanan KUA terhadap wilayah sulit dijangkau. Seharusnya ke depan mempertimbangkan kembali urgensi jabatan tersebut. Aturan yang ada seharunya senantiasa memberikan kedudukan yang jelas terhadap P4.
ABSTRACT
The marriage registrar is the right holder of authority to conduct the registration of marriage activities. However in carrying out its duties can be assisted by the servant of the Marriage Registrar (P4). The P4 is legally regulated in the Ministerial Regulation of religion from 1983. Various rule changes have occurred until the year 2018. The consequences of the P4 position can be changed anyway.
The problem is the position of P4 in the PMA Number 6 1983 to PMA Number 19 of 2018. The importance of P4 in the recording of marriage was reviewed from its position at the time of the coming. This research is a normative legal study using historical legislation and approach. The legal material used is the PMA group from 1983 to 2018 related to the P4, books, journals, past research, and legal dictionaries. The methods used in the processing of legal materials are: editing, classifying, verifying, analyzing, and concluding.
The results of the study showed that the dynamics of position shifts began as a generally needed position. It then became the stricter position of his appointment for the D1 and D2 or with special needs of the KUA typology . The authority to be held is to assist the duties of the Marriage Registrar officer administratively.
The urgency to the position of P4 in the future is the challenge of optimizing the KUA service by supporting the work of the Marriage Registrar officer. And access to the KUA services to the region difficult to reach. Should reconsider the urgency of the position. The rules that exist should always provide a clear position against the P4.
مستخلص البحث
مسجل الزواج هو صاحب السلطة في إجراء تسجيل أنشطة الزواج. غير أنه يمكن مساعدة موظف مسجل الزواج (P4) في أداء مهامه. وتنظم اللائحة الوزارية للدين منذ عام ١٩٨٣ الـ P4. حدثت تغييرات مختلفة في القواعد حتى عام ٢٠١٨. يمكن تغيير عواقب موقف P4 على أي حال.
المشكلة هي موقف P4 في PMA رقم ٦ من عام ١٩٨٣إلى PMA رقم ١٩ من عام ٢٠١٨. وقد تم استعراض أهمية P4 في تسجيل الزواج من منصبها في وقت القادمة. هذا البحث هو دراسة قانونية معيارية باستخدام التشريعات والنهج التاريخي. المواد القانونية المستخدمة هي مجموعة PMA من ١٩٨٣ إلى ٢٠١٨ المتعلقة P4، والكتب، والمجلات، والبحوث السابقة، والقواميس القانونية. الأساليب المستخدمة في معالجة المواد القانونية هي: التحرير والتصنيف والتحقق والتحليل والاستنتاج.
أظهرت نتائج الدراسة أن ديناميات التحولات في الدرجات بدأت كموقف مطلوب عموما. ثم أصبح موقف أكثر صرامة من تعيينه ل د٢ و د١ أو مع الاحتياجات الخاصة من تصنيف KUA . والسلطة التي يتعين الاحتفاظ بها هي مساعدة الموظف المسجل للزواج من الناحية الإدارية.
الحاجة الملحة إلى منصب P4 في المستقبل هي التحدي المتمثل في الاستفادة المثلى من خدمة KUA من خلال دعم عمل موظف مسجل الزواج. والوصول إلى خدمات KUA إلى المنطقة من الصعب الوصول إليها. وينبغي إعادة النظر في الطابع الملح للموقف. وينبغي أن توفر القواعد القائمة دائماً موقفاً واضحاً ضد الدول الأربعة.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Jundiani, Jundiani |
Keywords: | Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan; Peraturan Menteri Agama; Urgensi; The Minister of Religious Affairs; The Servant of the Marriage Registrar; Urgency; الاستعجال ;تنظيم وزير الشؤون الدينية ;موظف مسجل الزواج |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Ella Elysia Yunitasari |
Date Deposited: | 25 Sep 2024 13:37 |
Last Modified: | 25 Sep 2024 13:37 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68974 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |