Ilham, Misbakhul (2019) الخلع في مجموعة الأحكام الإسلامية ومشكلة تطبيقه في المحكمة الدينية كادري. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
|
Text (Fulltext)
15210005.pdf - Accepted Version Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (3MB) | Preview |
Abstract
ملخص البحث
في الأساس، الطلاق حق الزوج على زوجته ولكن توفر الإسلام الحلول للزوجة بالخلع. يرجي بوجود الخلع من أن توفر العدالة للمرأة التي لم تعد قادرة على حفظ العلاقة مع زوجها.
يبحث هذا البحث الخلع في مجموعة الأحكام الإسلامية، وكيف تطبيقه في المحكمة الدينية كادري. الخلع هو الطلاق بعوض سقطها الزوج لزوجته لوجود الطلب من عند الزوجة بدفع العوض (فدية) لزوجها. نظام الخلع في مجموعة الأحكام الإسلامية تكون المشكلة بنظام رفع الطلاق من جهة الزوجة (cerai gugat) يسببه يصعب تطبيقه في المحكمة الدينية.
وهذا البحث البحث التجربي. وذكر هذا البحث أيضا لبحوثا الميداني والمنهج المستخدم منهج النوعي. ومصادر البيانات المستخدمة في هذا البحث هي مصادر البيانات الأساسية التي يأخذ من القاضي في المحكمة الدينية كادري، والعامل في مركز المعاونة للحكم، ومن يرفع الطلاق في المحكمة الدينية.
بناء على هذا البحث أجراها الباحث النتائج، أن الخلع في مجموعة الأحكام الإسلامية مشكلة منها التماثل بين أسباب الخلع ورفع الطلاق من جهة الزوجة، ووجب أن يكون الموافقة بين الزوجين على مقدار العوض في تطبيقه. ويكون مشكلة تظبيقه في المحكمة الدينية كادري بعدم تطبيق الخلع الذي يسبب بمجهول الأطراف فيها و العامل في مركز المعاونة للحكم عن الخلع.
ABSTRACT
Basically talak is the husband's right to his wife, but Islam provides a way out for the wife who wants to divorce with Khulu. The existence of khulu is expected to be able to give justice for women who feel unable to maintain their relationship with their husbands.
This research discusses of khulu in the compilation of Islamic law and the problem of Khulu Application in Kediri religious court. khulu is the redeemed talaq which the husband drops to his wife because of the wife's request to pay the iwad (ransom) to her husband. The khulu rule in the compilation of Islamic law has problems with the laws of divorce which make it difficult for Khulu to apply in religious courts.
This research includes the type of empirical legal research, this research is also called field research. The approach used in this study is the qualitative approach. The data sources used in this study are primary data sources taken from religious court judges, posbakum workers and the parties who filed the claim in religious courts.
Based on the research conducted by the researchers, it was concluded that khulu in compilation of Islamic law had problems. Among them there are equation between the causes of khulu and divorce. And that, the practice of khulu must have an agreement between the parties in determining iwad, which causes khuluk to be difficult to implement and there are problems of khulu in Kediri religious court. Caused by the lack of understanding of the parties and the workers in the legal aid post.
ABSTRAK
Pada dasarnya talak merupakan hak suami terhadap istri, namun Islam memberikan jalan keluar terhadap istri yang ingin bercerai dengan khulu. Adanya khulu diharapkan mampu memberikan keadilan bagi wanita yang merasa tidak sanggup untuk mempertahankan hubungannya dengan suaminya.
Penelitian ini membahas mengenai Khulu dalam kompilasi hukum islam dan bagaimana problematika Penerapan khulu' di pengadilan agama Kediri. Khulu' merupakan talak tebus yang dijatuhkan suami kepada istrinya karena adanya permintaan istri dengan membayar iwad (tebusan) kepada suaminya. Aturan khulu dalam kompilasi hukum islam terdapat problematika dengan aturan cerai gugat yang menyebabkan khulu sulit diterapkan di Pengadilan Agama.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum empiris, penelitian ini disebut juga penelitian studi lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diambil dari hakim pengadilan agama, pekerja posbakum dan para pihak yang mengajukan cerai gugat di Pengadilan Agama Kediri.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti diperoleh kesimpulan bahwa khulu dalam kompilasi hukum islam terdapat problematika. Diantaranya terdapat Persamaan antara sebab-sebab khulu dan cerai gugat dan dalam praktek khulu harus terdapat kesepakatan para pihak dalam menentukan iwad, yang menyebabkan khuluk sulit untuk diterapkan. begitu juga penerapan Khulu dalam pengadilan agama Kediri terdapat problematika berupa tidak adanya penerapan khulu yang disebabkan oleh kurang fahamnya para pihak dan pekerja posbakum tentang khulu.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Supervisor: | Badruddin, Badruddin |
Keywords: | الخلع ;مشكلة ;مجموعة الأحكام الإسلامية ; Khulu; Problems; Compilation of Islamic Law; Problematika; Kompilasi Hukum Islam |
Departement: | Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah |
Depositing User: | Ella Elysia Yunitasari |
Date Deposited: | 25 Sep 2024 09:30 |
Last Modified: | 25 Sep 2024 09:30 |
URI: | http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/68955 |
Downloads
Downloads per month over past year
Actions (login required)
![]() |
View Item |