Responsive Banner

Pandangan hakim tentang penolakan dispensasi nikah nomor 0168/Pdt.P. 2018/PA.TA akibat hamil Pra Nikah prespektif Maslahah Mursalah

‘Zah, Umi Nurul Laelatul (2019) Pandangan hakim tentang penolakan dispensasi nikah nomor 0168/Pdt.P. 2018/PA.TA akibat hamil Pra Nikah prespektif Maslahah Mursalah. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

[img]
Preview
Text (Fulltext)
15210021.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Salah satu kasus dispensasi nikah yang ditolak oleh Pengadilan Agama Tulungagung yaitu perkara nomor 0168/Pdt.P/2018/PA.TA. Hal menarik dalam perkara ini, calon mempelai perempuan telah hamil diluar nikah. Ketika dalam persidangan usia kehamilan memasuki usia 23 minggu atau 7 bulan. Biasanya kasus dispensasi di Pengadilan jika pihak perempuannya telah hamil, maka Hakim menerima permohonan dispensasi nikahnya. Namun dalam kasus ini berbeda. Hakim tentunya memiliki alasan kuat untuk memilih tidak mengabulkan permohonan ini. Permasalahan-permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini beserta tujuannya ialah untuk mengetahui pertimbangan penolakan Hakim dalam menetapkan Dispensasi Nikah, serta untuk menganalisis penolakan penetapan Dispensasi Nikah dalam Perkara Nomor 0168/Pdt.P/PA.TA prespektif Maslahah Mursalah.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian empiris dengan mengambil data dari lapangan. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kasus (ratio decindenti). Lokasi penelitian di Pengadilan Agama Tulungagung. Metode untuk mengumpulkan data yaitu wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul maka akan melalui proses editing, pengelompokan data sesuai permasalahan, kemudian pengecekan data dari sumber-sumber data, selanjutnya melakukan analisis menggunakan teori Maslahah Mursalah.

Hasil penelitian ini menunjukkan pertimbangan hakim dalam menolak permohonan dispensasi nikah, diantaranya: Majelis Hakim menilai para pihak jauh dari usia yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perkawinan. Segi filosofis para pihak belum mampu mencapai tujuan perkawinan untuk membentuk keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah. Segi sosiologis menurut hakim, calon suami isteri itu belum matang jiwa dan raganya. Segi maslahah calon mempelai tidak akan mampu menanggung beban keluarga. Dari pertimbangan tersebut, dengan ditolaknya dispensasi nikah menimbulkan maslahah yang lebih besar dibandingkan madharatnya. Maslahah tersebut diantaranya, dengan tidak menikah para pihak berkesempatan melanjutkan Pendidikan, akan memberikan waktu bagi para pihak untuk sampai pada sifat kematangan. Para pihak akan belajar ilmu tentang kekeluargaan untuk memahami tujuan pernikahan. Calon mempelai laki-laki akan diberikan waktu untuk mencari pekerjaan. Sisi madharat ialah pihak laki-laki bisa saja lari dari tanggung jawabnya dari pihak peremuan dan calon anak. Calon anak juga tidak mendapatkan hubungan dengan ayah sebab tidak ada pernikahan. Perempuan untuk sememtara harus menanggung nafkah anak sampai dirinya menikah dengan pihak laki-laki.

ABSTRACT

One case that was rejected by the Tulungagung Religious Court was a case number 0168 / Pdt.P / 2018 / PA.TA. The interesting thing in this case, the prospective bride has been pregnant outside of marriage. When in the trial the gestational age enters the age of 23 weeks or 7 months. Usually the case of a dispensation in the Court if the woman is pregnant, the Judge accepts the marriage dispensation request. But in this case it's different. The judge certainly has a strong reason to choose not to grant this request. The problems examined in this study and its purpose are to find out the consideration of the Judge's rejection in establishing Marriage Dispensation, as well as to analyze the refusal of the stipulation of Marriage Dispensation in Case Number 0168 / Pdt.P / PA.

This research is included in empirical research by taking data from the field. The approach used is the case approach (ratio decindenti). The research location in the Tulungagung Religious Court. The method for collecting data is interviews, and documentation. After the data is collected, it will go through the editing process, grouping data according to the problem, then checking data from data sources, then analyzing using Maslahah Mursalah theory.

The results of this research indicate the judge's consideration in rejecting the marriage dispensation request, including: The Judge judges the parties far from the age set out in the Marriage Law. The philosophical aspects of the parties have not been able to achieve the goal of marriage to form a family that is sure to be blessed and blessed. The sociological aspect according to the judge, the prospective husband and wife were not yet mature in their souls and bodies. The maslahah aspect of prospective brides will not be able to bear the burden of the family. From these considerations, with the refusal of marriage dispensation to cause a greater problem than its mortality. Such problems include, by not marrying the parties the opportunity to continue their education, will give time for the parties to arrive at the nature of maturity. The parties will learn about kinship to understand the purpose of marriage. The prospective bridegroom will be given time to find work. The madharat side is that men can run away from their responsibilities from women and prospective children. Prospective children also do not get a relationship with father because there is no marriage. Women for the same time must bear the child's livelihood until she is married to a man.

المستلخص

أحد المثال من قضية رخصة النكاح المرفوضة تطلبته بالمحكمة الأديان تولونجأجونج هي القضية رقم 0168Pdt.P. 2018/PA.TA. وهذا شيء مثير للاهتمام في هذه الحالة، أن المرشح الزوجة قد كانت حاملة خارج النكاح بمدة ثلاثة وعشرين أسبوعا أو سبعة أشهر عند التجربة. عادة يقبل القاضي الرخصة في المحكمة إذا كانت المرأة حاملًا. لكن في هذ المثال مختلف. والقاضي له الحجة القوية لرفض هذا الطلب. المشاكل التي تم بحثها في هذه الدراسة والغرض منها هي معرفة النظر في رفض القاضي لإقامة الرخصة، وكذلك لتحليل رفض شرط الرخصة المنصوص عليها في القضية رقم 0168 / Pdt.P / PA.

نوع هذا البحث هو البحث التجريبيبأخذ المصدر من الحقائق الميدانية. المنهج المستخدم هو منهج القضية. موضع البحث في المحكمة الأديان بتولونج أجونج. طريقة جمع البيانات المستخدمة هي المقابلات والوثائق. بعد جمع البيانات بعملية التحرير، وجميع البيانات حسب المشكلة، ثم التحقق من البيانات من مصادر البيانات، ثم التحليل باستخدام نظرية مصلحة مرسل.

نتيجة البحث تدل على تعليل القضي في رفض تطلب الرخصة النكاح، منها: يقوم القاضي بتقييم علي طرف البعيد من العمر المحدد في دستور النكاح. في جانب الفلسفي لم يقدر كل طرف الوصول إلي هدف النكاح بتكوين الأسرة سكينة مودة ورحمة. رأي القاضي في جانب النفسي، لم يكون المرشح متساو جسما و روحا. جانب المصلحة، أن المرشح لن يكون قادرًا علي ثقيلة العبء المحمول. من هذه الملاحظة ، نري أن المضارات الموجودة أمبر بالنسبة إلي مصلحته. الجانب المصلحة هو من خلال عدم الزواج لهم الفرصة لمواصلة تعليمهم، أن تعطي الوقت للوصول إلى طبيعة النضج. سوف تتعلم عن القرابة لفهم الغرض من الزواج. والمرشح الزوج له الوقت للبحث على العمل. الجانب المضارة هو أنه يمكن للرجال الهرب من مسؤولياتهم من النساء والأطفال المحتملين. الأطفال المحتملين أيضا لا يحصلون على علاقة مع الأب لأنه لا يوجد النكاح. وتتحمل النساء على نفقة الطفل حتى تتزوج برجل.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Toriquddin, Moh
Keywords: Dispensasi nikah; hamil diluar nikah; maslahah mursalah; Dispensation of marriage; pregnancy outside marriage; الرخصة النكاح ;الحمل خارج النكاح ;مصلحة مرسلة
Departement: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Ella Elysia Yunitasari
Date Deposited: 25 Sep 2024 09:28
Last Modified: 25 Sep 2024 09:28
URI: http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68970

Downloads

Downloads per month over past year

Actions (login required)

View Item View Item